<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070</id><updated>2011-11-09T20:17:58.779+07:00</updated><category term='kisah nyata'/><category term='hadiah'/><category term='wanita'/><category term='supernova'/><category term='1429 h'/><category term='2009'/><category term='big bang'/><category term='lailatul qadar'/><category term='ied 1429h'/><category term='Laa Tahzan'/><category term='ied 1430 H'/><category term='pb 3'/><category term='bencana'/><category term='mba moenk'/><category term='mengisi ramadhan seperti mereka'/><category term='hadist'/><category term='sholat ied'/><category term='ibrah'/><category term='adha 1429'/><category term='zakat'/><category term='refleksi andynoya'/><category term='hadis palestina'/><category term='hikmah'/><category term='HR Qurban'/><title type='text'>muslimah corner</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>286</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-658183203045862471</id><published>2011-02-09T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T09:00:22.874+07:00</updated><title type='text'>Cara Allah Menyayangi Hamba-Nya (Yang Tidak Dipahami Banyak Orang)</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Kadang manusia tidak memahami bentuk KASIH SAYANG Allah,&lt;br /&gt;DIBUKAnya pintu RIZKI dan KESENANGAN dari Allah....&lt;br /&gt;Dianggap PEMULIAAN dirinya dan KASIH SAYANG dari Allah.&lt;br /&gt;Sebaliknya PEMBATASAN RIZKI dan UJIAN dari Allah...&lt;br /&gt;Dianggap PENGHINAAN dirinya dan KEBENCIAN dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Adapun manusia apabila Tuhannya mengUJInya lalu diMULIAkan-Nya dan diberi-Nya keSENANGan, maka dia berkata: "Tuhanku telah meMULIAkanku".&lt;br /&gt;”Adapun bila Tuhannya mengUJInya lalu memBATASi RIZKInya maka dia berkata: "Tuhanku mengHINAkanku".(QS Al-Fajr: 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memahami DUNIA adalah arena UJIAN,&lt;br /&gt;Mereka akan menyikapi KEBAIKAN dan KEBURUKAN adalah UJIAN Allah.&lt;br /&gt;Mereka tidak menganggap KEBAIKAN dari Allah sebagai PEMULIAAN&lt;br /&gt;Dan Mereka tidak menganggap KEBURUKAN dari Allah sebagai PENGHINAAN,&lt;br /&gt;Mereka memahami apa yang dibutuhkan di DUNIA sebagai KEBAIKAN,&lt;br /&gt;Dan mereka memahami apa yang dibutuhkannya di DUNIA sebagai KEBURUKAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah cara Allah menCINTAi dan menSAYANGi hamba-Nya ?&lt;br /&gt;Imam Ja’far al-Shadiq as berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika Allah menCINTAi seorang hamba, Allah ilhamkan kepadanya ketaatan, Allah biasakan ia dengan qana’ah (menerima apa yang ada), Allah karuniakan baginya pemahaman agama, Allah menguatkannya dengan keyakinan, Allah cukupkan baginya dengan sifat al-kafaf (merasa cukup dengan rezeki yang memadai) , Allah memakaikannya dengan sifat al-‘afaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika Allah memBENCI seorang hamba maka Allah jadikan dia menCINTAi HARTA dan Allah MUDAHkan baginya untuk memPEROLEHnya, Allah iILHAMkan kepadanya DUNIAnya, Allah serahkan dia pada HAWA NAFSUnya, maka ia mengendarai al-‘inaad (keras kepala), ia mudah berbuat fasad (kerusakan), dan menzhalimi hamba-hamba (Tuhan)” (Bihar al-Anwar 103 : 26.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah mengILHAMkan kepadanya keTAATan dan selalu meberinya PETUNJUK.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada jiwa semua manusia ketaatan dan maksiat, namun beruntunglah orang yang mengambil ilham ketaatan dan merugilah orang yang mengambil ilham kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.” (QS Al-Syams [91] : 8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah mencintai orang yang terilhami oleh ketaatan dan ketakwaan, lalu ia bersegera menyucikan jiwanya dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan sehingga Allah akan selalu memberinya petunjuk dengan NUR (cahaya) dan FURQAN (pembeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), berTAKWAlah kepada Allah dan berIMANlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT (KASIH SAYANG)-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu NUR (cahaya) yang dengan NUR (cahaya) itu kamu berjalan dengannya dan Dia mengAMPUNi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al Hadid :28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaTAKWA kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu FURQAAN (pembeda) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al Anfal :29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Allah membiasakan kepadanya sifat QANA’AH (ridlo menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya)&lt;br /&gt;“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS.Yunus:107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS.Al an’am 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mengeluh kepada Imam Ja'far al-Shadiq as tentang ketamakannya yang kian hari bertambah. Imam as menasihatinya, ”Jika engkau merasa beruntung dengan memiliki apa yang mencukupimu, maka engkau akan merasa cukup dengan kebutuhan terkecil dunia ini. Sebaliknya jika engkau tidak merasa puas dengan memiliki kebutuhan-kebutuhan minimum dunia ini, maka seluruh kesenangan duniawi takkan bakal mencukupimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Allah memberikannya AL-HIKMAH (kefahaman yang mendalam (FAQIH) dalam ilmu agama)&lt;br /&gt;” Allah menganugrahkan al HIKMAH (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al HIKMAH itu, ia benar-benar telah dianugrahi KARUNIA yang BANYAK. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (QS Al Baqarah :269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka dijadikannya FAQIH (kefahaman yang mendalam) terhadap ilmu agama" (HR.Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah akan memberikan SAKINAH dan meneguhkan keIMANanya.&lt;br /&gt;” Dia-lah yang telah menurunkan keTENANGan (SAKINAH) ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keIMANan mereka berTAMBAH di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana...” (QS Al-Fah :4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Allah memberikan UJIAN dan COBAAN.&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saww bersabda : ”Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah berikan cobaan baginya. Dan jika Allah mencintainya dengan kecintaan yang sangat maka Allah akan mengujinya.” Para sahabat Nabi bertanya : ”Apakah ujiannya?” Rasulullah saww menjawab : “Tidak sedikit pun Allah tinggalkan baginya harta dan anak.” (Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 81 : 188 ;Kanz al-‘Ummal hadits ke : 30793)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan UJIAN dan COBAAN kepada seorang mukmin sebagaimana seorang suami menjanjikan kepada isterinya dengan HADIAH yang diRAHASIAkan (disembunyikan)-nya.” (Bihar al-Anwar 15 : 56.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam hadits lainnya, Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, ”Sesungguhnya apabila Allah menCINTAi seorang hamba niscaya Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam COBAAN.” (Bihar al-Anwar 15 : 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Rasulullah shalallahu wa sallam diundang ke rumah salah seorang muslim. Sewaktu beliau tiba di rumahnya, beliau melihat seekor ayam sedang bertelur di sebuah sarang di samping rumah. Beliau melihat telor ayam tersebut tidak jatuh, dan kalaupun jatuh ternyata tidak pecah. Betapa takjubnya Rasullah saww melihat kejadian tersebut. Karena itu, pemilik rumah tersebut bertanya kepada beliau, “Engkau heran melihatnya, ya Rasullah? Demi Allah yang telah memilih Anda sebagai Nabi, sesungguhnya saya selama ini tidak pernah sakit”&lt;br /&gt;Rasulullah segera meninggalkan rumah tersebut, seraya berkata, “Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.” (Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 15 : 1 : 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Allah akan menjaganya dari apa yang diharamkan-Nya&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Ra: Bersabda Rasulullah Saw,” Sesungguhnya Allah CEMBURU, dan cemburu Allah adalah menCEGAH seseorang mengerjakan apa yang diHARAMkan-Nya" (HR.Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Allah memberikannya sifat al-‘Afaf ( sifat menjaga kehormatan diri dari perbuatan-perbuatan hina)&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Ja’far al-Shadiq as bahwa Imam Ali as berkata, ”Seutama-utama ibadah adalah al-‘afaf” (Al-Kulayni, Al-Kafi 2 : 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah saww, ”Sesungguhnya Allah mencintai seorang yang pemalu, yang menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan yang hina (al-hayya al-muta’affif)”( Bihar al-Anwar 71 : 270)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Allah memasukkannya kedalam Kaum PILIHAN.&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan menDATANGkan suatu kaum yang Allah menCINTAi mereka dan merekapun menCINTAi-Nya, yang bersikap LEMAH LEMBUT terhadap orang MU’MIN, bersikap TEGAS terhadap orang-orang KAFIR, berJIHAD di jalan Allah, dan TIDAK TAKUT kepada CELAan orang yang suka mencela. Itulah KARUNIA Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Allah akan memberikannya KHUSNUL KHOTIMAH&lt;br /&gt;"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS Al Fajr: 27-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Sahabat Hikmah ?&lt;br /&gt;Apakah kita menjadi hamba Allah yang diSAYANG atau diBENCI ?&lt;br /&gt;Semuanya terserah PILIHAN kita...&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;"Dan katakanlah: "KeBENARan itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang INGIN (berIMAN) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang INGIN (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS Al Kahfi : 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OFA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-658183203045862471?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/658183203045862471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/658183203045862471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/cara-allah-menyayangi-hamba-nya-yang.html' title='Cara Allah Menyayangi Hamba-Nya (Yang Tidak Dipahami Banyak Orang)'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7088889439092931418</id><published>2011-02-09T08:58:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:59:39.130+07:00</updated><title type='text'>Jarum - Jarum surga</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum-jarum tajam menghujam urat nadi&lt;br /&gt;Wajahmu memucat darah membeku lagi&lt;br /&gt;Kini kau memaksa Namun tak kuasa&lt;br /&gt;Dirimu terancam dalam bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum-jarum syetan bisa mencabut nyawa&lt;br /&gt;Bila kau tak cepat berhenti memakainya&lt;br /&gt;Tanpa kau sadari, tanpa Engkau rasakan&lt;br /&gt;Kau bunuh dirimu secara perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun bisa bikin kau berhenti bila kau mau&lt;br /&gt;Yang bisa hanya dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwamu selalu dalam bahaya Terancam syetan jarum neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum-jarum syetan bisa mencabut nyawa&lt;br /&gt;Bila kau tak cepat berhenti memakainya&lt;br /&gt;Tanpa kau sadari, tanpa Engkau rasakan&lt;br /&gt;Kau bunuh dirimu secara perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum-jarum surga penyejuk jiwa&lt;br /&gt;Pembawa berkah Bila kau sering-sering memakainya&lt;br /&gt;Tapi bila kau tak sering pakai, dirimu dalam sengsara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun mampu membawamu kesurga sana&lt;br /&gt;Kecuali dirimu sendiri, amalanmu, dan rahmat yang kuasa&lt;br /&gt;Maka sering-seringlah berobat kedokter&lt;br /&gt;Mintalah padanya jarum-jarum surga itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirimu terancam bahaya,&lt;br /&gt;Pabila dirimu tak pernah kena suntikan jarum surga&lt;br /&gt;Genggamlah angin surga, peluklah wanginya surga&lt;br /&gt;Anggaplah angin surga setiap yang datang menasehatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepiskan rasa sombong yang ada pada dirimu&lt;br /&gt;Karena Rasul kita bersabda,&lt;br /&gt;hanyalah kesombongan yang mampu menolak kebenaran&lt;br /&gt;Ingatlah kita, siapapun yang sombong tak akan pernah menghirup angin surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :"Tidak akan masuk surga orang yang ada dalam dirinya sebesar dzarrah dari sifat kesombongan"&lt;br /&gt;Sahabatpun mikir-mikir lagi dan bertanya&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah, apakah seseorang memakai pakaian indah dan cantik dikatakan sombong,..apakah sombong itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullahpun menjawab :"Sombong adalah meremehkan orang lain, dan tak bisa menerima kebenaran"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dikatakan sombong Orang yang tak bisa mendapatkan angin surga karena jarum surga berupa nasehat, petunjuk tak diambilnya Bahkan cenderung dilemparkannya, kalau perlu dibakar habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditawarkan segelas air, malah mintanya lautan"&lt;br /&gt;Itulah namanya manusia, selalu minta lebih dari apa yang diberikan.&lt;br /&gt;Wasssalamu'alaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7088889439092931418?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7088889439092931418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7088889439092931418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/jarum-jarum-surga.html' title='Jarum - Jarum surga'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6691844372536688038</id><published>2011-02-09T08:56:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:58:49.482+07:00</updated><title type='text'>MENARIK...Hakikat PIKIRAN dan PERASAAN</title><content type='html'>ANDA bukanlah apa yang ANDA PIKIRKAN&lt;br /&gt;dan ANDA bukanlah apa yang ANDA RASAKAN.&lt;br /&gt;Tapi Anda dapat BELAJAR banyak dari apa yang ANDA PIKIRKAN&lt;br /&gt;dan apa yang ANDA RASAKAN...&lt;br /&gt;ANDA adalah ANDA yang MERDEKA...&lt;br /&gt;dari PIKIRAN dan PERASAAN yang MEMENGARUHI ANDA...&lt;br /&gt;dan HANYA ALLAH tempat ANDA bergantung,&lt;br /&gt;So, jangan gantungkan diri ANDA kepada PIKIRAN dan PERASAAN ANDA,&lt;br /&gt;apalagi kepada orang lain di luar sana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda BUKANLAH apa yang Anda PIKIRKAN.&lt;br /&gt;Anda adalah Anda, dan Si Pikiran adalah Si Pikiran.&lt;br /&gt;Anda bertugas sebagai LEADER dan PENGAMAT bagi Si Pikiran.&lt;br /&gt;Jika Si Pikiran sedang NEGATIF, maka cukup amati saja dan beristighfarlah,&lt;br /&gt;dan jika Si Pikiran sedang POSITIF maka SUPPORTlah ia...&lt;br /&gt;Tak perlu stress karena berusaha mengendalikan Si Pikiran,&lt;br /&gt;sebab seringkali justru pikiran yang berhasil mengendalikan Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH hadirkan PIKIRAN &amp; PERASAAN kepada Anda sebagai UJIAN.&lt;br /&gt;UJIAN dalam bentuk keSENANGan atau penDERITAan.&lt;br /&gt;IBLIS dan Syaitan pun MEMENGARUHI dan MENGGODA manusia melalui PIKIRAN &amp; PERASAAN ini.&lt;br /&gt;Sehingga kita harus LIHAI membedakan mana PIKIRAN &amp; PERASAAN dari Syaitan&lt;br /&gt;dan mana PIKIRAN &amp; PERASAAN dari Tuhan.&lt;br /&gt;Itu sebabnya kita butuh KITABULLAH untuk memfilternya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bukanlah PIKIRAN &amp; PERASAAN,&lt;br /&gt;tapi PIKIRAN &amp; PERASAAN memang bertugas memengaruhi Anda...&lt;br /&gt;Karena ANDA bukanlah yang ANDA PIKIRKAN,&lt;br /&gt;maka jika hadir PIKIRAN yang "Bukan-Bukan" maka tenang saja&lt;br /&gt;sebab pelakunya bukanlah Anda,&lt;br /&gt;kecuali jika Anda "mengamini" dan "menikmati" Pikiran yang "bukan-bukan" itu ...&lt;br /&gt;TOLAKlah pikiran yang "bukan-bukan" itu dengan cara MENGABAIKANnya,&lt;br /&gt;TA'AWUDZ, dan BERISTIGHFAR kepada ALLAH.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan EMOSI/PERASAAN Anda...&lt;br /&gt;NASEHATilah ia sesering mungkin dengan AYAT-AYAT Ilahi,&lt;br /&gt;dan mintalah Allah agar menTENANGkan sang EMOSI.&lt;br /&gt;Anda bukanlah EMOSI yang Anda rasakan.&lt;br /&gt;Anda mah Anda, EMOSI mah ya Emosi.&lt;br /&gt;Kalau EMOSI sedang menTEROR Anda dan tidak mau diajak berDAMAI,&lt;br /&gt;maka berdo'alah "Hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maula wani'man nashiir"&lt;br /&gt;(Artinya : Cukup Allah bagiku sebagai Pelindung dan Penolong dan Allah lah sebaik-baik Pelindung dan Penolong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Tidak perlulah PIKIRAN dan PERASAAN Anda...&lt;br /&gt;menganalisa TAKDIR Allah yang belum terjadi atas diri Anda...&lt;br /&gt;sehingga Anda GELISAH karena analisa Anda dan bukan GELISAH karena takdir Nya...&lt;br /&gt;sebab takdir-Nya nanti masih BELUM TERJADI pada diri Anda ....&lt;br /&gt;kalaupun kelak sudah TERJADI dan Anda tidak menyukainya maka TERIMALAH,&lt;br /&gt;karena takdir itu pasti yang TERBAIK (baca : tercocok) untuk Anda, PASTI!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga lebih baik RASAkan saja keHADIRan Anda bersamaNya di setiap "saat" ..&lt;br /&gt;maka Anda niscaya selalu diJAGA-Nya...&lt;br /&gt;Jangan Takut dan Jangan Khawatir...&lt;br /&gt;PenJAGAan-Nya sangatlah SEMPURNA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBASkan diri Anda dari PIKIRAN Anda sendiri.&lt;br /&gt;SEJATINYA, Anda berbuat NEGATIF bukanlah karena PIKIRAN Anda ,&lt;br /&gt;tapi karena Anda SENDIRI yang kok mau-maunya diPENGARUHi oleh PIKIRAN Anda.&lt;br /&gt;Itu sebabnya kelak ANDA-lah yang berTANGGUNG JAWAB di hadapan Allah,&lt;br /&gt;...bukan PIKIRAN Anda.&lt;br /&gt;Kelak PIKIRAN hanya menjadi SAKSI dalam pengHISABan Anda,&lt;br /&gt;sebagaimana Penglihatan, Pendengaran, dan Fuad yang menjadi saksi.&lt;br /&gt;PIKIRAN adalah UJIAN, tempat SYAITHAN memBISIKkan banyak hal.&lt;br /&gt;Belajar menCUEKkan PIKIRAN berarti Anda belajar menCUEKkan SYAITHAN.&lt;br /&gt;Yuwaswisu fii shuduurinnaas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah ANDA yang diwakili oleh RUH yang telah dititipkan-Nya...&lt;br /&gt;RUH-lah yang seharusnya menjadi DRIVER/KENDALI dalam kehidupan Anda yang singkat...&lt;br /&gt;...sehingga jangan serahkan KENDALI kehidupan Anda kepada PIKIRAN dan PERASAAN Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, jangan izinkan emosiku, pikiranku, dan jasadku mengikat, mencemari, dan memengaruhi kefitrahan Ruh titipanMu ini.Tolong jagalah Ruh dari-Mu padaku ini, sehingga Ruh ini tetap bisa menjadi Driver bagi kehidupanku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, semoga kita terlindungi dari hal menTUHANkan dan mengABDI kepada PIKIRAN dan PERASAAN... sebab hanya Allah lah yang berhak ditTUHANkan, sedangkan PIKIRAN, PERASAAN, dan orang lain adalah sebagai pembelajaran dan kawan sinergi untuk bersama-sama bertemu Allah, insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Kang Zen Abdullah (cahaya-semesta.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6691844372536688038?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6691844372536688038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6691844372536688038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/menarikhakikat-pikiran-dan-perasaan.html' title='MENARIK...Hakikat PIKIRAN dan PERASAAN'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2536841866415137215</id><published>2011-02-09T08:54:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:56:39.484+07:00</updated><title type='text'>TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Pernahkah mengalami MUSIBAH atau COBAAN yang sangat menSAKITkan?&lt;br /&gt;Mungkin suami/istrei/anak Anda sakit yang tidak bisa disembuhkan atau bahkan meninggal, atau Anda di-PHK (kerja atau cinta), bisnis bangkrut, suami/isteri selingkuh, bercerai, suami tidak mau memberi nafkah, isteri yang tidak taat, sauadara, teman atau tetangga tidak mau menyapa, orang tua, suami, teman yang zhalim, dsb.&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin SABAR dan RIDLO menerima setiap keNYATAan,&lt;br /&gt;serta tetap bisa TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada mereka,&lt;br /&gt;dan tetap berSYUKUR kepada Allah atas keNYATAan tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda bisa melakukan seperti itu...&lt;br /&gt;berarti Anda telah melakukan hal yang menTAKJUBkan.&lt;br /&gt;Karena Rasulullah bersabda dari Suhaib r.a.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh menTAKJUBkan perkaranya orang yang berIMAN, karena SEGALA URUSANnya adalah BAIK baginya. Dan hal yang demikian itu TIDAK AKAN terdapat KECUALI HANYA pada orang MUKMIN; yaitu jika ia mendapatkan keBAHAGIAan, ia berSYUKUR, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang TERBAIK untuknya. Dan jika ia tertimpa MUSIBAH, ia berSABAR, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal TERBAIK bagi dirinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Dari hadits di atas ternyata TIPS-nya satu, yaitu menjadi manusia berIMAN&lt;br /&gt;Tetapi beriman yang seperti apa sahabat?&lt;br /&gt;Yaitu menjadi orang yang berIMAN dengan 6 RUKUN IMAN (berIMAN kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, Taqdir-Nya dan Hari Akhir) dan berIMAN dengan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 1. BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah SEMENTARA, bukan sebenarnya keHIDUPan dan AKHIRAT itulah keHIDUPan yang sebenarnya dan KEKAL.&lt;br /&gt;Sehingga kita akan berSABAR untuk menjalani keHIDUPan yang SEMENTARA dan menanti keHIDUPan yang KEKAL ABADI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA itu hanyalah perMAINan dan suatu yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan DUNIA ini tidak lain hanyalah keSENANGan yang MENIPU ?” (QS Al-Hadiid: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) SEHARI atau ½ HARI, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan SEBENTAR saja, kalau kamu mengetahui dengan sesungguhnya.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menCIPTAkan kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan diKEMBALIkan kepada Kami?” (QS Al-Mu'minuun: 112-115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 2. BerIMAN bahwa hidup di DUNIA adalah TEMPAT UJIAN (dengan keBURUKan dan keBAIKan ) dan akan diMINTA perTANGGUNGJAWABannya (kewajiban) masing-masing.&lt;br /&gt;Sehingga kita akan SIAP hidup susah (yang tidak sesuai dengan keinginan ) dengan penuh pengorbanan, kita akan IKHLAS (karena Allah bukan karena orang yang kita BENCI) tetap bisa TERSENYUM dan berbuat BAIK kepada orang yang menZHALIMi kita. Kita akan bisa mempunyai kePRIBADIan seperti para Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dialah yang menJADIkan MATI dan HIDUP, supaya Dia mengUJI kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Qs. al-Anbiya': 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 3. BerIMAN bahwa semua yang terjadi telah TERTULIS dalam KITAB di LAUH MAHFUZH.&lt;br /&gt;”Tiada suatu BENCANA pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah TERTULIS dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) SEBELUM Kami menCIPTAkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah MUDAH bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu JANGAN berDUKA cita terhadap apa yang LUPUT dari kamu, dan supaya kamu JANGAN TERLALU GEMBIRA terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah TIDAK MENYUKAI setiap orang yang SOMBONG lagi memBANGGAkan diri,” (QS Al-Hadiid: 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 4. BerIMAN bahwa UJIAN adalah untuk mengetahui keBENARan IMAN kita.&lt;br /&gt;”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka diBIARkan (saja) mengatakan: "Kami telah berIMAN", sedang mereka tidak diUJI lagi? Dan sesungguhnya Kami telah mengUJI orang-orang yang SEBELUM mereka, maka sesungguhnya Allah mengeTAHUi orang-orang yang BENAR dan sesungguhnya Dia mengeTAHUi orang-orang yang DUSTA.” (QS Al ’Ankabut : 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 5. BerIMAN bahwa disamping MUSIBAH COBAAN yang ada, jauh lebih BANYAK NIKMAT yang Allah berikan, dan kita WAJIB berSYUKUR dan berTAKWA.&lt;br /&gt;”Dan Dia telah memberikan kepadamu (kePERLUanmu) dari SEGALA apa yang kamu MOHONkan kepadanya. Dan jika kamu mengHITUNG NI’MAT Allah, TIDAKlah dapat kamu mengHITUNGnya. Sesungguhnya MANUSIA itu, sangat ZHALIM dan sangat mengINGKARi (ni`mat Allah).” (QS Ibrahim : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu berSYUKUR, pasti Kami akan menTAMBAH (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengINGKARi (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya ADZAB-Ku sangat PEDIH". (QS Ibrahim : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Siapakah yang memberi RIZKI kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) penDENGARan dan pengLIHATan, dan siapakah yang mengKELUARkan yang HIDUP dari yang MATI dan mengKELUARkan yang MATI dari yang HIDUP dan siapakah yang mengATUR segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "MENGAPA kamu tidak berTAKWA (kepada-Nya)?" (QS Yunus : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 6. BerIMAN bahwa semua keBAIKan "yang menimpa" kita berasal dari "sisi Allah" dan keBURUKan "yang menimpa" kita adalah disebabkan diri kita sendiri (dari nafs kita sendiri).&lt;br /&gt;”Apa saja NI’MAT yang kamu peroleh adalah DARIi Allah, dan apa saja BENCANA yang menimpamu, maka DARI (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS An Nisa : 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Boleh jadi kamu memBENCI sesuatu, padahal ia AMAT BAIK bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menSUKAi sesuatu, padahal ia AMAT BURUK bagimu; Allah MENGETAHUI, sedang kamu TIDAK MENGETAHUI. " (QS. Al Baqarah: 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 7. BerIMAN bahwa untuk masuk SURGA harus siap menerima UJIAN, dan BESARnya PAHALA tergantung BESARnya UJIAN.&lt;br /&gt;”Apakah KAMU mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA ? Padahal belum datang kepadamu COBAAN sebagaimana halnya orang-orang terDAHULU sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh MALAPETAKA dan keSENGSARAan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya perTOLONGan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya perTOLONGan Allah itu AMAT DEKAT.” (QS Al Baqarah :214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang PALING BERAT UJIAN dan COBAANnya?” Nabi Saw menjawab, “Para NABI kemudian yang MENIRU (menyerupai) mereka dan yang MENIRU (menyerupai) mereka. Seseorang diUJI menurut KADAR AGAMAnya. Kalau AGAMAnya TIPIS (lemah) dia diUJI sesuai dengan itu (RINGAN) dan bila IMANnya KOKOH dia diUJI sesuai itu (KERAS). Seorang diUJI terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi BERSIH dari DOSA-DOSA. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seorang hamba memiliki suatu DERAJAT di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan AMAL-AMAL keBAIKannya maka Allah mengUJI dan menCOBAnya agar dia menCAPAI derajat itu.” (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;”Apabila Aku mengUJI hamba-Ku dengan memBUTAkan keDUA MATAnya dan dia berSABAR maka Aku GANTI kedua matanya dengan SURGA. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.” (HR. Abu Ya’la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. BerIMAN bahwa UJIAN adalah bentuk KASIH SAYANG Allah kepada Hambanya, karena SURGA harus diperoleh dengan JIHAD (keSUNGGUHan) dan keSABARan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan keBAIKan maka ditimpakan UJIAN padanya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menCINTAi suatu kaum Allah mengUJI mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah kamu mengKIRA bahwa kamu akan MASUK SURGA? padahal belum NYATA bagi Allah orang-orang yang berJIHAD di antaramu, dan belum NYATA orang-orang yang SABAR.” (QS Ali ’Imran : 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. BerIMAN bahwa UJIAN dan COBAAN yang diterima akan mengHAPUS DOSA-DOSA.&lt;br /&gt;“Tiada seorang mukmin ditimpa RASA SAKIT, keLELAHan (kepayahan), diserang PENYAKIT atau keSEDIHhan (keSUSAHan) sampai pun DURI yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah mengHAPUS DOSA-DOSAnya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.” (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. BerIMAN bahwa UJIAN dan COBAAN adalah untuk menDEKATkan dirinya kepada Allah.&lt;br /&gt;”Apabila Allah menCINTAi hamba maka dia diUJI agar Allah menDENGAR perMOHONannya (kerendahan dirinya).” (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. BerIMAN bahwa Allah mengUJI seorang hamba sesuai dengan keMAMPUannya.&lt;br /&gt;”Allah tidak memBEBANi seseorang melainkan SESUAI dengan keSANGGUPannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ” (QS Al Baqarah : 286)&lt;br /&gt;”Tidak semestinya seorang muslim mengHINA dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana mengHIHA dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “MeLIBATkan diri dalam UJIAN dan COBAAN yang dia TAK TAHAN menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;”Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. BerIMAN bahwa Allah mengUJI manusia SEPERTI mengUJI keMURNIan EMAS.&lt;br /&gt;”Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah).” (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. BerIMAN bahwa berSABAR, berSYUKUR, meMAAFkan, dan berISTIGHFAR adalah HIDAYAH dari Allah.&lt;br /&gt;”Barangsiapa diUJI lalu berSABAR, diBERI lalu berSYUKUR, diZHALIMi lalu meMAAFkan dan menZHALIMi lalu berISTIGHFAR maka bagi mereka keSELAMATan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh HIDAYAH.” (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. BerIMAN bahwa keBERKAHan Allah adalah bila kita RIDLO dengan semua NI’MAT yang Allah berikan baik SEDIKIT atau BANYAK.&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mengUJI hambanya dalam RIZKI yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia RIDLO dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memBERKAHinya dan meLUASkan pemberianNya. Kalau dia TIDAK RIDLO dengan pemberianNya maka Allah TIDAK AKAN memberinya BERKAH.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab&lt;br /&gt;Semoga Sahabat mendapatkan HIKMAH yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2536841866415137215?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2536841866415137215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2536841866415137215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/tips-agar-sabar-dan-ikhlas-menerima.html' title='TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4584609187889311004</id><published>2011-02-09T08:44:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:51:21.696+07:00</updated><title type='text'>EMPAT ANUGRAH yang bisa MEMBAWA DERITA</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti MELIHAT dan berTANYA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYAK orang yang INGKAR kepada Allah...&lt;br /&gt;Tetapi mereka HIDUP MAKMUR dan BEBAS.&lt;br /&gt;BANYAK orang yang menSEKUTUkan Allah...&lt;br /&gt;Tetapi mereka TIDAK diHUKUM oleh Allah dengan SEGERA.&lt;br /&gt;BANYAK orang yang TIDAK SHOLAT dan berZAKAT...&lt;br /&gt;Tetapi mereka HIDUP MEWAH di DUNIA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak orang yang berIMAN dan berTAKWA...&lt;br /&gt;Tetapi mereka hidup di dalam PENJARA.&lt;br /&gt;Banyak orang yang SHOLEH berAKHLAQ MULIA...&lt;br /&gt;Tetapi mereka hanya hidup SEDERHANA dan seADAnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang yang tidak berHIKMAH mengatakan Allah tidak ADIL...&lt;br /&gt;Mengapa orang-orang yangINGKAR kepada Allah TIDAK diHUKUM&lt;br /&gt;Seperti kaum Nabi Nuh, kaum ’Ad, kaum Tsamud, kaum Nabi Luth dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tidaklah menjadi peTUNJUK bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami memBINASAkan umat-umat SEBELUM mereka, padahal mereka berJALAN (di bekas-bekas) tempat TINGGAL umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berAKAL." (QS. Thaahaa, 20: 128) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka masing-masing (mereka itu) Kami SIKSA disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya HUJAN BATU kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa dengan SUARA yang KERAS yang mengGUNTUR, dan di antara mereka ada yang Kami BENAMkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami TENGGELAMkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak mengANIAYA mereka, akan tetapi MEREKAlah yang mengANIAYA diri mereka sendiri." (QS. Al 'Ankabuut, 29: 40) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Ummat Nabi Muhammad berBEDA dengan ummat Nabi terdahulu,&lt;br /&gt;Ummat terdahulu langsung mendapat BALASAN di DUNIA...&lt;br /&gt;Tetapi Ummat Nabi Muhammad (sekarang) diberi TANGGUH...,&lt;br /&gt;Jadi jangan BANGGA bila berbuat DOSA...&lt;br /&gt;Dan Allah masih membukakan pintu-pintu RIZKI.&lt;br /&gt;Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...&lt;br /&gt;Dan Allah masih memberikan keSEHATan BADAN.&lt;br /&gt;Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...&lt;br /&gt;Dan Allah tidak memperLIHATkan DOSA-DOSA semasa di DUNIA.&lt;br /&gt;Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...&lt;br /&gt;Dan Allah tidak mengHUKUMnya di DUNIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'ad bin Hilal Rahimullah pernah berkata ;&lt;br /&gt;" Bila manusia ( umat Muhammad ) berbuat DOSA,&lt;br /&gt;maka Allah TETAP memberikan 4 ANUGERAH kepadanya yaitu :&lt;br /&gt;1. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan RIZKI.&lt;br /&gt;2. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan keSEHATan BADAN.&lt;br /&gt;3. Allah tidak akan memperLIHATkan DOSAnya semasa di DUNIA.&lt;br /&gt;4. Allah tidak mengHUKUMnya di DUNIA&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Karena ANUGERAH tersebut bisa membawa DERITA...&lt;br /&gt;Bila tidak dimanfaatkan dengan seBENARnya...&lt;br /&gt;Bila tidak berSYUKUR dan berTAUBAT...&lt;br /&gt;Bila tidak digunakan untuk keBAIKan dan keTAKWAan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi janganlah SILAU melihat orang yang berBUAT DOSA...&lt;br /&gt;Tetapi Allah membukakannya pintu RIZKI,&lt;br /&gt;Allah memberikannya keSEHATan BADAN,&lt;br /&gt;Allah masih menjaga keMULIAannya,&lt;br /&gt;Mereka BEBAS bergerak di DUNIA,&lt;br /&gt;Dan Allah tidak mengHUKUMnya dengan SEGERA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw :&lt;br /&gt;لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ&lt;br /&gt;“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh keBEBASan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.Itu hanyalah keSENANGan sementara, Kemudian tempat tinggal mereka ialah JAHANNAM; dan Jahannam itu adalah tempat yang seBURUK-BURUK-buruknya.” (QS. Ali Imran : 196-197)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ&lt;br /&gt;“ Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian TANGGUH kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya berTAMBAH-TAMBAH DOSA mereka; dan bagi mereka ADZAB yang mengHINAkan.” (QS. Ali Imran : 178)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ&lt;br /&gt;“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami berSEGERA memberikan keBAIKan-keBAIKan kepada mereka? Tidak, Sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mukminun : 55-56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;br /&gt;“Kehidupan DUNIA dijadikan INDAH dalam pandangan orang-orang KAFIR, dan mereka memandang HINA orang-orang yang berIMAN. Padahal orang-orang yang berTAKWA itu lebih MULIA daripada mereka di HARI KIAMAT. Dan Allah memberi RIZKI kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al Baqarah : 212)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah swt berfirman tentang orang kafir :&lt;br /&gt;وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ&lt;br /&gt;“Dan Aku memberi TANGGUH kepada mereka. Sesungguhnya RENCANA-Ku amat TEGUH.” (QS. Al A'raf : 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ&lt;br /&gt;“Dan sekiranya bukan Karena hendak mengHINDARi manusia menjadi UMAT yang SATU (dalam keKAFIRan), tentulah kami BUATkan bagi orang-orang yang KAFIR kepada Tuhan yang Maha Pemurah LOTENG-LOTENG PERAK bagi RUMAH mereka dan (juga) TANGGA-TANGGA (PERAK) yang mereka menaikinya.” (QS. Az Zukhruf : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila kita telah LALAI dan berBUAT DOSA...&lt;br /&gt;MANFAATkanlah 4 ANUGERAH Allah kepada Ummat Nabi Muhammad tersebut,&lt;br /&gt;Untuk berTAUBAT dan mperBAIKi diri serta berAMAL SHOLEH...&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya 4 ANUGERAH tersebut adalah KASIH SAYANGnya...&lt;br /&gt;Buat orang yang berTAUBAT dan berTAKWA.&lt;br /&gt;Dan karena sesungguhnya 4 ANUGERAH tersebut adalah PENANGGUHAN Allah...&lt;br /&gt;Buat orang yang TETAP berDOSA agar SEMAKIN MERANA di NERAKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (berIMAN) hendaklah ia berIMAN, dan barangsiapa yang ingin (KAFIR) biarlah ia KAFIR". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang ZHALIM itu NERAKA, yang GEJOLAKnya MENGEPUNG mereka. Dan jika mereka meminta MINUM, niscaya mereka akan diberi MINUM dengan AIR seperti BESI yang menDIDIH yang mengHANGUSkan muka. Itulah MINUMan yang paling BURUK dan TEMPAT ISTIRAHAT yang PALING JELEK.” (QS Al-Kahfi :29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ’alam bi showab&lt;br /&gt;Semoga mendapatkan HIKMAH yang baanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4584609187889311004?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4584609187889311004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4584609187889311004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/empat-anugrah-yang-bisa-membawa-derita.html' title='EMPAT ANUGRAH yang bisa MEMBAWA DERITA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-9197914481567885272</id><published>2011-02-09T08:41:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:42:34.836+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan BerSabar</title><content type='html'>Allah Ta’ala sesungguhnya telah menyifatkan orang-orang yang sabar, dengan beberapa sifat. Ia menambahkan lebih banyak derajat dan kebajikan kepada sabar. Ia menjadikan derajat dan kebajikan itu sebagai hasil (buah) dari sabar. Maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;“Dan Kami jadikan di antara mereka itu beberapa pemimpin yang akan memberikan pimpinan dengan perintah Kami, yaitu ketika mereka berhati teguh (sabar)”. (QS. As-Sajadah : 24).&lt;br /&gt;“Dan telah sempurnalah perkataan yang baik dari Tuhan engkau untuk Bani Israil, disebabkan keteguhan hati (kesabaran) mereka”. (QS Al A’raf : 137).&lt;br /&gt;“Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat, disebabkan kesabaran mereka”. (QS. Al Qashash : 54)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung”. (QS Az-Zumar : 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak ada dari pendekatan diri manusia kepada Allah (ibadah), melainkan pahalanya itu ditentukan dengan kadar dan dapat dihitung, selain sabar. Dan sesungguhnya adanya puasa itu sebagian dari sabar dan puasa itu separuh sabar, maka Allah Ta’ala mengaitkan puasa itu bagi orang-orang yang bersabar, bahwa Ia bersama mereka.&lt;br /&gt;“Hendaklah kamu bersabar, sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Anfal : 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya! Kalau kamu sabar dan memelihara diri, sedang mereka datang kepadamu (menyerang) dengan cepatnya, Tuhan akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang akan membinasakan”. (QS. Ali ‘Imran : 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penelitian semua ayat-ayat tentang kedudukan sabar itu akan panjang bila diteruskan.&lt;br /&gt;Adapun hadits-hadits yang menyangkut dengan sabar, maka di antara lain, Nabi s.a.w. bersabda : “Sabar itu separuh iman”, sebagaimana nanti akan diterangkan caranya sabar itu separuh iman. Adapun hadits-hadits yang lain di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari yang sekurang-kurangnya diberikan kepada kamu, ialah: keyakinan dan kesungguhan sabar. Siapa yang diberikan keberuntungan dari keyakinan dan kesungguhan sabar itu, niscaya ia tidak peduli dengan yang luput dari padanya, dari shalat malam dan puasa siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan engkau bersabar di atas apa yang menimpa atas diri engkau, adalah lebih aku sukai, daripada disempurnakan oleh setiap orang daripada kamu, kepadaku, dengan seperti amalan semua kamu. Akan tetapi aku takut, bahwa dibukakan kepadamu dunia sesudahku. Lalu sebagian kamu menetang sebagian yang lain. Dan akan ditantang kamu oleh penduduk langit (para malaikat) ketika itu. Maka siapa yang sabar dan memperhitungkan diri, niscaya memperoleh kesempurnaan pahalanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi s.a.w. membaca firman Allah Ta’ala: “Apa yang di sisi kamu itu akan hilang dan apa yang di sisi Allah itu yang kekal. Dan akan Kami berikan kepada orang-oang yang sabar itu pembalasan, menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya” (An-Nahl:96).&lt;br /&gt;Diriwayatkan Jabir, bahwa Nabi s.a.w ditanyakan tentang iman, maka Beliau menjawab: “Sabar dan suka memaafkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada nabi Daud a.s.:&lt;br /&gt;“Berakhlaklah dengan akhlak-Ku! Sesungguhnya sebagian dari akhlak-Ku, ialah, bahwa Aku Maha Sabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits yang diriwayatkan ‘Atha’ dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat orang-orang Anshar, lalu beliau bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu ini semua orang beriman?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mereka diam. Maka menjawab Umar r.a.: “Ya, wahai Rasulullah!”.&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. lalu bertanya: “Apakah tandanya keimanan kamu itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: “Kami bersyukur atas kelapangan. Kami bersabar atas percobaan. Dan kami rela dengan ketetapan Tuhan (qadha Allah Ta’ala)”.&lt;br /&gt;Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Demi Tuhan pemilik Ka’bah! Benar kamu itu orang beriman!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.&lt;br /&gt;Isa Al-Masih a.s. berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah, bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik. Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali r.a. berkata pula:&lt;br /&gt;“Sabar itu dari iman, adalah seperti kedudukan kepala dari tubuh. Tidak ada tubuh bagi orang yang tidak mempunyai kepala. Dan tidak ada iman, bagi orang yang tiada mempunyai kesabaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Habib bin Abi Habib Al Bashari, apabila membaca ayat: “Sesungguhnya dia (Ayub) kami dapati, seorang yang sabar. Seorang hamba yang amat baik. Sesungguhnya dia tetap kembali (kepada Tuhan)” (QS. Shad : 44), lalu beliau menangis dan berkata: “Alangkah menakjubkan! Ia yang memberi dan Ia yang memujinya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-9197914481567885272?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/9197914481567885272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/9197914481567885272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/keutamaan-bersabar.html' title='Keutamaan BerSabar'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4075665916956491609</id><published>2011-02-09T08:40:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:41:12.402+07:00</updated><title type='text'>Manisnya Iman</title><content type='html'>Sabda Rasulullah SAW.: "Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman (iaitu) Allah dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya (Allah dan Rasul), dan dia mencintai seseorang semata-mata kerana Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api". (Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman adalah membenarkan secara putus (jazim) tanpa ragu sedikitpun dengan apa yang datang daripada Rasulullah SAW. yang diikuti dengan ketundukan hati dan ketenteraman jiwa menerima ketentuannya tanpa perasaan degil dan takabbur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang-kadang terdapat iman yang jazim pada seseorang dan tidak ada keraguan sedikitpun terhadap kebenaran yang datang daripada Rasulullah SAW. tetapi sayangnya terkadang kadang iman tersebut diikuti oleh rasa sombong dan enggan serta tidak mahu melaksanakan apa yang diyakininya itu. Maka dalam keadaan seumpama ini, dia belum digolongkan sebagai orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga terdapat orang yang memiliki iman yang jazim tanpa sedikitpun ada perasaan ragu, malahan dia tidak mempunyai sifat degil dan takabbur terhadap apa diyakininya. Tetapi sayangnya kita lihat orang tersebut tenggelam kedalam dunia kelalaian, dia tidak pandai menilai kadar iman sebagaimana semestinya, dia lalai untuk menunaikan kewajiban mensyukuri nikmat tersebut. Manusia seperti inilah yang dikatakan orang yang beriman atau " mukmin " yanq belum mendapatkan " kemanisan iman ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini mengandunqi asas-asas utama bagi semua pintu kebaikan. Kemanisan iman adalah sesuatu yang dapat dirasakan oleh mukmin yang tenteram jiwanya terhadap nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemanisan iman seseorang dapat menghadapi hidup dengan penuh ceria. Keimanannya dapat membimbing dirinya untuk menghadapi kehidupan ini walau bagaimanapun keadaan yang menimpanya. Jika sedang ditimpa kesusahan dia boleh bersabar, dan dia dapat merasakan nikmat kesabaran. Dan jika dia mendapat nikmat kesenangan maka ia pandai bersyukur, dan dia dapat merasakan nikmat kesyukuran. Dia meyakini bahawa segala yang menimpanya apakah baik atau buruk adalah telah ditentukan oleh Allah sejak azali. Oleh itu ia dengan jiwa tenang dapat menghadapi semua keadaan dengan rasa redha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah begitu besar nikmat yang dia dapat rasakan ketika di dunia lantaran kemanisan iman yang dimilikinya, sudah pasti lebih besar lagi nikmat yang bakal dia terima di sisi Allah kelak di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adalah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ialah kecenderongan jiwa seseorang kepada sesuatu yang boleh memberinya kelazatan, manfaat ataupun kerana sesuatu itu sesuai dengan fitrah (tabiat) nya. Ada beberapa sebab yang boleh menimbulkan rasa cinta seseorang. Menurut Imam Al Ghazali bahawa ada 5 sebab yang mendorong perasaan cinta seseorang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta manusia kepada dirinya, kewujudannya, keberkekalan dan kesempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta manusia kepada orang yang berbuat ihsan kepadanya dan orang yang boleh mendatangkan manfaat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cinta manusia kepada orang yang suka berbuat ihsan semata-mata kerana ihsannya. Walaupun dia sendiri tidak berhajat kepada ihsan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cinta manusia kepada kecantikan dan keindahan. Keindahan yang memikat ada yang hissy (fisical) seperti keindahan warna warni bunga dan binatang, dan ada pula yang maknawy (abstrak) seperti akhlak yang luhur dan sifat mulia dari seseorang umpamanya: berilmu, cerdik, berani, adil, sabar, cekal dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cinta manusia kepada seseorang disebabkan kerana orang yang dicintainya itu memiliki persamaan sifat dengannya, walaupun semua sebab terdahulu atau sebahagiannya tidak wujud pada orang tersebut. Ini sesuai dengan sabda Nabi SAW.: Roh-roh adalah tentera tentera yang dipersenjatakan, maka apa yang sesuai dengannya dia akan mesra dan apa yang bercanggah dengannya dia akan berbeza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kita amat amati sebab sebab cinta diatas dengan cermat nescaya kita dapati kesemua sebab itu mewajibkan orang beriman yang benar-benar mengenali Tuhannya untuk mencintai Allah dengan kadar cinta yang tidak ada tolok bandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah atau kesan cinta seseorang kepada Allah akan menimbulkan ketaatannya kepada Allah yakni melaksanakan suruhan Nya dan menjauhi laranqan-Nya. Tetapi perlu diingat bahawa terdapat perbezaan antara taat kerana cinta (mahabbah) dengan taat kerana mengharap dan takut (rakhbah dan Rahbah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4075665916956491609?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4075665916956491609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4075665916956491609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/manisnya-iman.html' title='Manisnya Iman'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6255464831773496141</id><published>2011-02-09T08:37:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:40:13.915+07:00</updated><title type='text'>Derita Wanita Karir</title><content type='html'>Bersamaan perkembangan zaman, kaum perempuan boleh berbahagia, karena peluang mereka untuk mengaktulisasikan dirinya makin terbuka lebar. Kita melihat makin banyak perempuan-perempuan yang bekerja di luar rumah sebagai "wanita karir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bisa sukses di bidangnya masing-masing dan kita pun dibuat terkagum-kagum pada kaum perempuan yang berhasil menduduki "posisi penting" dalam berbagai organisasi. Tapi tak banyak kaum perempuan yang menyadari berapa harga yang harus mereka bayar baik secara psikologi, biologi dan sosial demi mengejar predikat wanita karir yang sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum perempuan boleh berbangga hati merayakan kebebasannya sekarang. Menjadi perempuan karir sudah menjadi hal yang lumrah di jaman modern seperti sekarang ini dan mayoritas perempuan beranggapan, perempuan tanpa karir, ibarat ikan tanpa air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain ada kelompok perempuan yang mengklaim mendapatkan kebebasan itu. Padahal mereka tidak lebih hanya sebagai alat jual-beli produk. Perempuan-perempuan ini tidak sungkan-sungkan memanfaatkan kemolekan tubuhnya untuk keperluan iklan komersial, menjual senyumnya saat bekerja sebagai sales dan menggunakan uang gajinya dari pekerjaan itu hanya untuk membeli barang-barang yang diperintahkan "harus mereka miliki". Pendek kata, kaum perempuan yang sudah menjadi budak entitas komersil yang sebenarnya tidak membuat hidup kaum perempuan lebih sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mencuat di kalangan kaum perempuan yang kritis adalah, apakah menjadi wanita karir merupakan kebebasan yang hakiki buat kaum perempuan atau hanya manipulasi dan eksploitasi terselubung terhadap kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin banyaknya perempuan yang berkarir menimbulkan dampak sosial yang cukup serius. Eropa misalnya, belakangan ini menyuarakan kekhawatirannya atas semakin banyaknya perempuan Eropa yang lebih memilik karir, dan telah menyebabkan turunnya tingkat kesuburan perempuan di benua itu dan berdampak pada cepatnya penurunan populasi usia kerja. Kaum perempuan di Eropa ternyata lebih senang "merawat karirnya" ketimbang menjalankan apa yang menjadi insting kaum perempuan untuk merawat dan mendidik anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan bahkan harus menjadi "superwoman" dengan berperan ganda sebagai isteri, ibu dan wanita karir. Tidak bisa dipungkiri, faktanya, porsi waktu yang dihabiskan lebih banyak untuk kepentingan karir mereka dibandingkan untuk melayani keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita karir bisa memiliki apa saja, tapi sesungguhnya mereka tidak punya kehidupan. Itulah pengakuan jujur Gaby Hinsliff, seorang edtitor desk politik di Observer. Hinsliff memilih meninggalkan karirnya yang sudah mapan agar lebih bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak lelakinya yang berusia dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinsliff dengan berani mengungkapkan kegalauannya ketika harus menggabungkan antara bekerja dan keluarga dan ia mewakili penderitaan banyak wanita karir yang selama ini tak bisa mereka ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi para wanita karir itu berjuang mengejar karirnya, di sisi lain mereka berjuang untuk mendapatkan kembali kehidupan mereka sebagai perempuan dan sebagai ibu serta merawat anak-anak mereka agar tumbuh menjadi manusia yang seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinsliff, tanpa diduga mendapat dukungan atas keputusannya itu dari sejumlah wanita karir yang sukses. Salah satu komentar yang ditulis untuk Hinsliff antara lain,"Ini benar-benar membuat mata kita terbuka, -tetapi masyarakat menilai perempuan berdasarkan prestasi kerja mereka, tidak pernah prestasi mereka sebagai ibu ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar lainnya tertulis,"Mengapa begitu penting bagi perempuan untuk 'diakui' oleh orang lain meski mereka merasa tidak berguna?" Karena paling penting bagi seorang perempuan adalah kepuasan ketika melakukan sesuatu yang menurut mereka penting, termasuk ketika perempuan memilih menjadi seorang ibu dan isteri yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6255464831773496141?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6255464831773496141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6255464831773496141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/derita-wanita-karir.html' title='Derita Wanita Karir'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-9171040938133494632</id><published>2011-02-09T08:34:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:37:55.799+07:00</updated><title type='text'>HIKMAH DI BALIK SAKIT</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Al Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”. (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sakit Menjadi Kebaikan bagi Seorang Muslim jika Dia Bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sakit Akan Menghapuskan Dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, ”Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sakit akan Membawa Keselamatan dari Api Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sakit akan Mengingatkan Hamba atas Kelalaiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Al An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara ta’at dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat Hikmah yang Banyak di Balik Berbagai Musibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-9171040938133494632?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/9171040938133494632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/9171040938133494632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/hikmah-di-balik-sakit.html' title='HIKMAH DI BALIK SAKIT'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5392748115155565829</id><published>2011-02-09T08:29:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T08:34:11.014+07:00</updated><title type='text'>Sifat Hurul‘in (Bidadari)</title><content type='html'>1. Sebagai Istri yang Suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepala dan Kerudung yang Dikena­kannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wajahnya Putih dan Cantik Jelita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sangat Indah Rupawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keindahan Matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pandangannya Pendek (Tidak Liar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keindahan Hidung dan Kelembutannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pipinya Mulus, Bersih dan Ranum Kemerah-merahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mulutnya Manis dan Senyumnya Meman­car­kan Cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Nyanyiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Suaranya Paling Merdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kekal Abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Selalu Berada dalam Keamanan dan Ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Selalu dalam Kesenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Selalu Rela dan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Senantiasa Menetap dan Mendampingi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Dipingit (Tidak Kemana-mana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Berada dalam Tenda-Tenda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Selalu Memuji lagi Menyambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Rambutnya Hitam Legam dengan Aro­manya yang Harum Semerbak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Lehernya Halus dan Panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pinggangnya Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Perutnya Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Hatinya Menjadi Cermin bagi Suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Pergelangan Tangan, Tapak Tangan dan Cincinnya Sangat lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Disucikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Mereka Adalah Perawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Tidak Membosankan Suami dan Selalu Memuaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Betisnya Bening, Tumitnya Putih Mulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Aroma dan Perhiasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Wanita yang Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Cerah Memancarkan Cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Kedudukannya Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Berlimpah Kecintaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Sebaya dan Sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Benar-Benar Suci, dan sebelum­nya tidak pernah Disentuh oleh Manusia maupun Jin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Luput (Terbebas) dari Akhlak Tercela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Diciptakan oleh Dzat Yang Maha Bijaksana Secara Langsung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5392748115155565829?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5392748115155565829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5392748115155565829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/sifat-hurulin-bidadari.html' title='Sifat Hurul‘in (Bidadari)'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2639107129753488824</id><published>2011-02-09T08:29:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:29:38.014+07:00</updated><title type='text'>MARATUL SOLEHA</title><content type='html'>Rasulullah SAW menggambarkan beberapa sifat seorang wanita sholeha, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya." (riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat, seorang wanita yang terbiasa taat pada orang tua maka akan mudah taat pada suami. Selama perintah suaminya adalah ma'ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Enak Dipandang, tidak harus cantik. Mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cinta dan Pasrah, seorang pria tentu mengharapkan seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Suka Membantu, wanita sholeha adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta'ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami. ﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2639107129753488824?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2639107129753488824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2639107129753488824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/maratul-soleha.html' title='MARATUL SOLEHA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7734764347897777766</id><published>2011-02-09T08:25:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:26:29.725+07:00</updated><title type='text'>Surga Hanya Dimasuki Orang-orang yang Diampuni-Nya</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Manusia tinggal di dunia tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah”&lt;br /&gt;(QS Adz Dzariyat 51: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberikan jin dan manusia keistimewaan.&lt;br /&gt;Allah telah menciptakan apa yang di langit dan bumi untuk jin dan manusia.&lt;br /&gt;Bahkan adanya surga dan neraka adalah untuk jin dan manusia.&lt;br /&gt;Bagi yang mengikuti mengikuti Allah dan Rasul-Nya maka dia masuk Surga.&lt;br /&gt;Dan bagi yang mengikuti Iblis dan teman-temannya maka dia masuk Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi manusia adalah makhluk yang lemah, sering lalai dan berbuat dosa.&lt;br /&gt;Sehingga Surga hanyalah dimasuki siapa-siapa yang diampuni-Nya.&lt;br /&gt;Orang-orang yang diampuni adalah orang-orang yang bertaqwa&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang melakukan taubat nasuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al hadid 57:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al Anfal 8:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66,&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Allah adalah Maha Pengampun, tetapi ada orang yang tidak diampuninya, yaitu orang-orang yang menyekutukan Allah (syirik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Diamengampuni&lt;br /&gt;segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yangdikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa&lt;br /&gt;(kezhaliman) yang sangat besar" (QS An Nisaa' 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas radhiallahu 'anhu, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Allah ta’ala telah berfirman : “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah menjamin, siapa yang tidak syirik maka PASTI masuk surga.&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda, "Jibril berkatakepadaku,' Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan&lt;br /&gt;Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'"&lt;br /&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka penting sekali memahami SYIRIK.&lt;br /&gt;Apa sebenarnya syirik, jenis-jenisnya dan bahayanya.&lt;br /&gt;Siahkan Sahabat Hikmah mengambil HIKMAH tentang syirik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah pada perkara yang merupakan hak istimewa-Nya. Hak istimewa Allah seperti: Ibadah, mencipta, mengatur, memberi manfaat dan mudharat, membuat hukum dan syariat dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS-JENIS SYIRIK&lt;br /&gt;1. Syirik Akbar&lt;br /&gt;Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat syirik akbar adalah memalingkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allah, seperti memohon dan taat kepada selain Allah, bernadzar untuk selain Allah, takut kepada mayat, kuburan, jin, setan disertai keyakinan bahwa hal-hal tersebut dapat memberi bahaya dan mudharat kepadanya, memohon perlindungan kepada selain Allah, seperti meminta perlindungan kepada jin dan orang yang sudah mati, mengharapkan sesuatu yang tidak dapat diwujudkan kecuali oleh Allah, seperti meminta hujan kepada pawang, meminta penyembuhan kepada dukun dengan keyakinan bahwa dukun itulah yang menyembuhkannya, mengaku mengetahui perkara ghaib, menyembelih hewan kurban yang ditujukan untuk selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG...Silahkan klik link fan page KKH untuk melanjutkan : http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;&amp;note_id=464941345848&amp;id=291202364354&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7734764347897777766?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7734764347897777766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7734764347897777766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/surga-hanya-dimasuki-orang-orang-yang.html' title='Surga Hanya Dimasuki Orang-orang yang Diampuni-Nya'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3653456248608097399</id><published>2011-02-09T08:24:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:25:34.357+07:00</updated><title type='text'>Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu</title><content type='html'>“Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, muslimah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku muslimah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3653456248608097399?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3653456248608097399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3653456248608097399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/muslimah-cantik-bermahkota-rasa-malu.html' title='Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-8289760337614482568</id><published>2011-02-09T08:20:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T08:22:09.376+07:00</updated><title type='text'>JANGAN HALANGI AKU MEMBELA RASULULLAH</title><content type='html'>Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.”Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….”Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.“Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…”Nasibah tertunduk sebentar, “Inna lillah…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.”Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?”Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.“Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.”Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.”Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.”Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….”Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?”Utusan itu menunduk sedih, “Betul….”“Inna lillah….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis.“Kau berduka, ya Ummu Amar?”Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.”Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.”Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?”Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!”Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.”Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….”Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?”Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.”Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?”Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?”“Beliau tidak kurang suatu apapun…”“Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….”“Engkau masih luka parah, Nasibah….”“Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?”Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-8289760337614482568?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/8289760337614482568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/8289760337614482568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah.html' title='JANGAN HALANGI AKU MEMBELA RASULULLAH'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3696495281239776221</id><published>2011-02-09T08:20:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:20:57.543+07:00</updated><title type='text'>Alam adalah Tentara Allah... Bersahabatlah !</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Alam semesta ciptaan Allah adalah hamba-hamba Allah.&lt;br /&gt;Mereka juga tentara Allah yang sangat tangguh dan patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan kepunyaan Allah-lah TENTARA langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Fath 48:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut, hujan, angin topan, bumi, gunung, binatang buas…&lt;br /&gt;Hingga serangga kecil yang merayap lambat...&lt;br /&gt;Adalah tentara Allah yang sangat perkasa.&lt;br /&gt;Para tentara Allah itu tunduk patuh kepada Allah,&lt;br /&gt;Mereka bertasbih dan betahmid memuji-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan berTASBIH dengan MEMUJI-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti TASBIH mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Isra’ 17:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka siap diperintahkan oleh Allah...&lt;br /&gt;Untuk menghukum orang kafir sebagai musuh Allah.&lt;br /&gt;Atau melindungi orang-orang beriman sebagai kekasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa membaca ayat Al Quran bagaimana Allah mengirimkan tentara-Nya...&lt;br /&gt;Untuk menghukum Fir’aun dan kaumnya yang melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS Al A’raf 7:133) Para ahli tafsir mengatakan yang dimaksud darah dalah air yang berubah menjadi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Laut Merah pun bisa bersahabat dengan Nabi Musa,&lt;br /&gt;Tetapi berubah menjadi musuh yang ganas buat Fir’aun dan tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kisah Rasulullah yang hijrah dan bersembunyi di Gua Tsur,&lt;br /&gt;Burung merpati dan laba-laba tunduk atas perintah Allah...&lt;br /&gt;Mereka dengan cepat membuat sarang dan bertelur di mulut gua...&lt;br /&gt;Sehingga musyrikin Mekah tidak menyangka ada manusia di dalam gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bagaimana langit dan bumi menjadi tentara Allah ...&lt;br /&gt;Yang dikirim kepada ummat Nabi Nuh yang angkuh dan keras kepala.&lt;br /&gt;Langit menumpahkan bermiliar kubik air, deras dan sangat deras...&lt;br /&gt;Dengan disertai angin topan yang sangat kencang.&lt;br /&gt;Bahkan air juga memuncrat hebat dari dalam tanah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba bumi menjadi hamparan samudera yang sangat luas.&lt;br /&gt;Yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh,&lt;br /&gt;Dan menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.&lt;br /&gt;Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim." (QS Hud 11:42-44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta dalah sesama ciptaan Allah,&lt;br /&gt;Kita bisa bersahabat dengan alam atas ikatan iman.&lt;br /&gt;Bersama alam kita bertasbih, mengagungkan Allah, memuji-Nya,&lt;br /&gt;Menyembah-Nya dan mengesakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya berTASBIH apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) SHALAT dan TASBIHnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS An Nur 24:41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersahabat dengan alam dengan ikatan iman memberikan banyak manfaat.&lt;br /&gt;Diantaranya, alam bisa menjadi pengingat kita setiap saat.&lt;br /&gt;Terutama setelah berbagai musibah datang silih berganti di Bumi Pertiwi.&lt;br /&gt;Alam menampakkan ketundukkannya kepada Sang Khaliq,&lt;br /&gt;Yang tunduk atas perintah-Nya untuk menunjukkan kebesaran-Nya&lt;br /&gt;Bahwa alam adalah TENTARA-Nya...&lt;br /&gt;Bahwa alam juga berTASBIH dan berTAHMID...&lt;br /&gt;Bahkan merekapun SHALAT...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersahabat dengan alam dengan ikatan iman...&lt;br /&gt;Mengingatkan kita bagaimana menjalani hidup dengan baik.&lt;br /&gt;Mengingatkan kita dari kesalahan dan dosa.&lt;br /&gt;Bila seluruh isi alam ini beriman selalu bertahmid kepada-Nya.&lt;br /&gt;Alangkah malunya kita, bila selalu bermaksiat kepada-Nya.&lt;br /&gt;Bila seluruh isi alam ini shalat dan bertasbih kepada-Nya.&lt;br /&gt;Alangkah hinanya manusia yang berakal bila tidak shalat dan takabur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... semestinya kita malu dengan tanah yang kita injak,&lt;br /&gt;Malu dengan udara yang kita hirup,&lt;br /&gt;Malu kepada matahari yang menerangi kita,&lt;br /&gt;Malu kepada pohon-pohon yang berdiri tenang,&lt;br /&gt;Malu kepad nyamuk-nyamuk yang beterbangan sekitar kita,&lt;br /&gt;Malu kepada semut-semut yang merayap ketakutan,&lt;br /&gt;Bahkan malu kepada bayang-bayang kita sendiri yang selalu mengikuti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan SUJUD kepada Allah, sedang mereka berendah diri ?&lt;br /&gt;Dan kepada Allah sajalah berSUJUD segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka TAKUT kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS An Nahl 16:48-50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka senantiasa bertasbih, bertahmid, sujud dan shalat serta takut kepada Allah...&lt;br /&gt;Sementara kita? Apa yang selama ini kita lakukan kepada Allah?&lt;br /&gt;Tadi pagi... ? Tadi malam...? Kemarin... ? Dulu...? Hari ini...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam memberi kita inspirasi iman yang sangat kaya.&lt;br /&gt;Dalam diamnya, mereka tengah bersuara dengan bahasa yang lain.&lt;br /&gt;Seperti tengah menohok jantung kita, menyadarkan tentang Allah.&lt;br /&gt;Tidak sulit memahami perspektif iman dalam bersahabat dengan alam.&lt;br /&gt;Hanya dibutuhkan sedikit penghayatan dan perenungan...&lt;br /&gt;Serta sedikit waktu untuk berlatih jujur.&lt;br /&gt;Tetapi itu semua akan sulit bagi mereka yang dengan sengaja menutup mata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berAKAL, (yaitu) orang-orang yang BERDZIKIR (mengingat) Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka meMIKIRkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran 3:190-191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita perhatikan...&lt;br /&gt;Dari setiap jengkal daratan di bumi...&lt;br /&gt;Dari setiap lereng gunung yang lebat...&lt;br /&gt;Dari setiap hamparan lautan yang luas...&lt;br /&gt;Para tentara Allah tersebut tak pernah lelah MEMBERI...&lt;br /&gt;Berapakah yang telah dinikmati oleh manusia dari alam semesta ini ?&lt;br /&gt;Dan itu semua adalah atas perintah-Nya...&lt;br /&gt;Maka selayaknya kita bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bila kita merusak alam dan lalai dan lupa kepada Penguasanya,&lt;br /&gt;Allah akan menegur kita dengan tentara-Nya...&lt;br /&gt;Agar kita kembali bersujud dan bertasbih kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (Sesungghnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali." Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al baqarah 2:155-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seluruh makna tersebut di atas itulah kita menghayati...&lt;br /&gt;Alam semesta adalah tentara Allah yang beriman dan patuh kepada-Nya.&lt;br /&gt;Karenanya kita harus bersahabat dengan mereka dalam ikatan iman.&lt;br /&gt;Bukan sebaliknya malah membuat kerusakan, onar....&lt;br /&gt;dan bangga menumpuk dosa di atasnya.&lt;br /&gt;Dan... kita juga harus saling mengingatkan...&lt;br /&gt;Karena fitnah tersebut tidak hanya menimpa orang-orang yang selalu berbuat dosa saja,&lt;br /&gt;Tetapi juga akan menimpa orang-orang yang beriman di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan takutlah (peliharalah) dirimu daripada fitnah (bencana) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras hukuman-Nya.” (QS Al Anfal 8:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali bin Abi Thalib memberi nasehat:&lt;br /&gt;“Tidaklah musibah itu turun, kecuali lantaran dosa. Dan tidaklah ia bisa diangkat kecuali dengan taubat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak sedang mengajari siapapun.&lt;br /&gt;Apalagi menggurui para korban bencana yang mencabik-cabik negeri ini.&lt;br /&gt;Kita sangat sadar, untuk tabah atas semua kepahitan ini saja tidak mudah.&lt;br /&gt;Tetapi setelah segala duka nestapa ini...&lt;br /&gt;Tidak adakah umpan balik yang lebih bertenaga ?&lt;br /&gt;Setelah segala kehilangan yang menyakitkan ini...&lt;br /&gt;Haruskah kita kehilangan spirit untuk menghayati rahasia alam dibalik semuanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menjadi seorang mukmin, dalam suka maupun duka.&lt;br /&gt;Kita harus menjadi seorang mukmin, dalam karunia maupun bencana.&lt;br /&gt;Allah yang Maha Suci lagi Maha Bijaksana tidak akan salah membedakan...&lt;br /&gt;Mana diantara kita yang diadzab karena dosanya...&lt;br /&gt;Dan mana yang sedang diuji untuk menaikkan derajat keimanannya.&lt;br /&gt;Meski semuanya tercebur dalam satu kubangan bencana yang sama rasanya.&lt;br /&gt;Kita memang harus tetap menjadi seorang mukmin, apappun yang terjadi.&lt;br /&gt;Meskipun ini memang sulit...&lt;br /&gt;Tetapi pilihan lain akan jauh lebih menyakitkann.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3696495281239776221?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3696495281239776221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3696495281239776221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/alam-adalah-tentara-allah-bersahabatlah.html' title='Alam adalah Tentara Allah... Bersahabatlah !'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6623932134098395437</id><published>2011-02-09T08:16:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:20:13.749+07:00</updated><title type='text'>Diantara Lingkaran Kehidupan</title><content type='html'>Setiap orang berada didalam salah satu diantara dua lingkaran :&lt;br /&gt;RAHMAT dan KEADILAN.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berada didalam lingkaran Rahmat,&lt;br /&gt;Kelak akan berada didalam lingkaran Keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berada didalam lingkaran Keadilan,&lt;br /&gt;Kelak akan berada di dalam lingkaran Pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang tidak tercukupi kefakirannya dengan sedikit harta,&lt;br /&gt;Maka dia tidak akan merasa cukup dengan harta yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang tidak mendapat manfaat dari sedikit ilmu,&lt;br /&gt;Maka mustahil ia akan mendapatkannya dari banyak ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu sibuk memenuhi hak Tuhannya daripada hak dirinya dan teman-temannya, maka ia adalah hamba yang dekat dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu sibuk memenuhi hak dirinya sendiri sendiri daripada Tuhannya dan teman-temannya, maka ia adalah hamba hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu sibuk memenuhi hak teman-temannya daripada hak Tuhan dan dirinya, maka ia adalah hamba kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu sibuk memenuhi hak Tuhannya dan teman-temannya daripada hak dirinya, maka ia adalah pewaris para nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang terpuji adalah yang menyampaikan seseorang pada perbuatan yang baik atau menyelamatkan dari perbuatan jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang diperbolehkan adalah yang tidak menyebabkan seseorang meninggalkan perintah dan menerjang larangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang terhina dalam lisan Al-Quran dan Al-Sunnah adalah yang menyebabkan seseorang meninggalkan ketaatan atau melakukan maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan mengerti kedudukan suatu nikmat,&lt;br /&gt;kecuali berada pada keadaan yang berlawanan dengan nikmat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak akan terhibur seseorang yang tertimpa musibah,&lt;br /&gt;Kecuali mengetahui ada orang lain yang tertimpa musibah seperti dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan,&lt;br /&gt;seseorang yang berjuang mengejar dunia yang belum pasti didapatkannya,&lt;br /&gt;Dan jika mendapatkannya, ia dalam keraguan untuk mendapatkan manfaat dari apa yang didapatnya.&lt;br /&gt;Ia pun dalam keyakinan akan meninggalkan dan keluar dari dunia,&lt;br /&gt;Tetapi untuk kematian yang sudah pasti, ia menghadapinya dengan sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang terbiasa membatalkan suatu kemauan,&lt;br /&gt;Maka dirinya akan terhalang dari suatu keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saduran bebas dari "Membuka Rahasia Ilahi" karya Allamah Sayyid Abdullah Al-Hadad)&lt;br /&gt;=Bulan Cahaya=&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6623932134098395437?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6623932134098395437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6623932134098395437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/diantara-lingkaran-kehidupan.html' title='Diantara Lingkaran Kehidupan'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3090665690815551265</id><published>2011-02-09T08:15:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:16:52.523+07:00</updated><title type='text'>Kisah Mengharukan Seorang Anak</title><content type='html'>Sepasang suami meninggalkan seorang diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus teriak, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan teriakan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mataisterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb........Pantes kha hukuman itu dy terima??????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3090665690815551265?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3090665690815551265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3090665690815551265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/kisah-mengharukan-seorang-anak.html' title='Kisah Mengharukan Seorang Anak'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2054178820125465247</id><published>2011-02-09T08:13:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T08:15:15.945+07:00</updated><title type='text'>Amanah Bisa Melapangkan Rejeki</title><content type='html'>Jujur dan amanah adalah dua sifat utama yang akan menghantarkan seseorang atau suatu bangsa pada keberhasilan dan kesuksesan yang hakiki. Nabi Yusuf AS berhasil menghantarkan masyarakat Mesir pada kesejahteraan dan kemakmuran, karena beliau dan timnya memiliki sifat amanah dan menjaga serta memiliki profesionalitas yang tinggi (QS. Yusuf [12] ayat 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ. {يوسف: 55}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." (QS. Yusuf [12]: 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits riwayat imam ad-Daelamy, Rasulullah SAW mengatakan bahwa sifat amanah itu akan mengundang rizki, sebaliknya sifat khianat itu akan mengundang kefakiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُوْلُ اللهِ s: الأَمَانَةُ تَجْلِبُ الرِّزْقَ وَالْخِيَانَةُ تَجْلِبُ الْفَقْرَ. {رواه الديلمي}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah Saw. bersabda: “Sifat amanah dan jujur itu akan menarik rizki, sedangkan khianat itu akan menarik (mengakibatkan) kefakiran.” (HR. Dailamiy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping secara pribadi harus jujur, orang yang beriman pun diperintahkan membangun suasana dan lingkungan yang penuh dengan kejujuran (QS. At-Taubah [9] ayat 119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيـــُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِيْنَ. {التوبة: 119}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah [9]: 119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa dan Negara kita sekarang ini sangat membutuhkan para pemimpin, para pegawai dan anggota masyarakat yang memiliki kejujuran yang tangguh, disamping profesionalitas yang tinggi, untuk bisa membawa bangsa ini keluar dari krisis yang sangat kompleks dan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalehan sosial, yang dibangun melalui ibadah-ibadah yang disyariatkan, antara lain peduli, empati dan simpati, serta bersedia menolong orang lain yang sedang mendapatkan kesulitan, seperti yang terjadi sekarang ini. Disamping banyaknya orang miskin yang membutuhkan pertolongan, juga banyak orang yang menderita karena mendapatkan musibah, seperti gempa bumi di beberapa daerah di Jawa Barat dan Sumatera Barat, yang telah mengakibatkan korban harta dan jiwa yang cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyatakan dalam sebuah hadits, bahwa Allah SWT akan menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong sesamanya. Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang sedang mendapatkan kesulitan, maka Allah SWT akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُوْلُ اللهِ s: مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ، وَاللهُ فيِ عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فيِ عَوْنِ أَخِيْهِ...{رواه ابن ماجه}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut mau menolong sesama saudaranya ...”. (HR. Ibnu Majjah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita jadikan semangat beribadah ini, untuk penguatan kesalehan individual dan kesalehan sosial, agar kehidupan kita menjadi lebih baik dan lebih bermakna dalam pandangan Allah SWT maupun dalam pandangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN AMANAH DENGAN KEIMANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dalam diri seseorang. Sabda nabi SAW: “Tidak ada iman pada orang-orang yang tidak ada amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang yang tidak bisa dipegang janjinya.” (HR Ahmad 3/135, Ibnu Hibban dalam shahihnya Mawarid azh-Zham’an-47, al-Bazzar dalam musnadnya Kasyful Astar-100, lih. Juga dalam Albani Shahih Jami’ Shaghir-7056)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yang salah satu cirinya adalah dipegangnya amanah oleh yang orang-orang bukan ahlinya dalam masalah tersebut. Sabda nabi SAW: “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah tibanya Kiamat.” Kata para sahabat ra: Bagaimanakah disia-siakannya wahai rasuluLLAH? Jawab nabi SAW: “Ketika suatu urusan dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah tibanya Kiamat.’” (HR Bukhari dalam Fathul Bari’ hadits no. 59 dan 6496)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hilangnya Amanah Terjadi Bertahap, sebagaimana sabda nabi SAW: “Seorang tertidur maka hilanglah amanah dari hatinya bagaikan titik hitam, lalu ketika ia tertidur lagi maka hilanglah amanah tersebut bagaikan bekas/jejak, demikianlah seterusnya sampai tidak ada lagi amanah dihatinya, dan tidak ada lagi di hati manusia, sehingga mereka tidak menemukan lagi orang yang amanah. Maka berkatalah sebagian mereka: Di tempat anu masih ada seorang yang bisa dipercaya. Sampai dikatakan kepada seseorang: Ia tidak bisa dipegang, tidak berakal, tidak ada dihati mereka sebesar biji sawi dari keimanan.” (HR Muslim dalam Mukhtashar Shahih Muslim hadits no. 2035)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2054178820125465247?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2054178820125465247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2054178820125465247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/amanah-bisa-melapangkan-rejeki.html' title='Amanah Bisa Melapangkan Rejeki'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-1995120379582490523</id><published>2011-02-09T08:13:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:13:56.025+07:00</updated><title type='text'>Pembuka-Pembuka Keberkahan Rejeki</title><content type='html'>Kadang kita merasa orang yang sangat tidak beruntung jika melihat perekonomian di atas kita sehingga kita sering tidak bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan…. Kita merasa kadang hidup sangatlah sulit dan atas itu semua kita mencari alasan untuk menyalahkan siapa atau apa….. Jarang atau bahkan kurang kita dalam melihat kenyataan yang ada disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara mungkin yang dapat kita jalankan jika ingin rejeki kita lancar dan berlimpah, di antaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taqwa&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tawakal&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat&lt;br /&gt;Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Istighfar&lt;br /&gt;“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS Nuh: 10-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah dan al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Silaturahmi&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sedekah&lt;br /&gt;Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berbuat Kebaikan&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Alqashash:84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berdagang&lt;br /&gt;Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bangun Pagi&lt;br /&gt;Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, “Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, “Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bersyukur&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat melakukan dan mempraktekannya demi kehidupan yang lebih baik. Amin ya Rabbi…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-1995120379582490523?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/1995120379582490523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/1995120379582490523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/pembuka-pembuka-keberkahan-rejeki.html' title='Pembuka-Pembuka Keberkahan Rejeki'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5013104974812600288</id><published>2011-02-09T08:12:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:12:43.005+07:00</updated><title type='text'>Nabi saw dan kaum wanita</title><content type='html'>Musuh Islam selalu mengatakan bahwa Islam menzalimi golongan wanita. Islam dituduh menindas dan menyekat hak-hak wanita. Sehingga ada yang tergamak berpandangan bahwa Islam menjadikan wanita hanya sebagai pelayan lelaki dan sasaran nafsu semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kepalsuan tuduhan ini ternyata dari riwayat-riwayat hadith dari Rasulullah r yang jelas memuliakan wanita dan mengangkat kedudukannya. Nabi saw mengambil kira pandangan mereka dalam perbincangan, berlemah lembut kepada mereka, berlaku adil dalam setiap pendirian, dan memberikan semua haknya yang tidak terbayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa arab – secara tabiatnya - sebelum Islam sangat membenci anak perempuan. Mereka menganggap anak perempuan adalah sesuatu yang memalukan. Sehingga sebagian arab jahiliyah terkenal dengan menanam anak-anak perempuan hidup-hidup. al-Qur`an menggambarkan hal itu dalam firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأُنثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدّاً وَهُوَ كَظِيمٌ * يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ سَاء مَا يَحْكُمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila seseorang dari mereka diberi khabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. * Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (QS. an-Nahl:58-59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wanita di masa jahiliyah, apabila suaminya meninggal dunia, diwarisi oleh anak-anak dan keluarga suaminya yang mati. Jika mereka mahu, mereka mengahwinkannya dengan salah seorang dari mereka dan jika mahu mereka menghalangnya dari bernikah hingga ke akhir hayat. Maka Islam membatalkan semua itu dengan hukum yang disyari’atkan oleh Allah I yang merupakan hukum-hukum yang adil, yang meliputi hak-hak perempuan dan laki-laki dalam batasan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Nabi r telah mengkhabarkan dasar persamaan wanita dan laki-laki dari sisi kemanusiaan. Nabi r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguh para wanita adalah saudara kandung laki-laki.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, tidak ada pertarungan di antara jantina lelaki dan perempuan seperti yang digambarkan oleh musuh-musuh Islam, tetapi yang ada adalah persaudaraan dan saling melengkapi antara dua jantina ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur`an menetapkan masalah persamaan dalam iman, amal dan balasan, firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya lelaki dan perempuan yang muslim, lelaki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyu', lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzaab :35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh baik lelaki mahupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab. (QS. Ghafir:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah r menceritakan cintanya kepada wanita dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ النِّسَاءُ وَالطِّيْبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِى الصَّلاَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dikurniakan kecintaan dalam diriku dari duniaku: wanita dan minyak wangi, dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Nabi r mencintai wanita, bagaimana mungkin baginda berbuat zalim kepadanya? Bagaimana boleh baginda menghinakannya? Dan apa mungkin baginda saw menganiayainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menghapuskan adat membenci anak perempuan dan menanamnya hidup-hidup. Nabi r telah membatalkan perangai jahat itu dan mendorong dalam mendidik para putri dan berbuat baik kepada mereka. Nabi r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا, جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ – وَضَمَّ بَيْنَ أَصَابِعِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menanggung dua anak perempuan hingga baligh, nescaya dia datang pada hari kiamat, aku dan dia – baginda menyatukan di antara jari-jarinya.” HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengisyaratkan ketinggian kedudukannya dan dekatnya dengan Nabi r, hal itu tidak lain kecuali kerana dia mengurus baik puteri-puterinya dan menjaga mereka hingga mereka mencapai usia baligh dan mukalaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ, أَوْ ثَلَاثُ أَخَوَاتٍ, أَوْ بِنْتَانِ, أَوْ أُخْتَانِ, فَأَحْسَنَ صُحْبَتَهُنَّ, وَاتَّقَى اللهَ فِيهِنَّ, فَلَهُ الجنَّةُ" [رَواهُ الترمِذيُّ وصحَّحه الألبانيُّ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mempunyai tiga orang puteri atau dua adik beradik perempuan, atau dua orang puteri, atau dua orang adik beradik perempuan, lalu ia baik dalam memperlakukan mereka dan bertaqwa kepada Allah r pada mereka (dalam mengurus mereka), maka untuknya adalah surga." (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi r memberikan perhatian serius terhadap pendidikan wanita, maka baginda r mengkhaskan untuk mereka satu hari yang mereka berkumpul padanya, maka baginda hadir menemui mereka dan mengajarkan kepada mereka dari sesuatu yang diajarkan Allah I kepadanya r (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi r tidak menjadikan perempuan terkurung di dalam rumah seperti dugaan setengah golongan. Bahkan Baginda r membenarkan mereka keluar dari rumah untuk menunaikan keperluan, mengunjungi kaum keluarganya, melawat orang sakit, berjual beli di pasar asalkan disertai sifat malu denga berhijab secara syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula baginda saw mengizinkan mereka keluar menuju masjid, bahkan melarang dari lelaki yang menghalangnya. Baginda r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"لَا تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ المسَاجِدَ" [رواه أحمد وأبوداود].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu menghalangi para wanita darimu pergi ke masjid." HR. Ahmad dan Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara pesanan baginda kepada kaum lelaki adalah sabda baginda saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikanlah pesan supaya berbuat baik kepada wanita." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menuntut agar berbuat baik dalam melayan kaum wanita, menghormati hak-hak mereka, memelihara perasaan mereka dan tidak menyakiti mereka dengan cara apa pun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5013104974812600288?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5013104974812600288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5013104974812600288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/nabi-saw-dan-kaum-wanita.html' title='Nabi saw dan kaum wanita'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2149095874141016648</id><published>2011-02-09T08:09:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:10:21.092+07:00</updated><title type='text'>Pencarian Tuhan Yang Sesuai Fitrah</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Proses pencarian Tuhan oleh manusia adalah hal yang fitrah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap manusia pasti membutuhkan keyakinan siapa Tuhan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Seorang Muslim sekalipun yang tidak mempunyai keyakinan kebenaran Tuhannya,&lt;br /&gt;maka kebutuhan yang paling fitrahnya belum terpenuhi.&lt;br /&gt;Dan selama itu pula dia tidak akan LURUS hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat orang yang memahami fitrahnya, dia akan terus mencari kebenaran Tuhannya.&lt;br /&gt;Dia tidak akan puas bila belum menemukan Tuhannya yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Karena Tuhan adalah Pencipta dan Penguasa Alam Semesta.&lt;br /&gt;Tetapi manusia mempunyai keterbatasan dalam mencari Tuhannya.&lt;br /&gt;Manusia butuh PETUNJUK dari Tuhan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pernah terjadi dalam proses pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;Dalam Al-Qurán Surat Al-Anám 75-79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda kekuasaan Kami yang terdapat di langit dan di bumi, agar ia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, ia menatap sebuah BINTANG seraya berkata, inilah Tuhanku. Namun ketika bintang tenggelam iapun berkata, aku tak suka kepada sesuatu yang lenyap (untuk dipertuhankan). Kemudian ketika ia memperhatikan BULAN terbit ia berkata, inilah Tuhanku. Tetapi setelah bulan itu terbenam iapun berkata, sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk padaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian ketika ia menatap MATA HARI terbit iapun berkata, inilah Tuhanku. Bukankah ia lebih besar? Tatkala matahari terbenam akhirnya ia berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku telah melepaskan diri dari apa yang telah kamu persekutukan (menyembah patung). Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi sebagai agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”(Q.S.Al-Anáam 75-79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah proses turunnya hidayah Tuhan kepada seorang hambanya Nabi Ibrahim 'alaihi salam yang merupakan titik temu antara pencarian manusia terhadap Tuhan melalui akalnya (dengan melihat ayat kauniyah) dengan petunjuk Tuhan melalui wahyunya (ayat qauliyah). Itulah sebabnya setelah Nabi Ibrahim menemukan Tuhannya melalui pencarian akalnya, iapun menyadari bahwa “Jika sekiranya Tuhan tidak menunjuki diriku dalam aku mencari Dia, niscaya aku tergolong orang-orang yang sesat” (Q.S.Al-Anáam 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Dialah Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah." (QS Al Mulk :3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah dalam menemukan Tuhan yang sebenarnya,&lt;br /&gt;Atau dia tidak peduli adanya Tuhan dan menuhankan hawa nafsunya..&lt;br /&gt;akan menyebabkan dia menderita di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Karena menemukan Tuhan yang sebenarnya adalah kebutuhan FITRAH manusia.&lt;br /&gt;Dalam pencarian Tuhan yang sebenarnya kita membutuhkan HATI, PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang tidak mau menggunakan anugerah Tuhan tersebut, maka dia akan tersesat.&lt;br /&gt;Dan dia melalaikan ketiga anugerah tersebut untuk mencari Tuhan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang menggunakan anugerah Tuhan tersebut maka dia akan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Telah Kami penuhi isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, yaitu mereka yang mempunyai hati tapi tak pernah digunakan untuk memikirkan ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tak digunakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga tak digunakan untuk mendengarkan firman-firman Allah. Mereka laksana binatang bahkan lebih rendah dari itu. Mereka itulah orang-orang yang lalai. ”(Q.S.Al-A’raf 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan proses pencarian Tuhan akan sampai dengan membaca (iqra').&lt;br /&gt;Itulah mengapa ayat yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam adalah perintah untuk membaca (iqra') dengan menyebut nama Tuhan baik membaca alam atau kalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS Al 'Alaq : 1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pencarian Tuhan akan ditemukan kepada orang-orang yang kritis dan logis.&lt;br /&gt;Orang-orang seperti ini tidak terpengaruh dengan lingkungan dan opini.&lt;br /&gt;Kita lihat Nabi Ibrahim 'alaihi salam yang lahir dari ayahnya yang pembuat berhala.&lt;br /&gt;Tetapi dia tidak serta mengikuti apa yang dibawa oleh nenek moyangnya.&lt;br /&gt;Demikian juga Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang dibesarkan oleh kakek dan pamannya yang menyembah patung-patung selain menyembah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap jiwa manusia secara FITRAH hanya mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Tuhannya.&lt;br /&gt;Karena sebenarnya setiap manusia sudah bersyahadat di hadapan Allah, bahwa Allah-lah Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian (syahadat) terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lalai terhadap hal ini (keesaan Tuhan)", atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?" (QS Al A'raf :172-173)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (QS Al Ikhlash :1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa di tengah santernya isu Islam sebagai terosris, tetapi orang-orang yang KRITIS dan LOGIS di Inggris telah menemukan KEBENARAN Islam. Kita mendengar berita wanita-wanita intelektual Inggris memeluk Islam, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lauren Booth, 43 tahun.&lt;br /&gt;Dia adalah ipar mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Dia mengatakan sekarang memakai jilbab yang menutupi kepala setiap kali meninggalkan rumah. Ia juga mengaku melakukan shalat lima kali sehari dan mengunjungi masjid setempat kapanpun dia bisa. Lauren berprofesi sebagai wartawan dan penyiar televisi. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim enam minggu lalu setelah mengunjungi tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom. “Ini adalah Selasa malam, dan saya duduk dan merasa ini suntikan morfin spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pergi ke Iran, ia mengaku telah tertarik pada Islam dan telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sebagai wartawan di Palestina. “Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan berada di tengah-tengah Muslimin,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristiane Backer (43 tahun).&lt;br /&gt;Dia adalah mantan VJ MTV .....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2149095874141016648?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2149095874141016648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2149095874141016648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/pencarian-tuhan-yang-sesuai-fitrah.html' title='Pencarian Tuhan Yang Sesuai Fitrah'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6070838493297613976</id><published>2011-02-09T08:08:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:09:13.671+07:00</updated><title type='text'>Seperti Pedagang Curangkah Kita?</title><content type='html'>Dalam menjalin hubungan dan bertransaksi dengan ALLAH (habluminallah) seringkali kita melakukan perhitungan.&lt;br /&gt;Kita bertransaksi denganNYA dengan hitung-hitungan untung-rugi layaknya pedagang, padahal ALLAH memberi kita tanpa perhitungan...&lt;br /&gt;padahal ALLAH telah menjanjikan berlipat-lipat atas kebaikan yang ktika lakukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan sekedar meniru pedagang biasa, bisa jadi malah kita berfikir seperti pedagang curang... yakni ketika kita berdoa, kita minta segera dipenuhi sesuai permintaan kita dan mendapat yang terbaik; namun ketika ALLAH meminta bukti keimanan kita, kita berfikir beribu kali lipat…&lt;br /&gt;Perilaku seperti itu bagaikan pedagang curang seperti yang disitir dalam Sr Muthaffifiin: 1-3...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bukan termasuk yang sedemikian, terutama saat kita akan berkurban di hari raya Kurban… Kurban yang kita berikan adalah sebagai bukti keimanan dan wujud syukur kita kepadaNYA. Syukur atas segala kebaikanNYA yang tak terhingga, tanpa perhitungan kepada kita. Syukur atas terkabulnya segala pinta kita...&lt;br /&gt;Seperti disitir dalam surat Al Kautsar 1-3…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ&lt;br /&gt;Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.&lt;br /&gt;إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Kanjeng Nabi Muhammad saw memberikan beberapa syarat minimal hewan yang dijadikan kurban&lt;br /&gt;Al-Bara' Ibnu 'Azib Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berdiri di tengah-tengah kami dan bersabda: "Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan kurban, yaitu: yang tampak jelas butanya, tampak jelas sakitnya, tampak jelas pincangnya, dan hewan tua yang tidak bersum-sum." (Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuhi syarat minimal, dan berikan yang terbaik yang kita mampu, karena kita juga selalu ingin mendapatkan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dijauhkan dari sifat pedagang curang dalam bertransaksi denganNYA... Aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma sholli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad wa ‘ala ali sayyidina wa maulana Muhammad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6070838493297613976?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6070838493297613976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6070838493297613976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/seperti-pedagang-curangkah-kita.html' title='Seperti Pedagang Curangkah Kita?'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3165561109549738951</id><published>2011-02-09T08:07:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:08:15.842+07:00</updated><title type='text'>Keadilan Nabi صلى الله عليه وسلم</title><content type='html'>Keadilan Nabi صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang dengan keadilan yang sejati sebagaimana kenyataan dalam firman Allah I:â إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى [النحل: 90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat." (QS. an-Nahl :90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى á [المائدة: 8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, kerana bersikap adil itu lebih dekat kepada taqwa." (QS. al-Maidah :8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara gambaran keadilan Nabi r yang sama-rata, kisah seorang perempuan mulia dari Bani Makhzum yang mencuri. Kes perempuan ini menarik perhatian kaum Quraisy dan mereka ingin mencari orang tengah yang boleh menjadi perantaraan dengan Rasulullah r untuk menghindarkan hukuman had darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka berkata: "Siapakah yang boleh bercakap dengan Rasulullah r dalam kes ini ?" Mereka berkata: " Tidak ada yang berani melakukannya kecuali Usamah bin Zaid t yang dicintai Rasulullah r." Maka perempuan itu dibawa ke hadapan Rasulullah r, lalu Usamah bin Zaid t bercakap tentang perempuan itu kepada Rasulullah r.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berubahlah raut wajah Rasulullah r dan bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللهِ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau memberi syafaat dalam satu had dari hudud Allah I?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah t berkata: " Mohonlah ampun untukku, wahai Rasulullah." Maka tatkala di waktu isya', Rasulullah r berdiri memberikan pidato. Lalu baginda r memuji Allah I sebagaimana mestinya, kemudian bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّما أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ، وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ، لَقَطَعْتُ يَدَهَا" [مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amma ba'du, sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kamu adalah bahwa mereka, apabila orang yang mulia mencuri di antara mereka, mereka membiarkannya. Apabila orang yang lemah mencuri pada mereka, mereka menegakkan hukum atasnya. Sesungguhnya aku, demi Allah yang diriku berada di tangan-Nya, jika sesungguhnya jika Fatimah binti Muhammad mencuri nescaya aku akan potong tangannya." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keadilan Nabi r yang tidak membezakan di antara orang yang mulia dan hina, atau di antara yang kaya dan miskin, atau di antara pemerintah dan rakyat. Semuanya berada di dalam timbangan kebenaran dan keadilan sama rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kisah keadilan baginda saw, kisah an-Nu'man bin Basyir t yang berkata: Ayahku memberikan satu pemberian kepadaku, lalu ibunya Umrah binti Rawahah radhiyallahu 'anha berkata: " Aku tidak redha sehingga Rasulullah r bersaksi ". Maka dia datang kepada Rasulullah r seraya berkata: " Sesungguhnya aku memberikan satu pemberian kepada anakku dari Umrah bin Rawahah t, lalu dia menyuruhku agar mempersaksikan kepada engkau, wahai Rasulullah". Rasulullah r bersabda: " Apakah engkau memberikan seperti ini kepada semua anakmu? " Dia menjawab: "Tidak." Beliau r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فاتَّقُوا اللهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَبْنَائِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bertaqwalah kepada Allah I dan berlaku adillah di antara anak-anakmu." Maka Basyir t pulang dan menarik balik pemberiannya.' Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat, dia berkata: " Apakah engkau mempunyai anak selain dia?" Dia menjawab: "Ya." Beliau r bersabda: "Apakah engkau memberikan semuanya seperti ini?" Dia t menjawab: "Tidak." Beliau r bersabda: "Maka aku tidak mahu bersaksi di atas kezaliman." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulkhuwaishirah at-Tamimi datang saat Nabi r membahagi harta, lalu berkata: " Berlaku adillah, wahai Rasulullah! Maka Rasulullah r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"وَيْلَكَ! وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ؟ قَدْ خِبْتُ وَخَسِرْتُ إِذَا لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ" . متفقٌ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celakalah engkau, siapakah yang adil apabila aku tidak adil ? Sesungguh aku rugi dan sia-sia jikalau aku tidak berlaku adil." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagindalah r yang Allah I memberikan kurnia kepadanya, member petunjuk kepdanya, dan memberikan amanah wahyu kepadanya. Bagaimana mungkin dia tidak adil? Sedangkan bagindalah yang bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"إِنَّ المقْسِطِينَ عِنْدَ اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وُلّوا" [رَوَاهُ مُسْلِم].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah I berada di atas minbar dari cahaya, iaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum mereka, keluarga mereka, dan apa yang mereka diberi kuasa." HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun keadilan sesama semua isteri, sesungguhnya Nabi r melaksanakannya dengan cara yang sebenarnya. Baginda r membahagikan di antara mereka apa yang dia r mampu samada berupa tempat tinggal, nafkah hidup dan selainnya dengan keadilan yang sempurna samada saat musafir atau bermuqim. Baginda menginap di sisi setiap isteri satu malam. memberi nafkah apa yang ada di tangannya dengan pembagian yang sama rata. Baginda menyediakan bagi setiap orang satu bilik. Apabila baginda saw ingin bermusafir, baginda r mencabut undian di antara mereka, setiap orang pada gilirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala baginda r ingin menetap di rumah Aisyah radhiyallahu 'anha semasa teruknya sakit baginda saw, mereka mengizinkan baginda r agar menetap saat sakit di rumah Aisyah. Maka baginda r tinggal di rumahnya hingga wafat. Walaupun telah berlaku adil seperti itu, baginda masih meminta uzur kepada Allah I sambil berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهُمَّ هَذَا قَسَمِي فِيمَا أَمْلِكُ، فَلَا تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلَا أَمْلِكُ" [رواه أبوداود والترمذيُّ].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, inilah pembahagian yang mampu aku lakukan, maka janganlah Engkau mencelaku pada sesuatu yang Engkau miliki dan aku pula tidak memiliki." HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi r memberikan peringatan keras terhadap sikap cenderung kepada salah seorang isteri dengan mengurangi hak yang lain. Nabi r bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ, فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا، جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ" [رواه مسلم].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mempunyai dua orang isteri, lalu dia cenderung kepada salah seorang dari keduanya, nescaya dia datang pada hari kiamat sedangkan sebelah tubuhnya condong." HR. Muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3165561109549738951?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3165561109549738951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3165561109549738951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/keadilan-nabi.html' title='Keadilan Nabi صلى الله عليه وسلم'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6509817156635035948</id><published>2011-02-09T08:06:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:06:57.515+07:00</updated><title type='text'>Para Ustadz/ah bukanlah Malaikat, para Dokterpun bukanlah Tuhan</title><content type='html'>Bismillaahirrohmanirrohiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ustadz, bila dia sudah melaksanakan tugasnya, maka dia sudah lepas tanggung jawab atas kejahatan masyarakatnya, bila masyarakat itu masih berbuat ma'siat. Namun, bila sang ustadz tak melaksanakan tugas/profesinya sebagai juru dakwah, baru ustadz itu salah (dan sebenarnya soal dakwah ini, masing-masing manusia diberi kewajiban, karena perintah dakwah dalam firman Allah bukan untuk para ustadz, tetapi untuk keseluruhan ummat Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa taziruu waaziratuwwizraa ukhraa"(Tidak ada seseorang menanggung dosa orang lain). Hal ini, sepanjang tugas sudah dilaksanakan. Kalau masih belum baik manusianya meski dah di dakwahin, itu bukan tanggung jawab para ustadz lagi, karena&lt;br /&gt;Hidayah hanya milik Allah semata Bukankah Allah sudah berfirman "Sesungguhnya engkau tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang kamu sukai/cintai, tetapi Allah sematalah yang akan memberikan hidayah tersebut", sekali lagi, para Ustadz, juru dakwah, bukanlah Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan para dokter, selagi mereka melaksanakan tugasnya, maka tak ada tanggung jawabnya terhadap pasiennya lagi&lt;br /&gt;atas kesembuhan, karena para dokter bukanlah Tuhan sang penyembuh total. Hanya saja, kalau dokter tak melaksanakan tugasnya sebagai seorang dokter dengan melaksanakan kode ethic kedokteran, baru disanalah sikap dan perbuatan dokter itu dipertanggung jawabkan dihadapan Allah 'Ta'ala kelak. Semua ini, karena kullukum raa'in, wakullu rain masuulun 'an ra'iyyatihi, masing-masing kamu pemimpin, dan kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu pimpin(yakni termasuk disana profesi kita masing-masing, kita harus bertanggung jawab, karena kelak akan ditanya, bukan sekedar umur saja, uang, harta, profesipun akan ditanya, kemana dari mana kita cari, dan untuk apa semua itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila kurang berkenan, kalau benar, itu semata dari&lt;br /&gt;Allah Ta'ala, kalau salah itu dari saya pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6509817156635035948?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6509817156635035948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6509817156635035948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/para-ustadzah-bukanlah-malaikat-para.html' title='Para Ustadz/ah bukanlah Malaikat, para Dokterpun bukanlah Tuhan'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3046706508354123150</id><published>2011-02-09T08:05:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:06:00.351+07:00</updated><title type='text'>Dia Wanita Atau Laki-laki ?</title><content type='html'>Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan kaum lelaki dan kaum wanita sebagai dua jenis kelamin yang berbeda. Allah Ta’ala juga telah menetapkan dan menakdirkan bahwa laki-laki tidak sama dengan wanita baik dalam bentuk fisik, kondisi dan penampilannya. Sifat lemah lembut dan cenderung suka berhias merupakan salah satu sifat yang membedakan wanita dengan kaum lelaki. Namun bagaimana kenyataan yang terjadi di jaman ini yang disebut-sebut sebagai zaman modern? Saat ini dengan mudah akan kita jumpai kaum wanita serupa dengan kaum laki-laki dalam hal berpakaian, gerakan, suara dan dalam semua hal yang merupakan fitrah bagi laki-laki. Demikian pula sebaliknya, banyak kaum laki-laki yang menyerupai wanita. Kaum laki-laki tidak mau kalah untuk ikut berdandan sebagaimana dandanan kaum wanita. Lalu bagaimana hukum Islam terhadap hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita muslimah, apakah kita menutup telinga dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut? Sesungguhnya menyerupai laki-laki demikian juga laki-laki yang menyerupai wanita merupakan dosa besar dikarenakan ancaman laknat yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Sebagian wanita ada yang melakukan beberapa perkara yang merupakan sifat khusus laki-laki, seperti berbicara dengan suara laki-laki (dengan dibuat-buat) atau semacamnya dengan maksud membuat orang lain tertawa atau untuk menakut-nakuti. Jika ia telah mengetahui keharaman menyerupai laki-laki namun ia tetap melakukannya, niscaya ia masuk ke dalam perkara yang dilaknat oleh Rasulullah. Apabila ia berbicara dengan suara laki-laki untuk menakut-nakuti mereka, maka ia berdosa dengan dosa yang lebih besar daripada jika ia hanya ingin membuat mereka tertawa. Yang demikian itu karena ia telah melakukan dua larangan yaitu menyerupai laki-laki dan menakut-nakuti orang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath-Thabari berkata di dalam Al-Fath, yang maknanya, “Tidak boleh bagi laki-laki untuk menyerupai wanita dalam pakaian dan perhiasan yang khusus untuk wanita, demikian juga sebaliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh berkata: “Demikian juga dalam berbicara dan berjalan, adapun dalam berpakaian, maka hal itu berbeda-beda sesuai dengan adat dari masing-masing negeri, karena mungkin ada kaum yang tidak membedakan antara pakaian wanita dengan pakaian laki-laki. Akan tetapi wanita dibedakan dengan adanya hijab dan cadar. Adapun celaan menyerupai dalam hal berbicara dan berjalan, maka itu khusus pada orang yang melakukannya dengan sengaja. Sedangkan orang yang memang sudah pembawaannya begitu, maka ia diperintahkan memaksakan diri untuk meninggalkannya dan membiasakan terus menerus hal itu (perilaku yang sesuai jenis kelaminnya –ed.) secara bertahap. Jika seseorang tidak meninggalkan hal ini serta terus-menerus melakukannya, maka ia terkena celaan tersebut. Apalagi jika nampak darinya sesuatu yang menunjukkan bahwa ia ridha dengan hal tersebut sehingga menjadi jelas, bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang yang ber-tasyabuh atau menyerupai sesuatu (yaitu menyerupai lawan jenisnya -ed).” Sesungguhnya selalu terdapat hikmah dalam setiap larangan Allah baik yang kita ketahui ataupun yang tersembunyi. Allah ‘Azza wa Jalla telah menciptakan makhluk-Nya dengan ciptaan yang paling sempurna serta disertai dengan sifat yang terbaik sesuai keadaannya. Semoga kita termasuk kaum yang berpikir. Allahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3046706508354123150?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3046706508354123150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3046706508354123150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/dia-wanita-atau-laki-laki.html' title='Dia Wanita Atau Laki-laki ?'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2128268712560346820</id><published>2011-02-09T08:04:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:05:41.492+07:00</updated><title type='text'>MENCARI BEKAL AKHERAT</title><content type='html'>Kepada Allah mohonkan RAHMAT&lt;br /&gt;Kepada Allah Banyakkan INGAT&lt;br /&gt;Kepada Nabi banyak SHOLAWAT&lt;br /&gt;Kepada QUR'AN kita BERSAHABAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Orang tua kita BERKHIDMAT&lt;br /&gt;Kerjakan IBADAT Banyakkah SHOLAT&lt;br /&gt;Petunjuk AGAMA wajib DIINGAT&lt;br /&gt;Luruskan NIAT dalam IBADAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhkan kerja yang maksiat&lt;br /&gt;Jauhkan sifat dengki dan khianat&lt;br /&gt;Jauhkan Syirik dan ajaran Sesat&lt;br /&gt;Jauhkan dengki, dendam kesumat&lt;br /&gt;Jauhkan lidah dari mengumpat&lt;br /&gt;Jaukah mulut dari Mudharat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada yang BAIK, kita MENDEKAT&lt;br /&gt;Bisikan Iblis, JANGAN DIINGAT&lt;br /&gt;Sesama mahluk, baikkan sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hidup kita manfaat,&lt;br /&gt;Senang di dunia, bahagia di akherat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling berwasiat dalam kebaikan dan&lt;br /&gt;kepada para sahabat !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2128268712560346820?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2128268712560346820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2128268712560346820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/mencari-bekal-akherat.html' title='MENCARI BEKAL AKHERAT'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7150739257306305461</id><published>2011-02-09T08:03:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T08:04:05.636+07:00</updated><title type='text'>Memahami Gempa dan Gunung Erupsi Menurut Sains dan Quran</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Disamping musibah yang tengah melanda di negeri ini,&lt;br /&gt;Dengan adanya gempa di ikuti tsunami di kepulauan mentawai,&lt;br /&gt;Dan Gunung Merapi yang terus erupsi.&lt;br /&gt;Marilah kita mengambil HIKMAH...&lt;br /&gt;Mengapa mesti ada gempa dan gunung yang erupsi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli geologi telah mengetahui bahwa yang berpengaruh besar dalam sejarah pembentukan bumi adalah munculnya rangkaian gunung. Munculnya relief gunung akan mempengaruhi keseimbangan lautan dan benua, menghilangkan beberapa bagian bumi yang tinggi dan menumbuhkan bagian-bagian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Siaveda, ahli geologi kelautan terbaik di Jepang dan ilmuwan terkemuka, pernah mengungkapkan bahwa ”Gunung-gunung terpancang demikian kuat di bumi, mereka menembus jauh ke dalam bumi dan mempunyai akar (seperti pasak). Baik pegunungan darat dan laut sama-sama memiliki akar untuk menyangga mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung-gunung yang hanya muncul sebagian kecilnya saja di atas bumi ini juga memiliki fungsi amat signifikan untuk menstabilkan kulit bumi. Telah terbukti bahwa yang paling mendasar dari perubahan-perubahan geologi adalah lipatan bumi yang asalnya dari rangkaian gunung. Lipatan tanah mengambil ’tempat duduk’ di atas relief, dan dimensinya berbeda-beda, sampai beberapa kilometer bahkan beberapa puluh kilometer. Dari fenomena lipatan inilah kulit bumi menjadi stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1500 tahun yang lalu sebelum para ahli mengetahui, keterangan tentang terpancangnya gunung-gunung sebagai pasak yang menstabilkan bumi telah ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang berfirman kepada Nabi yang buta huruf melalui Malaikat Jibril (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (Al Quran Surat Luqman ayat 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” ( Al Quran surat Al Anbiya ayat 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? "(Al Quran Surat An Naba ayat 6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan tanpa adanya gunung yang erupsi, maka bumi yang di dalamnya ada magma yang sangat panas, pasti bumi akan selalu berguncang hebat bahkan hancur berantakan. Dan pergeseran bumi pada lipatan bumi adalah elastisitas kulit bumi yang menyikapi menggelegarnya isi bumi. Bahkan dalam Al Quran digambarkan gunung (yang merupakan dataran tinggi sehingga berbentuk pulau di daratan) berjalan seperti jalannya awan yang menggambarka elastisitas kulit bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Quran Surat An Naml ayat 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami ini, insya Allah kita akan memaklumi setiap musibah gempa dan gunung yang erupsi. Alam ini tidak berjalan dengan sendirinya, semuanya atas kehendak Allah, dan Dia telah berbuat yang terbaik untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Quran Surat Al baqarah ayat 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang lain&lt;br /&gt;Kita bisa membayangkan, bagaimana komentar masyarakat jahiliyah saat itu yang mendapat ayat-ayat tersebut, mereka mengatakan Rasulullah Muhammad shalallaahu ’alaihi wa sallam sebagai orang gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Qur'an dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila". (Al Quran Surat Al Qalam ayat 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran benar-benar akan menjadi mukjizat bagi manusia modern, karena berbagai misteri yang ada dalam Al Quran akan bayak terbukti seiring berkembaangnya ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? ( Al Quran Surat Fushilat ayat 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi banyak manusia yang membaca dan mempelajari Al Quran tetapi tidak berpengaruh bagi keimanan mereka, karena hatinya keras membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah: 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah menyindir manusia yang demikian bahwa Gunnung pun punya perasaan dan rasa takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al Quran surat Al Hasyr ayat 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu memberikan HIKMAH kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al Quran Surat Al Baqarah ayat 269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7150739257306305461?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7150739257306305461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7150739257306305461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/memahami-gempa-dan-gunung-erupsi.html' title='Memahami Gempa dan Gunung Erupsi Menurut Sains dan Quran'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-692006316363916998</id><published>2011-02-09T08:00:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T08:03:31.045+07:00</updated><title type='text'>Kewajiban Syura/Musyawarah di Dalam Masyarakat Muslim</title><content type='html'>Kita myakini bahwa syura (bermusyawarah) adalah manhaj untuk sebuah jamaah, asas tegaknya hukum, dan jalan mendapatkan kebenaran. Hal itu tejadi dalam ruang lingkup kepemimpinan syariah, di mana nash-nash yang menjelaskannya sangat terpercaya sehingga wajib untuk diterima dan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan Nabi-Nya untuk bermusyawarah padahal dia ma’sum dan terbimbing oleh wahyu. Tujuannya, agar orang-orang sesudahnya mengikuti langkah beliau ini. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka serta bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau membualatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.” (QS. Ali Iman: 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga menjadikan syura sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari jama’ah kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. Al-Syura: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan perintah syura ini meluas sampai pada masalah-masalah keluarga, menyusukan anak dan menyapihnya. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS. Al-Baqarah: 233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik.” (QS. Al-Thalaq: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasalullah shallallaahu 'alaihi wasallam telah melaksanakan konsep ini. Maka beliau adalah orang yang paling sering bermusyawarah dengan para sahabatnya. Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak melihat seorang pun yang lebih banyak bermusyawarah dengan sahabatnya daripada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.” (HR Abdurrazzaq bin Mushhannaf, Imam Ahmad, dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian khulafa’ rasyidin mengikuti jejak langkah beliau ini. Al-Baihaqi meriwayatkan hadits dengan sanad yang shahih, dari Maimun bin Mihran berkata, “Adalah Abu Bakar al-Shiddiq, apabila menghadapi suatu masalah maka beliau mencari (jawabannya) dalam Kitabullah. Jika ia mendapatkan keputusan di dalamnya, maka beliau memutuskan dengannya. Apabila beliau mengetahui jawabannya dari sunnah Rasulullah, maka beliau memutuskan dengannya. Dan jika tidak mengetahuinya, beliau keluar dan bertanya kepada kaum muslimin tentang sunnah. Dan jika hal itu sulit baginya, dia memanggil para pemuka dan ulama’ kaum muslimin, lalu bermusyawarah dengan mereka. Begitu juga Umar, dia melakukan hal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya, bahwa Umar radhiyallaahu 'anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ بَايَعَ رَجُلًا عَنْ غَيْرِ مَشُورَةٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَلَا يُبَايَعُ هُوَ وَلَا الَّذِي بَايَعَهُ تَغِرَّةً أَنْ يُقْتَلَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membai’at seseorang tanpa musyawarah dari kaum muslimin maka ia dan orang yang membaiatnya tidak boleh diikuti (dibai’at), khawatir keduanya akan dibunuh.” Hal itu akan bisa membahayakan keduanya sehingga terjadi tindak pembunuhan terhadap keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya para imam (pemimpin) sesudah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam mengajak musyarah para ulama yang terpercaya dalam perkara-perkara yang mubah untuk mengambil yang paling mudah." (al-hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari dalam Shahihnya berkata, “Sesungguhnya para imam (pemimpin) sesudah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam mengajak musyarah para ulama yang terpercaya dalam perkara-perkara yang mubah untuk mengambil yang paling mudah. Dan apabila sudah jelas dalam Al-Kitab dan Sunnah, mereka tidak melangkahinya dengan memilih yang lain . . . dan para qurra’, mitra Umar dalam bermusyawarah terdapat orang tua dan muda. Dan Umar sangat komitmen dengan Kitabullah 'Azza wa Jalla.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-692006316363916998?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/692006316363916998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/692006316363916998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/kewajiban-syuramusyawarah-di-dalam.html' title='Kewajiban Syura/Musyawarah di Dalam Masyarakat Muslim'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5342589451211597420</id><published>2011-02-09T08:00:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T08:00:36.582+07:00</updated><title type='text'>Itu bukan masalahku</title><content type='html'>Itu bukan masalahku&lt;br /&gt;Isa Alamsyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor tikus panik melihat petani menyiapkan beberapa jebakan tikus di sawah.&lt;br /&gt;Ia begitu ketakutan dan segera berbegas mencari bantuan. Saat bertemu ayam ia bercerita.&lt;br /&gt;"Pak Tani memasang jebakan tikus, saya harus bagaimana?" tanyanya pada Ayam.&lt;br /&gt;"Wah itu bukan urusanku, mana aku tahu. Uruslah urusan masing-masing" jawab Ayam acuh.&lt;br /&gt;Tikus masih ketakutan ia datang menemui kambing.&lt;br /&gt;"Pak Tani memasang jebakan tikus, saya harus bagaimana?" tanyanya pada kambing.&lt;br /&gt;"Bukankah benda itu dinamakan 'jebakan tikus.' Jadi apa urusannya denganku. Kalau itu jebakan kambing baru aku boleh khawatir," jawab kambing seenaknya.&lt;br /&gt;Tikus tetap ketakutan, tapi masih ada harapan, ia pergi menemui sapi.&lt;br /&gt;"Pak Tani memasang jebakan tikus, saya harus bagaimana?" tanyanya pada sapi.&lt;br /&gt;"Hah jebakan tikus. Itu benda yang kecil sekali, Tidak ada pengaruhnya buat aku. Kenapa aku harus pikirkan." jawab Sapi sinis.&lt;br /&gt;Tikus benar-benar sedih, nampaknya benar-benar tidak ada yang mempedulikannya.&lt;br /&gt;Apalagi memang ayam, kambing dan sapi adalah peliharaan pak tani, sedangkan dia adalah buruannya pak tani.&lt;br /&gt;Malam itu tikus tidur semalaman, ia tidak berani mencari makan karena takut terkena jebakan tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh dini hari ketika hari masih gelap, Pak tani dan istrinya sepeti biasa pergi ke sawah.&lt;br /&gt;Mereka juga melihat apa jebakan tikus yang dipasang sudah berhasil menangkap tikus.&lt;br /&gt;Karena subuh masih sangat gelap, tanpa sengaja istri Pak tani memegang jebakan tikus yang ternyata menjepit ular berbisa. Ular tersebut sempat mematok istri Pak tani hingga terkena racun berbisa.&lt;br /&gt;Istri Pak tani langsung di bawa ke dokter.&lt;br /&gt;Karena tak sanggup membayar dokter, pak tani menyembelih ayamnya dan menjual dagingnya untuk membayar biaya dokter.&lt;br /&gt;Ternyata perawatan dokter saja tidak cukup untuk mengatasi bisa yang berbahaya ini. Maka terpaksa pak tani membawa istrinya masuk ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Uang muka masuk rumah sakit cukup mahal. Pak tani terpaksa menyembelih kambingnya dan menjual dagingya ke pasar untuk menutupi uang muka ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Ternyata biaya perawatannya sangat mahal. Perlu perawatan khusus untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;Pak tani akhirnya terpaksa menyembeli sapinya dan menjual dagingnya untuk membayar biaya perawatan.&lt;br /&gt;Begitulah akhir kisah jebakan tikus.&lt;br /&gt;Sapi, kambing dan ayam tidak pernah menduga jebakan tikus yang diacuhkannya justru membuat mereka disembelih lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmahnya?&lt;br /&gt;Seringkali kita menganggap masalah orang lain bukan masalah kita.&lt;br /&gt;Masalah lingkungan bukan masalah kita.&lt;br /&gt;Padahal jika kita telusuri bisa jadi masalah tersebut akan mempengaruhi hidup kita juga, atau mungkin keluarga kita.&lt;br /&gt;Ada teman atau kerabat kita terlibat narkoba kita biarkan karena itu urusan dia sendiri.&lt;br /&gt;Tapi ternyata kita jadi korban karena barang-barang kita dicuri untuk membeli narkoba.&lt;br /&gt;Lebih buruk lagi anak kita ikut menjadi candu narkoba akibat perbuatannya.&lt;br /&gt;Kita membuang sampah sembarangan, akibatnya terjadi banjir yang salah satunya akibat sampah yang kita buang.&lt;br /&gt;Kalaupun kita tidak jadi korban banjirnya, kita jadi korban macetnya.&lt;br /&gt;Karena itu jangan terlalu mudah mengabaikan masalah, karena mungkin kita jadi korbannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5342589451211597420?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5342589451211597420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5342589451211597420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/itu-bukan-masalahku.html' title='Itu bukan masalahku'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-215124487123062620</id><published>2011-02-09T07:59:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:59:27.479+07:00</updated><title type='text'>Jalan Terdekat Menuju Surga</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga…negeri indah yang jauh di mata, tapi setiap jiwa mengharapkannya. Ada yang berusaha sungguh-sungguh, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi…adapula yang putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangan dosa. Mengapa? Karena, ia merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, wahai kawan yang hampir putus asa, atau telah berputus asa, dan kawan-kawan yang tak ingin berputus asa, telah ku dapati percakapan penuh nasehat dalam tulisan yang singkat, tentang jalan paling mudah dan dekat menuju surga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah percakapan yang ku maksud…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Fulan bertanya pada temannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai saudaraku tercinta! Apakah engkau menginginkan surga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah dari kita yang tidak ingin masuk surga? Siapa di antara kita yang tak ingin mendapatkan kenikmatan yang kekal abadi? Dan siapakah di antara kita yang tak ingin merasakan kesenangan yang kekal, serta kelezatan-kelezatan yang terus menerus, yang tak kan lenyap dan tak pula terputus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Fulan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu…maka mengapa engkau tak beramal shalih yang dapat menyampaikanmu ke surga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jalan ke surga itu sulit, panjang, penuh rintangan dan duri. Sedangkan diriku ini lemah, tak dapat aku bersabar atas kesulitan dan kesusahan yang terdapat di jalan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Fulan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku…jika engkau merasa tidak dapat bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, serta bersabar untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat selama di dunia, lalu bagaimana engkau akan bersabar jika nanti di akhirat engkau menjadi penghuni neraka Jahannam?! semoga Allah melindungi aku darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah yang mempengaruhiku dan menjadikanku bimbang dalam urusanku. Akan tetapi, aku tidak mengetahui apa yang harus kulakukan dan dari mana aku harus memulainya…. Dan sungguh aku telah terlanjur terjerumus ke jalan maksiat dan hal-hal yg diharamkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Fulan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan menunjukkan padamu jalan pintas yang akan menyampaikanmu ke surga. Dan jalan ini adalah jalan yang mudah, tidak ada kesulitan maupun usaha yang berat di dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunjukkan padaku jalan itu, semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku selalu ingin memngetahui jalan yang mudah itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Fulan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jalan yang dimudahkan ini, dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid”, dimana beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Marilah masuk ke surga Allah…serta berdekatan denganNya di Negeri Keselamatan…tanpa ada letih…tanpa ada kesulitan…dan tanpa ada susah payah…bahkan melalui jalan yang terdekat dan yang termudah…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Sesungguhnya, engkau saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa…dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu…yaitu dimana saat ini engkau ada…di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Adapun masa yang telah lalu…maka ia diperbaiki dengan taubat, penyesalan serta permohonan ampun…dan itu bukanlah sesuatu yang sulit bagimu…serta tidak memerlukan amal-amal yang berat…karena sesungguhnya ia hanyalah amalan hati…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Dan pada masa yang akan datang…berusahalah menjauhi dosa-dosa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan usahamu untuk menjauhi dosa itu adalah hanya berupa usaha untuk meninggalkan dan bukanlah ia merupakan amalan anggota badan yang menyusahkanmu karena sesungguhnya ia hanyalah berupa kesungguhan serta niat yang kuat…yang akan menyenangkan jasadmu, hatimu serta rahasia-rahasiamu…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan tetapi, yang terpenting dalam masa kehidupanmu adalah masa di antara dua masa (yaitu dimana saat ini engkau berada). Jika engkau menyia-nyiakannya maka engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Namun, jika engkau menjaganya dengan perbaikan dua masa, yaitu masa sebelum dan sesudahnya, dengan cara yang telah disebutkan…maka engkau akan selamat dan menang dengan mendapatkan kelapangan, kelezatan serta kenikmatan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, inilah jalan ke surga yang mudah itu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Fulan menambahkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kusampaikan pula padamu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” maka shahabat bertanya, siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa yang mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat padaku maka ialah yang enggan” (HR Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dibandingkan dekatnya tali sendalnya terhadapnya, demikian pula dengan neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-215124487123062620?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/215124487123062620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/215124487123062620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/jalan-terdekat-menuju-surga.html' title='Jalan Terdekat Menuju Surga'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-8029138625230255822</id><published>2011-02-09T07:58:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:58:40.769+07:00</updated><title type='text'>Tips Meredam Kemarahan Suami</title><content type='html'>Tips Meredam Kemarahan Suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Tidak ada suami yang tidak pernah marah dan emosi. Meski demikian, seorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang dan penuh kecintaan. Dengan adanya kemarahan, jangan pernah berpikir bahwa ‘sumber’ cinta di antara keduanya telah mengering dan ‘daun-daun’nya telah rontok berguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu, siapa pun pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan suami bukanlah akhir dunia. It’s not the end of the world, but it’s true that is definitely hurt. Menjaga keberlangsungan cinta tergantung pada seberapa besar saling pengertian di antara pasangan suami-istri (pasutri), kepandaian dan kecerdasan sang istri. Kegagalan untuk mengenal dan memahami kemarahan suami berpotensi menggiring Anda ke berbagai problem rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah berbagai momen ketika suami marah, dan tips bagaimana seharusnya Anda sebagai istri bertindak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya; jangan Anda sambut kemarahannya dengan keluhan mengenai anak-anak atau keruwetan dan keprihatinan rumah tangga. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan kecuali jika dia mengutarakannya. Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya meridhainya, maka dia masuk surga.” (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Anda mengingat hadits tersebut, menyelami dan mempraktikkannya dengan senang dan yakin, Anda akan melihat manfaat yang bakal kembali kepada diri Anda. Pada saat itu Anda akan menikmati rumah tangga bahagia yang jauh dari problematika dan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika Anda melakukan kesalahan dalam suatu pekerjaan, semisal terlambat melaksanakan beberapa tugas domestik karena sibuk berbicara di telepon, dan pada saat itu suami sedang bersama Anda, maka panggillah dia dengan nama yang paling disukainya. Lalu ajukan permintaan maaf dan utarakan alasan keterlambatan Anda menjalankan tugas, sehingga dia merasa bahwa Anda menyadari bahwa tindakan tersebut adalah salah. Bersabarlah dengan ungkapan yang mungkin dilontarkannya kepada Anda. Jika Anda bersabar dan tidak merespons atau mengkritik balik, maka hal demikian telah membuang sebagian kemarahannya. Meminta maaf dapat mendatangkan tawa suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah bagaimana para istri-istri Rasulullah meminta maaf kepada beliau, meski mereka yang berada dalam posisi marah. Dari Umar bin Khatthab, dia mengatakan, “Kami kaum Quraisy sangat berkuasa terhadap kaum perempuan (istri-istri). Dan ketika kami datang ke tempat orang-orang Anshar, (kami terkejut) karena mereka adalah kaum yang dikalahkan (toleran) oleh istri-istri mereka, maka mulailah istri-istri kami mengambil (meniru) etika perempuan-perempuan Anshar. Kemudian aku bertengkar dengan istriku kemudian dia kembali (meminta maaf) kepadaku, namun aku tidak ingin dia kembali (minta maaf), maka dia bertanya, “Kenapa engkau tidak senang aku kembali kepada engkau? Demi Allah! Sesungguhnya istri-istri Rasulullah SAW kembali (meminta maaf) kepada beliau sekalipun salah seorang di antara mereka marah terhadap Rasulullah dari siang sampai malam hari.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika suami yang marah sedang berbicara, maka jangan sekali-kali Anda menyela. Redakanlah dengan kata-kata lunak dan santun, misalnya, “Aku tahu kamu lelah sekali, maaf sayang aku merepotkan diri,” atau lain sebagainya. Kata-kata seperti ini akan meluluhkan hatinya. Dia akan merasa bahwa Anda memerhatikan diri dan kecemasannya. Dan jangan pula membantah apa yang dikatakan atau diinstruksikannya –jika memang itu baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik. Dalam Islam kita diajarkan trik-trik mengatasi kemarahan di antaranya adalah jika sedang marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya duduk, dan jika sedang duduk hendaknya berbaring, bisa juga dengan mengambil air wudhu agar mendinginkan emosi kita yang sedang bergolak. Atau ajaklah suami untuk bersujud, maksudnya melakukan shalat sunnah. Dalam sebuah hadits dikatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah dia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berusahalah menenangkannya dan menahan emosi Anda, jika Anda ada di pihak yang benar. Berbicaralah kepadanya dengan cara bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketika dia marah, Anda jangan menyinggung perasaannya dengan berbagai hal. Anda jangan pernah melakukan segala sesuatu yang dia anggap melecehkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketika suami marah, jangan sampai dia Anda tinggal tidur sendirian. Setelah Anda pastikan bahwa dia sudah lebih tenang, berinisiatiflah melakoni hal-hal yang bisa mendatangkan keridhaannya. Inisiatif dilakukan oleh pihak yang lebih baik pemahaman agama dan akalnya di antara kedua pihak bertikai, atau siapa yang paling memungkinkan dalam masalah marah dan ridha dari keduanya. Seperti yang dikatakan Abu Ad-Darda` kepada Ummu Ad-Darda`, istrinya, “Apabila aku marah, maka redakanlah kemarahanku. Dan jika engkau marah, aku pun akan meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak melakukannya, maka bagaimana kita dapat hidup rukun?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Coba sisipkan humor karena terbukti efektif meredakan kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ingatlah bahwa rumah yang dipenuhi oleh cinta, kenyamanan, sikap saling menghargai, saling menghormati, dan kesederhanaan dalam segala hal, lebih baik dari rumah yang dipenuhi makanan lezat serta perabotan mewah namun penuh dengan kekesalan hati dan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jangan mudah cemberut. Upayakan agar Anda selalu tersenyum ceria dan berwajah riang. Dengan demikian Anda bisa memberikan kebahagiaan kepada suami dan menikmati hidup bahagia penuh kedamaian serta kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda untuk meredam pasangan hidup Anda, agar dia menjadi orang yang kuat, seperti disinyalir dalam hadits berbunyi, “Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-8029138625230255822?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/8029138625230255822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/8029138625230255822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/tips-meredam-kemarahan-suami.html' title='Tips Meredam Kemarahan Suami'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2833270245649284008</id><published>2011-02-09T07:57:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:57:45.212+07:00</updated><title type='text'>Catatan Idul Adha</title><content type='html'>Catatan Idul Adha&lt;br /&gt;oleh Isa Alamsyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut hari raya Idul Adha, kami ucapkan selamat hari raya bagi yang merayakan, dan selamat berkurban bagi yang mampu menyisakan sebagian rizkinya untuk kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya Idul Kurban kali ini memang tidak bisa dinikmati seluruh saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak saudara kita yang masih hidup di pengungsian akibat bencana yang menimpa di sekitar Merapi, Wasior, dan Mentawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja Allah memberi kesabaran dan ketabahan bagi para korban dan membuka hati kita semua untuk selalu menolong saudara yang kesusahan dan semoga Allah membuka hati para pemimpin agar lebih memberi perhatian bagi para korban bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat para peternak korban di Merapi mungkin Idul Adha ini terasa lebih emosional. Bayangkan saja hari Idul Adha yang sedianya adalah masa panen bagi mereka justru kini mereka kehilangan ternak-ternak mereka. Detikcom memberitakan setidaknya 1.961 ekor sapi (sapi perah dan sapi potong) akibat meletusnya gunung merapi. Jauh lebih banyak dari jumlah kambing atau domba yang mati yaitu sekitar 180 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika mencatat ada sejumlah 61.884 ternak yang rawan karena berada di radius 20 kilometer. Dari total ternak rawan 61.884 ekor, jumlah ternak yang berhasil dievakuasi baru 8364 ekor, sedangkan sisanya 53520 ekor belum dievakuasi. Semoga saja bencana ini tidak meluas dan masalah ini bisa segera teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bukan hanya peternak yang rugi tapi semua korban merasakan kerugian akibat bencana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sebagian rakyat Indonesia punya kesadaran untuk membantu saudaranya yang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kurban yang sengaja dipotong di daerah bencana dalam rangka membantu saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga kisah kepahlawanan yang bisa membanggakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja sayang, justru berita baik seperti ini jarang diliput media. Karena itu kami berkepentingan menyampaikan berota kepahlawanan mereka sebagai sumber inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepahlawanan yang menunjukkan bahwa semangat berkurban bukan hanya bagi yang punya uang, bukan bagi yang bisa beli kambing dan bukan hanya ketika idul kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat berkorban adalah semangat buat siapa sayja yang punya kepedulian, karena kita bisa berkorban dengan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak kisah kepahlawanan ini yang semoga memberi inspirasi buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Data ini didapat dari grup pohon inspirasi facebook yang mendapat data dari lapangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pedagang kecil ambil tabungan haji, sediakan kebutuhan pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah sederhana berkamar tiga tampung 100 pengungsi Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rencana walimah, anggaran dan berasnya dialihkan ke barak pengungsi Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penjual gudheg, sedekahkan dagangan sepekan untuk Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru masak hotel berbintang ambil cuti tiga pekan, layani dapur umum Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang pijat dan tukang cukur hibahkan keahlian, keliling barak-barak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter rela meninggalkan ruang nyaman ber-AC dan keberlimpahan untuk berdebu-debu bersama pengungsi. Seorang dokter hewan keliling evakuasi ternak, suntikkan nutrisi untuk sapi-sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemulia insan nan tak gentar abu dan gemuruh api, yang terus berjuang temukan warga, hidup maupun mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda-pemudi yang kembalikan dirinya jadi kanak-kanak, bermain bersama bocah-bocah pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis yang tetap setia menemani dan membantu keluarga dan tetangganya di stadion olah raga dengan menolak tawaran tempat penampungan yang lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka rela berkorban untuk saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu kaya untuk berkorban, tidak perlu menunggun hari raya untuk berkorban,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah seorang ..........melakukan..............................untuk saudara kita yang mengalami musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isilah titik-titik dengan hati Anda, cukup Allah dan Anda saja yang tahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2833270245649284008?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2833270245649284008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2833270245649284008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/catatan-idul-adha.html' title='Catatan Idul Adha'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7641512416833614443</id><published>2011-02-09T07:56:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:56:19.698+07:00</updated><title type='text'>WANITA</title><content type='html'>Bismillaahirrahmaanirraahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri...... (QS 4: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Risau Nabi adalah Kekhawatiran terhadap fitnah wanita sepeninggal Beliau. Dan memang sudah terbukti, asbab wanita yang tak faham agama, Dunia penuh dengan kemaksiatan. Wanita seenaknya melenggang tanpa hijab, tanpa malu, tanpa beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 33: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS 24:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tak faham, jika ia harus menjaga Hijab jika keluar rumah, agar terpelihara. Ada pula yang sudah faham, tapi belum ada kekuatan untuk mengamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah peran Orang Tua, Suami, Kakak Laki-laki dituntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Rumah tangga misalnya, Suami Hendaknya memahami bahwa tabiat asal wanita adalah kurang akal dan agamanya. Oleh karena itu, suami hendaknya berusaha menasihati istrinya setiap saat dengan bahasa yang lembut, bersabar ketika dia marah, dan berkata lembut ketika dia keras kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri hendaknya diberitahu bahwa wanita dilarang keluar dengan berhias diri. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ........ (QS 33:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, wanita dilarang berjalan bersama kaum pria yang bukan mahramnya, dilarang menanggalkan kerudungnya, dilarang memperlihatkan perhiasannya, anting gelang dll. (tafsir Ibnu Katsir 6/408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa saja kaum wanita yang memakai parfum, maka janganlah sholat Isya bersama kami.: (HR. Muslim 2/33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika wanita yang memasuki Masjid bertujuan sholat berjamaah saja dilarang memakai parfum, maka bagaimana dengan wanita yang memakai Parfum ketika keluar rumah? Tentunya lebih dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Istri telah dinasehati dengan lembut tetap saja pada pendiriannya yang salah, maka suami hendalnya menjauhi tempat tidurnya, dengan tidak mengusirnya dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dengan hukuman ini istri tetap melanggar, suami boleh memukulnya pada bagian selain wajah, dengan pukulan yang tidak menyakiti tubuhnya, pukulan sebesar telunjuk yang lebih kepada memukul mentalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..............Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (pembangkangnya), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS 4:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika juga dengan itu istri masih melanggar juga, maka suami boleh menceraikannya, dengan catatan jika kemashlahahnya lebih besar daripada mudhoratnya. InsyaALLAH akan diberi ALLAh ganti dengan yang lebih baik. Wallahua'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catt: Tulisan ini adalah untuk memperbaiki diri saya sendiri, semoga ALLAH datangkan manfaat darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari saudariku, Kita wanita adalah Universitas terbesar pencetak generasi penerus. Kita wanita tiang Negara. Akan kita kokohkan bangsa ini, atau akan kita hancurkan bangsa ini, semua pilihan kita. Tapi perbuatan baik &amp; buruk, semua dalam perhitungan ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Echi Sofwan pada 18 November 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7641512416833614443?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7641512416833614443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7641512416833614443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/wanita.html' title='WANITA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3667721650380536125</id><published>2011-02-09T07:55:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:55:36.747+07:00</updated><title type='text'>Ujian Tiga Peristiwa</title><content type='html'>Proses mendapatkan iman dan amal shaleh tidak semudah membalik telapak tangan. Bukan dengan kesenangan dan kemewahan. Dari dulu, sekarang dan esok, iman hanya dapat diperoleh lewat “Mujahadah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Mujahadah ? Kaji berdalil kata bermisal, mengambil contoh kepada yang sudah baik, mengambil tuah kepada yang menang, “Alam takambang menjadi guru”, kata pepatah Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi jasmani kita tidak lain rohani yang semata datang dari Allah Swt. Rohani baru bisa diisi yang betul jika dihubungkan dengan al Quran dan Hadits. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan al Quran dan sesungguhnya Kami memeliharanya” (QS. Al Hijr:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kebanyakan manusia hari ini, lebih mementingkan membaca koran dari pada al Quran. Mereka terpukau dengan ucapan-ucapan makhluk dan tidak terkesan kepada firman Allah Swt dan sabda Rasulullah saw. Salah satu penyebab rusaknya iman dan amal shaleh karena kita telah menjadikan perkara-perkara yang tidak penting menjadi penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau memilih benda, tentu kita akan pilih produk mutakhir atau modern. Tapi, jika kita hendak mendapat cara hidup yang benar, harus merujuk kepada cara awal yang dicontohkan Rasulullah saw dan sahabat r.anhum. Insya Allah kita akan berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat penting, yaitu iman dan amal shaleh. Ketika terjadi peristiwa menyedihkan yaitu wafatnya Khadijah ra juga paman beliau yang membela kerja dakwah, Abu Thalib, berpulang menghadap Allah Swt. Kepergian kedua sosok ini benar-benar membuat luluh hati kekasih kita Muhammad saw. Tapi kerja dakwah sebagai perintah Allah tetap dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Baginda Rasulullah saw keturunan Quraisy Makkah, tapi dakwah yang diembannya tidak begitu disambut baik oleh orang-orang Makkah, bahkan ada yang memboikot dan ingin membunuh beliau. Baginda Nabi saw berpikir dan membuat rencana hendak pergi ke kampung halaman almarhum ayahnya, Abdullah, di kota Tha’if. Merupakan kota kedua terbesar di Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tha’if merupakan kampung halaman tumpah darah neneknya dari nasab bapak. Rupanya, rencana Nabi saw tersebut tercium Abu Jahal, musuh bebuyutan Baginda Nabi. Abu Jahal cepat-cepat berangkat ke Tha’if dan menemui tokoh negeri itu serta membuat propaganda, “Akan datang ke negeri ini seseorang bernama Muhammad yang akan membawa agama baru dan akan menukar agama nenek moyang kita.” Abu Jahal tokoh kafir Quraisy itu menambahkan, “Jangan disambut kedatangannya dan usir mereka dari kampung ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat provokasi buruk dari Abu Jahal, maka orang Tha’if yang dikenal lemah lembut berubah menjadi beringas. Tahun ke-9 kenabianlah beliau di kota Tha’if mencoba menemui kaum Bani Tsaqif, agar menerima Islam yang beliau bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi ? Mereka bukan saja menolak ajaran Islam, bahkan mendengar pembicaraan Nabi saw saja mereka tidak mau. Rasulullah saw diperlakukan kasar dan biadab, diusir, dilempari batu sehingga gigi beliau patah dan berlumuran darah. Dalam perjalanan pulang penuh penderitaan, beliau menjumpai suatu tempat berteduh yang agak aman dari kejaran Bani Tsaqif, lalu berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Tuhanku, kepada Engkaulah aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhanku Yang Maha Rahim, Engkaulah Tuhannya orang-orang lemah dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapa Engkau menyerahkan diriku ? Kepada musuh yang akan menerkam aku atau kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusan aku. Tidak ada keberatan bagiku asal Engkau tidak marah kepadaku. Sedangkan afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang mulia, menyinari langit dan segala yang gelap. Di atas-Nyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat dari tertimpanya atas diriku kemarahan-Mu atau turunnya azab-Mu atas diriku. Kepada Engkaulah aku adukan keadaan sehingga Engkau ridha kepadaku, tidak ada daya upaya melainkan dengan Engkau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga macam penderitaan yang sangat menyedihkan Baginda Rasul ini merupakan perjalanan hidup untuk mendapat kemuliaan tertinggi, yaitu Baginda Nabi dipanggil Allah Swt menghadap ke Sidratul Munthaha, di Arasy Allah, yang dikenal dengan ‘Isra’ dan Mi’raj’.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3667721650380536125?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3667721650380536125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3667721650380536125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/ujian-tiga-peristiwa.html' title='Ujian Tiga Peristiwa'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5063520009568019096</id><published>2011-02-09T07:54:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:54:52.491+07:00</updated><title type='text'>Balik Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah Saw</title><content type='html'>Sedikit berbagai kepada ikhwan dan akhwat sekalian. Ini tentang beberapa rahasia dibalik pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ummul Mukminin ra. Beberapa fakta yang kebanyakan kaum muslimin belum mengerti sehingga tidak sedikit yang termakan oleh tipu muslihat kaum munafikin yang ingin menjatuhkan nilai Islam lewat tuduhan-tudahan murahan mereka. Semoga bisa menjadi petunjuk untuk mereka yang masih meragukan kemurnian hati Rasulullah Saw. Inilah rahasia dan faktanya :&lt;br /&gt;1. Pernikahan Rasulullah Saw dengan Sayyidah Aisyah semata-mata lahir dari pendapat Khaulah binti Hakim. Untuk memperkuat hubungan antara Rasulullah dengan orang yang paling dicintainya, Abu Bakar Ash Shidiq, ayahanda Aisyah. Hal ini pula merupakan bukti bahwa usia yang dimiliki Aisyah saat itu adalah usia menikah. Kecintaan Rasulullah kepada Aisyah merupakan pengaruh alami atas kecintaan beliau kepada ayahandanya. Rasulullah pernah ditanya, “Siapa manusia yang paling engkau cintai? Beliau menjawab, “Aisyah.” Kemudian ditanya, “Dari kaum laki-laki?” Beliau menjawab, “Ayahnya.”&lt;br /&gt;2. Sebelumnya, Aisyah pernah dipinang oleh Jabir bin Al-Math’am bin Adi.&lt;br /&gt;3. Kaum Quraisy yang selalu menunggu event-event yang tepat untuk memprovokasi umat agar menganggap Rasulullah adalah salah, keliru, dan hanya akan membawa pada kehinaan, ternyata tidak memanfaatkan event ini untuk kepentingan tersebut, namun mereka menerimanya seperti hal yang lumrah.&lt;br /&gt;4. Aisyah, saat itu, bukanlah wanita pertama yang menikah pada umur tersebut dan juga bukan yang terakhir.&lt;br /&gt;5. Jika saja dorongan yang dimiliki Rasullah ketika menikah dengan Aisyah adalah dorongan syahwat semata, maka beliau akan melakukannya saat beliau masih muda, namun mengapa tidak??&lt;br /&gt;6. Pernikahan beliau dengan Aisyah bukanlah pelampiasan diri setelah kematian Khadijah. Karena, Rasulullah lebih memilih menikah dengan Saudah binti Zam’ah Al Amiriyah yang tak lagi muda umurnya, lagi pula dia tak memiliki modal yang bisa diandalkan agar laki-laki tertarik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit fakta dan rahasia dibalik pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah. Wallahu a’lam bis showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ana kutip dari buku “Aisyah Saja NIkah Dini” karya Ummu Aisyah penerbit Samudera Solo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5063520009568019096?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5063520009568019096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5063520009568019096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/balik-pernikahan-aisyah-dengan.html' title='Balik Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah Saw'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6297925771677458552</id><published>2011-02-09T07:53:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:53:53.033+07:00</updated><title type='text'>wanita juga mempunyai tanggungjawab dalam Dakwah</title><content type='html'>Agama bukan saja tanggung jawab kaum lelaki, tetapi juga para kaum wanita. Dan pahala-pahalanya bukan saja diberikan kepada kaum lelaki, tetapi juga kaum wanita. Kaum wanita juga mempunyai tanggungjawab, merujuk kepada ayat Al-Qur’an. D...an juga sahabiyah-sahabiyah, isteri para sahabat juga berperan dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah RA, adalah contoh, teladan untuk kita ikuti, perhatikan, dan mengerti bagaimana peranan wanita. Saat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT, dengan segera Rasulullah berjumpa dengan Khadijah. Dan saat itu Rasulullah SAW dalam keadaan ketakutan, ketidaknyamanan, karena ini adalah saat pertama Beliau berjumpa dengan Jibrail AS. Ini pertama kali Beliau melihat Jibrail dalam bentuk sebenarnya. Jadi Beliau sangat takut. Jadi saat Beliau menggigil, ketakutan, Khadijahlah orang pertama yang menenangkan Beliau, Khadijah lah orang yang meneduhkan Nabi SAW dan yang menghilangkan ketakutan nabi SAW. Jadi kita lihat saat pertama, wanita sudah memainkan peranan. Begitu Khadijah mendengar cerita Rasulullah SAW, saat itu juga ia terus menolong Rasulullah SAW, langsung mengadakan dakwah. Dia bukan perempuan yang hanya tinggal di rumah, tidur, rehat. Tapi dia langsung berfikir bagaimana menolong suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat orang pertama yang mati untuk Islam. Kita tahu, para sahabat mereka mengalami penyiksaan yang begitu berat, kehilangan tangan, kaki, dan semua penderitaan yang maha hebat lainnya. Tapi orang pertama yang Allah tentukan untuk mati di Jalan Allah adalah wanita, yaitu Sumayyah R.ha. Ini adalah suatu hal yang mesti diterima kaum lelaki. Allah mentakdirkan orang yang pertama syahid adalah wanita. Dia dibunuh karena kalimah “Laa Ilahaa Ilallah Muhammadur Rasulullah”. Padahal kalau dia terima saja, murtad, maka dia akan dibebaskan dan akan mendapat keduniaan yang baik. Tapi dia tetap teguh kepada keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita mesti pahami, bahwa Allah sengaja mengatur semua ini untuk menjadi suatu teladan, suatu pesan, yang patut diambil di dalam sejarah Islam, bahwa wanita mempunyai peranan penting, bukan saja menerima agama Islam, tapi mati dalam mempertahankan agama Islam. Jadi kita dapat lihat bahwa orang pertama yang masuk Islam adalah perempuan, Khadijah R.ha. Orang pertama yang mati syahid juga perempuan, Sumayyah R.ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengajar masyarakat, mengajar anak-anaknya, mengajar tetangganya. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang-orang. Mereka bukan hanya masak, basuh pakaian, tetapi mereka juga mendidik generasi berikutnya, mengajarkan agama. Dulu tidak ada sekolah Islam, merekalah sekolah Islam. Rasulullah SAW pernah membawa ‘Aisyah R.ha untuk berjihad. Mereka pergi bukan untuk urusan bisnis, mereka bukan pergi untuk kepentingan lainnya, bersenang-senang, makan angin, jalan-jalan, mengunjungi orang-orang, tetapi mereka pergi untuk berjihad, mereka pergi untuk menyebarkan Islam.&lt;br /&gt;Dalam peperanganpun mereka ikut mengambil bagian. Mereka menolong para sahabat membawa senjata, mereka memainkan peranan aktif dalam usaha menyebarkan dan mempertahankan agama Islam. Jadi ini adalah satu hakekat yang tidak boleh diingkari bahwa wanita memainkan peranan aktif, bersama dalam menyebarkan agama, dalam berdakwah sama-sama dengan lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang Lihat Ummu Salamah, dia dibawa Nabi saat perjanjian Hudaibiyah dibuat. Banyak sahabat yang tidak merasa puas, kecewa, dengan perjanjian yang mereka rasa berat sebelah dan merugikan umat Islam. Tapi Rasulullah SAW tetap melaksanakan perjanjian itu. Maka melihat keadaan para sahabat, Rasulullah SAW merasa bersusah hati. Beliau pergi menemui Ummu Salamah RA, dan memberitahu tentang sikap para sahabat, yang tidak mau mencukur rambut dan kembali ke Medinah. Maka Jawab Ummu Salamah, ”Mudah saja ya Rasulullah. Anda cukur saja rambut anda sekarang, Insya Allah mereka akan mengikuti.” Jadi saat para sahabat ketika melihat Rasulullah SAW telah mencukur rambutnya, merekapun merasa terpukul, mereka merasa telah tidak mengikuti perintah Rasulullah SAW. Maka saat itu juga semua sahabat mengikuti apa yang diperbuat Rasulullah SAW. Disinilah Allah telah mengurniakan kelebihan terhadap kaum wanita, yaitu ketajaman firasatnya. Dan inilah bukti sumbangan kaum wanita dalam dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masa Umar RA, perempuan menyumbang peranan besar dalam segala aspek, baik politik, ekonomi dan sebagainya. Saat itu kekayaan Islam sedang berlimpah ruah, menyebabkan terjadinya inflasi. Maka Umar RA memutuskan untuk menentukan batas mahar. Maka dalam musyawarah syuro (perwakilan rakyat) yang terdiri dari wakil-wakil baik lelaki maupun perempuan, Umar RA memberitahu cadangannya. Maka bangkitlah seorang perempuan dan berkata,”Siapakah dia, Umar, yang mau merubah apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya?” Itulah peranan wanita. Wanita di ikut sertakan dalam perwakilan rakyat, tapi menurut cara Islam. Bukan seperti yang terjadi sekarang, dimana bercampur baur antara lelaki dan perempuan. Tapi dengan cara islam yaitu wanita terpisah tempatnya dari lelaki di sebelah belakang. Jadi kita boleh melihat dalam segala bidang wanita memegang peranan yang penting. Mereka langsung mengetahui apa yang mesti dimainkan saat menerima Islam. Mereka segera tahu apa kewajibannya dalam Islam.Lihat Selengkapnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6297925771677458552?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6297925771677458552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6297925771677458552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/wanita-juga-mempunyai-tanggungjawab.html' title='wanita juga mempunyai tanggungjawab dalam Dakwah'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2276969228907536926</id><published>2011-02-09T07:51:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:52:12.070+07:00</updated><title type='text'>Masuk Surga Setelah Meninggalkan Kekufuran Padahal Belum Pernah Sujud Kepada Allah</title><content type='html'>Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah berkata:”Tahukah kalian siapakah orang yang masuk Surga tetapi tidakpernah shalat walaupun sekali?” Kemudian dia sendiri yang menjawab: “Dia adalah Amr bin Tsabit”. Ibnu Ishaq berkata bahwa Hushain bin Muhammad pernah berkata: “Aku bertanya kepada Mahmud bin Labid,’Bagaimana kisah Amr bin Tsabit itu?’, ia menjawab,’Dulunya, Amr bin Tsabit itu menolak agama Islam. Akan tetapi, saat terjadi perang Uhud dia menjadi simpatik kepada Islam. Kemudian dia mengambil pedangnya dan bergabung dengan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perang sedang berkecamuk dia masuk ke kancah peperangan sampai akhirnyadia terluka. Ketika ditemukan oleh orang-orang yang sekabilah dengannya, mereka bertanya,’Apa yang membuatmu datang ke mari? Apakah karena kasihan pada kaum kabilahmu, ataukah karena kau ingin masuk Islam?’ Dia jawab,’Ya, karena aku ingin masuk agama Islam, aku telah berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga aku terluka begini’. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi ura sallam bersabda,’Sungguh dia adalah ahli Surga.”‘ Dalam riwayat lain disebutkan: Kemudian dia meninggal -karena lukanya- maka dia masuk surga dan tidak pernah melaksanakan shalat sekalipun ( Fathul Bari Syarh Shahihul Bukhari (6/25) Kitab Al-jihad. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Sanad hadits ini shahih) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tersebut juga diriwayatkan dengan redaksi lain Az-Zuhri dan Urwah berkata: “Ada seorang budak hitam dari Habasyah yang tinggal di daerah Khaibar, saat itu dia sedang menggembalakan kambing milik tuannya. Ketika dia melihat penduduk Khaibar telah memegang senjata perang mereka, dia bertanya,’Mau apa kalian?’, mereka menjawab,’Kami akan memerangi orang laki-laki yang mengaku nabi itu.’ Saat mendengar kata “Nabi” disebut dia langsung pergi dengan kambingnya menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian bertanya pada beliau,’Kepada apa Anda mengajak orang?’ Nabi menjawab,’Aku akan mengajakmu kepada Islam kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku ini adalah utusar Allah, dan aku juga mengajak agar kau tidak menyembah kecuali kepada Allah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si budak tadi berkata ‘Apa yang bisa aku dapatkan bila aku mengikrarkan persaksian tadi dan beriman kepada Allah?’. Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Kau akan mendapatkan Surga bila mati atas hal itu.’ Lalu dia masuk Islam dan berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Hai Nabi Allah, kambing-kambing ini adalah amanat yang ada padaku.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan, ‘Keluarkan kambing-kambing itu dari laskar kami dan lemparilah dengan batu kerikil niscaya Allah akar membantumu memberikan amanat itu pada yang punya. Lalu dia kerjakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ternyata kambing-kambing itu kembali pulang kepada pemiliknya, hingga tuannya yang Yahudi itu tahu bahwa budaknya telah masuk Islam. Setelah itu beliau memberikan nasihat-nasihat kepada kaum muslimin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat ini juga disebutkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sdllam memberikan bendera komando kepada Ali radhiallahu ‘anhu Dan di bawah kepemimpinan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu budak hitam itu meninggal. Kaum muslimin yang ada saat itu menggotongnya ke tempat berkumpulnya pasukan Islam, kemudian memasukkannya ke dalam kemah. Mereka berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke dalam kemah lalu berkata kepada para sahabat: “Sungguh, Allah telah memuliakan budak ini dan menggiringnya menuju kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam telah benar-benar berada dalam hatinya. Sungguh, aku telah melihat di sisi kepalanya dua bidadari yang cantik.” Al-Hafizh Al-Baihaqi meriwayatkan kisah ini dengan sanadnya dari Jabir bin Abdillah, dia berkata: “Suatu saat kami pernah bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di perang Khaibar. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan pasukannya lain datanglah seseorang dengan kambing-kambing yang sedang digembalakannya” Untuk selanjutnya riwayat ini sama dengan kisah budak hitam di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa orang tersebut akhirnya ter bunuh dalam keadaan syahid, sementara dia tidak pernah bersujud kepada Allah Szlbhanahu wa Ta’ala sekalipun!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2276969228907536926?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2276969228907536926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2276969228907536926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/masuk-surga-setelah-meninggalkan.html' title='Masuk Surga Setelah Meninggalkan Kekufuran Padahal Belum Pernah Sujud Kepada Allah'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5120595872187787611</id><published>2011-02-09T07:51:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:51:37.619+07:00</updated><title type='text'>SEKANTONG KUE</title><content type='html'>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua.&lt;br /&gt;Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.&lt;br /&gt;Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”). Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki jugamengambil satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir (“Ya ampun orang ini berani sekali”), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.&lt;br /&gt;Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang&lt;br /&gt;tidak tahu terima kasih.Kita sering mempengaruhi, mengomentari,mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5120595872187787611?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5120595872187787611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5120595872187787611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/sekantong-kue.html' title='SEKANTONG KUE'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2965057755384714674</id><published>2011-02-09T07:50:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:51:01.937+07:00</updated><title type='text'>SATU SAJA PINTAKU YA RASULULLAH</title><content type='html'>Berjuta kegalauan mendera di lubuk hati perempuan itu. Tertatih ia melangkah. Jauhnya jarak, panasnya perjalanan, tidak ia pedulikan. Harapannya hanya satu. Ia ingin pulih. Kepulihan yang membuatnya ringan dalam beribadah. Kesembuhan yang dapat mengakhiri risaunya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, satu pintu yang ia tuju. Pintu rumah lelaki paling mulia. Pintu RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya RasuluLlah,” ujarnya. “Aku mengidap penyakit yang telah lama tak kunjung sembuh. Jika penyakitku itu menerpa, hilanglah kesadaranku. Aku bergerak-gerak tanpa dapat kukendalikan. Dalam ketidaksadaranku, seringkali tersingkap auratku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah, aku mohon kepadamu, doakanlah aku agar terbebas dari penyakit ini,” demikian pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam tersenyum dan menjawab, “Sungguh, jika engkau mampu untuk bersabar dalam derita penyakitmu ini, maka balasan bagimu adalah syurga …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan tetapi jika engkau tidak dapat bersabar, aku dapat saja meminta kepada Allah agar Ia berkenan menyembuhkanmu,” ucap RasuluLlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar syurga yang dijanjikan kepadanya, perempuan itupun bergegas menyahut, “Aku siap untuk bersabar Ya RasuluLlah …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya satu saja yang mengganggu fikiranku saat ini. Jika kau berkenan doakanlah aku untuk satu hal saja. Auratku sering tersingkap saat aku diserang penyakitku. Karena itu pintaku hanya satu wahai utusan Allah. Mohonkanlah kepada Allah, agar auratku tidak tersingkap saat aku tidak sadar,” ungkapnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam pun mengangkat kedua tangannya. Berdo’a kepada Allah, agar aurat perempuan itu tak pernah lagi tersingkap saat ia sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang menggetarkan ini, ditulis oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih-nya. Keduanya meriwayatkan kisah ini dengan jalur sanad yang bersumber dari sahabat Abdullah ibn Abbas radhiyaLlahu ‘anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini. Syaikh Salim ibn I’ed al-Hilali dalam kitab Bahjatun Nazhirin menyebutkan setidaknya lima pelajaran dalam hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam tulisan ini saya hanya ingin mengangkat satu saja hikmah dari kisah ini. Yaitu, betapa besarnya al-hayaaa’ ‘inda shohaabiyaat. Betapa besarnya rasa malu di kalangan para sahabat perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Karena besarnya kerinduan akan syurga, perempuan ini berkomitmen untuk tetap bersabar dalam deraan penyakitnya. Penyakit sejenis epilepsi yang dapat membawanya kapan saja untuk hilang kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ia mampu untuk bersabar menjalani hari-hari dalam kehidupannya dengan penyakit, ia menyimpan satu kecemasan. Cemas karena auratnya bisa saja tersingkap saat ia tak sadar. Untuk itulah ia memohon agar RasuluLlah berkenan mendoakannya agar auratnya tidak tersingkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam keadaan tidak sadar saja, perempuan di masa RasuluLlah cemas bila auratnya tersingkap. Apatah lagi jika dalam keadaan sadar. Tentu lebih besar lagi rasa malu itu tertanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kemanakah rasa malu itu berada ….? Saat perempuan-perempuan berjalan setiap hari, dengan kesadaran penuh, hanya dilapisi pakaian berbahan minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah rasa malu itu pergi hari ini… ? Saat foto-foto “manis” para “akhwat” muslimah tersebar di mana-mana … Di dunia maya maupun di dunia nyata. Di tembok facebook maupun di tembok rumah dan pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah kerinduan pada syurga itu …? Sebagaimana rindunya para shohabiyat. Kerinduan yang mengokohkan mereka untuk tetap bersabar dalam penderitaan. Tetap bersabar dalam keta’atan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benarlah sabda RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam, “al-hayaa-u minal iimaan …” Rasa malu itu adalah sebagian dari iman. Kalau rasa malu itu telah hilang, saatnya kita menjenguk hati kita. Masih adakah keimanan itu terpatri ? Masih adakah rasa takut kepada Allah tertanam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ada orang yang berfikir, “Tak apalah auratku terbuka sedikit … Mudah-mudahan ini diampuni oleh Allah … Toh, ini bukanlah perkara yang besar .. Kalaupun dosa, ini hanya lah dosa kecil …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, mungkin saja ini dosa kecil. Namun, dibalik dosa kecil itu ada aturan Sang Pencipta Langit dan Bumi yang telah kau langgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah ucapan seorang sholih yang berkata, “Jangan pernah kau pandang remeh dosa kecil yang kau lakukan. Tapi pandanglah Ia yang perintah-Nya telah kau langgar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bis showwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2965057755384714674?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2965057755384714674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2965057755384714674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/satu-saja-pintaku-ya-rasulullah.html' title='SATU SAJA PINTAKU YA RASULULLAH'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3512107236856370230</id><published>2011-02-09T07:49:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:50:16.522+07:00</updated><title type='text'>TIDAK mau SHOLAT berarti SOMBONG</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah perintah Allah untuk menghamba kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah perintah Allah untuk bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah ukuran hamba yang beriman dan bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS Al Kautsar :1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah mengagungkan Allah, diri ini kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih agung dari Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang telah memerintahkan sholat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah memuji Allah, diri ini nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih terpuji daripada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bertasbih dan bertahmid apa yang di langit dan di bumi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah memohon petunjuk kepada Allah, diri ini tak tahu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih tahu daripada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang Maha Tahu atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah memohon ampun kepada Allah atas segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia bebas dari dosa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga tidak butuh ampunan-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah meminta kepada Allah, diri ini fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih kaya daripada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang memiliki semua yang ada ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah tunduk dan taat kepada Allah, diri ini tak berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih berkuasa daripada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang semuanya ada di Tangan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah ruku’ dan sujud kepada Allah, diri ini hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih mulia dari pada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bertasbih apa yang di langit dan di bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah bersyukur kepada Allah, diri ini papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia telah mencukupi dirinya sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain pemberian dari Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah penghormatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia lebih terhormat daripada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kemulian-Nya diakui seluruh makhluk-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah perlindungan kepada Allah dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mau sholat....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia akan aman dari siksa neraka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan makhluk Allah yang di langit dan bumi, semuanya sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertasbih, bertahmid, sujud dan mengangungkan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya berTASBIH apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) SHOLAT dan TASBIHnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS An Nur : 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan berTASBIH dengan MEMUJI-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti TASBIH mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Isra’:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah berSUJUD apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gu-nung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan seba-gian besar daripada manusia?" (QS Al-Hajj: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebagian jin dan manusia yang ANGKUH dan SOMBONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau melakukan sholat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau mengagungkan Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau memuji Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau memohon petunjuk kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau memohon ampun kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau meminta kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau tunduk dan taat kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau ruku’ dan sujud kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau bersyukur kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau menghormat kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak mau berrlindung kepada Allah dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Adam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia enggan dan takabur, karena merasa lebih baik dari Adam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dia enggan dan takabur, apakah dia merasa lebih baik dari Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan SOMBONG, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS Al Israa’ :37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat debu.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum orang yang tidak mau sholat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah benci dengan orang yang sombong, dan Rasul diperintahkan untuk memerangi orang-orang yang sombong, sebagaimana sabdanya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka (1) bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, (2) menegakkan SHOLAT, (3)menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 75 dan Muslim no. 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh yang memisahkan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata dalam Nailul Authar (1/403), “Hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat termasuk dari perkara yang menyebabkan terjadinya kekafiran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiah juga menerangkan perbedaan antara kata ‘al-kufru’ (memakai ‘al’) dengan kata ‘kufrun’ (tanpa ‘al’). Dimana kata yang pertama (yang memakai ‘al’/makrifah) bermakna kekafiran akbar yang mengeluarkan dari agama, sementara kata yang kedua (tanpa ‘al’/nakirah) bermakna kafir asghar yang tidak mengeluarkan dari agama. Sementara dalam hadits di atas dia memakai ‘al’. (lihat Iqtidha` Ash-Shirath Al-Mustaqim hal. 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraidah -radhiallahu anhu- berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi no. 2621, An-Nasai no. 459, Ibnu Majah no. 1069 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Yang dimaksud dengan kekafiran di sini adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari Islam, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang orang mu’min dan orang orang kafir, dan hal ini bisa diketahui secara jelas bahwa aturan orang kafir tidak sama dengan aturan orang Islam. Karena itu, barang siapa yang tidak melaksanakan perjanjian ini maka dia termasuk golongan orang kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Syaqiq Al-Uqaili -rahimahullah- dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرَوْنَ شَيْئًا مِنْ الْأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpendapat mengenai sesuatu dari amal perbuatan yang mana meninggalkannya adalah suatu kekufuran melainkan shalat.” (HR. At-Tirmizi no. 2622)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa dalam peperangan, orang yang menyerah dan masuk islam belum diakui, sebelum mendirikan sholat dan membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan mereka untuk berjalan. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( QS At Taubah : 5 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS At Taubah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa, pada masa Rasulullah dan sahabat semua muslim mendirikan shalat di masjid, termasuk orang munafik, walaupun dengan malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Ta'ala berfirman, yang artinya :" Sesungguhnya orang orang munafik itu menipu Alloh dan Alloh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' ( dengan sholat ) dihadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Alloh kecuali sedikit sekali." (An Nisa: 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan shalat adalah kunci surga, tidak shalat ya masuk neraka, yaitu neraka SAQAR, Allah Ta'ala berfirman, yang artinya : " Apakah yang memasukkan kamu kedalam saqar ( neraka ) ?" mereka menjawab," Kami dahulu tidak termasuk orang orang yang mengerjakan shalat." ( Al Mudatsir: 42-43 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3512107236856370230?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3512107236856370230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3512107236856370230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/tidak-mau-sholat-berarti-sombong.html' title='TIDAK mau SHOLAT berarti SOMBONG'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7486292660346253592</id><published>2011-02-09T07:49:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:49:42.081+07:00</updated><title type='text'>Salah Satu Tanda Akhir Zaman: Pilih Kasih Dalam Menebar Salam</title><content type='html'>Saudaraku, di antara syarat masuk surga ialah wajibnya seseorang memiliki iman. Tanpa iman seseorang tidak bakal berhak masuk surga. Tidak ada orang kafir yang diizinkan Allah masuk surga. Oleh karena itu Allah menggambarkan di dalam Al-Qur’an penyesalan orang kafir di akhirat nanti. Mereka menyesal karena sewaktu di dunia tidak termasuk ke dalam golongan kaum Muslimin alias tidak termasuk orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (QS Al-Hijr ayat 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan secara jelas bahwa seseorang tidak bakal masuk surga jika tidak beriman. Uniknya hadits ini dilanjutkan dengan penjelasan berikutnya mengenai syarat seseorang dikatakan beriman itu apa. Ternyata di antara syarat orang dikatakan beriman ialah jika ia mengembangkan jiwa kasih-sayang terhadap sesama orang beriman lainnya. Dan berikutnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa untuk mengembangkan kasih-sayang di antara sesama mukmin ialah membiasakan diri untuk mengucapkan salam di antara mukmin satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah shollollahu ’alaihi wa sallam: “Kalian tidak bakal masuk surga sebelum kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mengasihi satu sama lain. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang bila kalian kerjakan bakal menyebabkan kasih sayang di antara kalian? Sebarkan ucapan salam di antara kalian.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kebiasaan mengucapkan salam (yaitu lengkapnya berupa ucapan Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh) merupakan suatu anjuran langsung dari Nabi Muhammad. Ia bukanlah sekedar basa-basi atau produk budaya bangsa Arab. Bahkan dengan demikian ia bisa dikatakan termasuk salah satu bentuk kegiatan beribadah seorang mukmin kepada Allah. Oleh karenanya dalam kesempatan lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan agar dalam melakukannya janganlah seorang Muslim bersikap diskriminatif alias pilih-kasih. Ucapan salam merupakan hak sesama orang beriman siapapun dia, baik yang dikenal maupun tidak, baik itu tetangga dekat maupun jauh, baik itu sesuku-bangsa maupun tidak, baik itu tua ataupun muda, baik itu saudara dekat maupun jauh atau baik itu satu organisasi maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., "Islam manakah yang lebih baik?" Beliau bersabda, "Kamu memberikan makanan dan mengucapkan salam atas orang yang kamu kenal dan tidak kamu kenal." (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penegasan di atas berarti ucapan salam sesama mukmin bersifat universal. Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun asalkan itu sesama mukmin, maka kita sepatutnya menebar ucapan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saudaraku, marilah kita patuhi anjuran Nabi yang satu ini secara murni dan konsekuen. Marilah kita biasakan diri dan keluarga untuk senantiasa menebar salam kepada sesama saudara mukmin tanpa pilih-kasih. Sebab hal itu menjadi indikasi kedalaman jiwa kasih-sayang yang kita miliki terhadap sesama orang beriman. Dan kedalaman jiwa kasih-sayang tersebut mengindikasikan kedalaman iman kita. Dan kedalaman iman kita pada gilirannya akan menjadi penyebab kita berhak masuk surga Allah ta’aala. Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tentu kita semua sangat berambisi masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di zaman penuh fitnah dewasa ini tidak jarang jiwa kasih-sayang kita mengalami erosi. Hubungan antar sesama menjadi sangat formal dan kaku, bahkan seringkali dingin dan tanpa melibatkan perasaan cinta. Kemudian tanpa kita sadari iman-pun menipis. Dan iman yang menipis itu tercermin-lah kualitas dan kebiasaan kita menebar salam. Sehingga ada sebagian kita yang menebar salam dengan syarat. Bila seseorang yang dia jumpai itu satu kelompok, organisasi, jama’ah, pergerakan, partai dengan dirinya, barulah dengan semangat dia sebar salam. Namun jika tidak, maka dengan berat hati dia menebar ucapan salam, bahkan terkadang salam-pun tidak diucapkan sama sekali. Na’udzubillaahi min dzaalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kita bila keadaan seperti ini muncul berarti kita seperti mempercepat datangnya kiamat. Bilamana sesama orang beriman sudah mulai berlaku diskriminatif dalam menebar salam, berarti itu termasuk di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن من أشراط الساعة أن يكون السلام للمعرفة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat ialah bilamana ucapan salam hanya disampaikan kepada orang yang dikenal.” (HR Abdurrazzaq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang saling mencinta hanya karena Engkau. Jadikanlah kami orang-orang yang tidak bakhil dalam menebar ucapan salam kepada sesama saudara seiman kami sebagaimana disunnahkan oleh RasulMu, Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Amin ya Rabb.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿Oleh M. Ihsan Tanjung / eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7486292660346253592?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7486292660346253592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7486292660346253592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/salah-satu-tanda-akhir-zaman-pilih.html' title='Salah Satu Tanda Akhir Zaman: Pilih Kasih Dalam Menebar Salam'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3016159202972440478</id><published>2011-02-09T07:46:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:48:54.956+07:00</updated><title type='text'>MAAFKAN AKU MAMA</title><content type='html'>“Galih, uang mama tinggal lima puluh ribu.” Sebuah kalimat yang tiba-tiba terlontar diantara percakapan aku dengan mama. Kalimat tersebut seperti membuat sebuah hentakan yang menghujam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalimat seperti itu bukanlah untuk kali yang pertama yang aku dengar dari mulut mama. Hanya saja aku sering merasa berdosa setiap mama berkata seperti itu. Aku merasa seperti anak yang belum bisa berbakti dengan baik. Aku sadar tanggung jawab keluarga ada di pundakku sebagai anak lelaki yang paling besar selepas kepergian Bapak. Fiuh…hanya helaan nafas sebagai responku terhadap perkataan mama sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak tentunya sangat ingin berbakti terhadap kedua orang tuanya terlebih kepada ibu. Kasih ibu kepada anaknya menjadikan jasa tanpa balas, cinta tanpa batas, yang sebenarnya tidak akan terbayarkan dengan bakti seorang anak sepanjang hayatnya. Aku pun demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di lubuk hatiku keinginan untuk membuat mama bahagia di sisa usianya adalah cita-cita besarku. Membuatnya untuk selalu tersenyum adalah lukisan yang terindah bagiku. Sedih dan gundahnya adalah duri yang menancap bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat sadar bahwa hasil kerjaku hanya pas untuk makan sehari-hari. Aku juga mengetahui bahwa saat ini mama sering menahan diri untuk membeli sesuatu yang dia sukai dan lebih baik dialokasikan untuk hal-hal yang menjadi kebutuhan di rumah. Aku tahu bahwa keriput dan warna putih di rambutnya yang kian hari kian tampak sebagai akibat beban pikiran yang mama tanggung karena memikirkan masa depan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku memperhatikan wajahnya ketika tidur. Wajah letihnya mengurus rumah dan anak-anaknya membuat aku semakin merasa menjadi anak yang kurang berbakti. Rasanya tidak adil apa yang mama terima dari anak-anaknya jika dibandingkan dengan kasih sayang dan pengorbanannya. Sembari memperhatikan wajah mama dalam keadaan tidur aku selalu berdoa dala hati,”Ya Allah, janganlah Engkau panggil mama sebelum mama merasa puas dengan bakti yang aku berikan untuknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari mama berkata,” Jika kamu dan yang lainnya menikah, nanti mama tinggal sendiri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mulut bergetar aku menjawab,”Mama akan menjadi tanggung jawab Galih. Mama akan tinggal sama Galih.” Hampir saja air mata ini menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian bapak memang cukup meninggalkan luka di hati mama. Kekosongan dan rasa sepi kerap menyapanya. Sehingga sering aku menemukan mama duduk melamun sambil menatapi foto bapak yang terpajang di ruang tamu. Kehilangan pendamping hidup serasa hilang separuh jiwa, sepi, hampa, meski mama masih memiliki lima orang anak namun ramai itu hanya sejenak. Tidak ada lagi teman berbagi cerita, keluh-kesah, dan orang yang menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadari bahwa ini adalah sebuah perjuangan hidup. Bahkan lebih dari itu ini adalah medan kebaikan jika aku dapat berbakti dan memberikan kebahagiaan untuk mama. Dengannya akan mengalirkan banyak pahala yang akan membuat hidupku menjadi bermakna dan bernilai. Oleh karena itu sekuat mungkin aku menghindari sikap berputus asa dari rahmat Allah SWT. Keadaan ini bukan untuk diratapi dan disesali. Aku harus menghadapinya dengan terus-menerus memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa untuk tetap membuatku semangat berikhtiar dengan maksimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3016159202972440478?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3016159202972440478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3016159202972440478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/maafkan-aku-mama.html' title='MAAFKAN AKU MAMA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5426140250905794156</id><published>2011-02-09T07:46:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:46:46.413+07:00</updated><title type='text'>5 sebelum 5</title><content type='html'>Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Bersabda : " Pergunakanlah lima kesempatan sebelum datang lima lainnya; Mudamu sebelum tuamu, Sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu' ( H.R Al-Hakim &amp; Al-baihaqi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa yang sehat tenang-tenang terhadap kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didatangi maut secara dadakan, setelah kelalaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak berkutik, ketika kematian datang tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melarikan diri atau mencegahnya dengan kekuatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu wanita-wanita bertutup kain hitam meratapinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang yang berdo'a tidak didengar, meski suara ditinggikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia tambah dekat dari liang yang jadi peristirahatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berpisah dengan apa yang kemarin masih bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kematian tidak melepaskan sang kaya karena hartanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tidak mengabaikan yang tak punya lagi membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu sekarang masih bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh saudaramu yang sudah menjadi penghuni kubur, karena itu pergunakanlah kesehatan dan waktu luangmu sebelum hari yang sangat menakutkan dan hari hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5426140250905794156?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5426140250905794156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5426140250905794156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/5-sebelum-5.html' title='5 sebelum 5'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-281312829830081603</id><published>2011-02-09T07:45:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:46:01.885+07:00</updated><title type='text'>Hukum CADAR / NIQOB</title><content type='html'>Berikut ini beberapa hadist dan ayat yang dipakai sebagai dalil tentang anjuran memakai NIQOB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;♦ Dari Ummi ‘Athiyah: “Kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengajak wanita- wanita yang sedang haidl dan wanita- wanita bercadar untuk menghadiri perayaan IED. Wanita- wanita yang sedang Haidl dijauhkan dari Musholla. Seorang wanita bertanya: “Ya Rasulalloh, bagaimana tentang seorang wanita yang tidak memakai cadar?” Rasul menjawab: ” Biarlah dia berbagi dengan temannya (yang bercadar). Shohih Bukhori 8/ 347/1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;♦ Pada ayat Al- Qur’an Surat Arrohman ayat 56 Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fiihinna qooshirootuthorfi lam ythmitshunna insun qoblahum walaa jaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disorga ada bidadari- bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh manusia sebelum suami mereka (disorga) dan tidak pula oleh Jin” )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar hadist dari A’isyah: “Yaitu para wanita yang menurunkan jilbabnya dari atas kepala dan kemudian meletakkannya pada MUKA nya” . Bukhori: 7/65/375 – Muslim: 8/33/34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar Ulama menafsirkan yang dimaksud “Qoosirootuthorfi” itu adalah “Bidadari sorga yang sopan- sopan” sesuai ayat- ayat sebelumnya yang sedang membahas masalah keadaan sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»» Dari A’isyah: “Ada kafilah bertemu kami, saat itu kami bersama Rasulullah sedang Ihrom. Saat mereka telah dekat masing- masing kami menurunkan jilbabnya dari kepala sampai menutup muka. Dan saat kafilah itu telah melewati kami, kami membuka wajah kami.” Sunan Abu Dawud: 1/ 1833.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»» Dari Ibnu Abbas: ” Allah memerintahkan para mukminat- apabila mereka keluar rumah untuk suatu hajat, agar menutup kepalanya dengan jilbab, membiarkannya satu atau kedua matanya untuk melihat melalui Niqob.” Tafsir At- Thobari 2/123 – Bukhori: 8/368/1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»» Dari Anas bin Malik RA: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: ” Apabila seorang wanita penghuni sorga melihat ke bumi, dia ingin untuk memenuhi ruang antara dia- bumi dan sorga dengan cahaya, dan ingin apapun yang ada diantaranya penuh dengan wewangian sorgawi, dan CADAR pada wajahnya lebih baih baik dari dunia dan seisinya” Bukhori: 8/572/1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa PENGHUNI SORGAPUN MEMAKAI CADAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Jumhur Ulama, ini adalah sekedar informasi kebesaran pakaian para bidadari penghuni sorga, bukan perintah untuk memakainya. Sebagaimana informasi pada Surat Al- Muthoffifiin ayat 25 yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Yusqouna min rohiiqim makhtuum”= “Para penghuni sorga itu disuguhi minuman arak murni”. …….. Bukan berarti orang mukmin dibumi boleh minum arak murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi hadist- hadist dan ayat yang senada termasuk AYAT HIJAB, yakni Surat Al- Ahzab ayat 53 yang berbunyi diantaranya……….” Waidzaa sa altumuuhunna fas aluuhunna min waroo I hijab” = ” Dan bila kalian akan meminta sesuatu kepada para istri Nabi, maka hendaklah kalian memintanya dari balik hijab…….”. (Tafsir Ibnu Katsier III/503)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur Ulama memaknai ayat ini untuk perlunya ada PEMBATAS/ SATIR/ HIJAB yang memisahkan antara kum pria disatu tempat yang sama dengan kaum wanita agar tidak terjadi IKHTILATH (campur baur). Sedang para penganjur CADAR mengartikan pemakaian CADAR (dan jilbab secara keseluruhan) adalah sebagai manifestasi pengamalan ayat hijab. Wallohu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-281312829830081603?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/281312829830081603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/281312829830081603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/hukum-cadar-niqob.html' title='Hukum CADAR / NIQOB'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5163147532668535956</id><published>2011-02-09T07:43:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:43:39.223+07:00</updated><title type='text'>Rasa Malu Yang Hilang Akan Membinasakan</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Malu itu sebagian dari iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. : Nabi Saw. Pernah bersabda ; “Iman meliputi lebih dari enam puluh cabang atau bagian. Dan Al haya’ (rasa malu) adalah sebuah cabang dari iman.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malu itu keberkahan.&lt;br /&gt;Dengan rasa malu kita terhalang dari dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshari Al Badri ra. berkata, Rasulullah saw telah bersabda, “Sesungguhnya sebagian yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: ‘Bila kamu tidak malu, maka berbuatlah sesuka hatimu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebinasaan seseorang dimulai dari hilangnya rasa MALU...&lt;br /&gt;Bila sudah tidak ada rasa malu, maka dia menjadi manusia bebas.&lt;br /&gt;Bebas tanpa aturan, dan bebas berbuat sesuai hawa nafsu.&lt;br /&gt;Tuhannya hanyalah nafsunya.&lt;br /&gt;Sehingga hidupnya bergelimang dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah jika menghendaki memBINASAkan seorang hamba,&lt;br /&gt;maka Dia menCABUT dari orang itu rasa MALU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah tercabut darinya rasa malu,&lt;br /&gt;engkau tidak menjumpai orang itu kecuali berGELIMANG DOSA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tidak menjumpai kecuali bergelimang dosa,&lt;br /&gt;dicabut (pula) dari dirinya AMANAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah dicabut darinya amanah,&lt;br /&gt;engkau tidak menjumpainya kecuali sebagai orang yang berKHIANAT dan diKHIANATi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan berkhianat dan dikhianati,&lt;br /&gt;maka dicabut darinya RAHMAT (Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah dicabut darinya rahmat (Allah),&lt;br /&gt;engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terKUTUK dan terLAKNAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat,&lt;br /&gt;maka diCABUT darinya IKATAN dengan ISLAM”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Allah hendak menghancurkan suatu kaum (negeri), maka terlebih dahulu dilepaskannya rasa malu dari kaum itu." (HR. Bukhari - Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi rasa malu yang dimaksud adalah menurut para sahabat Rasul, yang malu untuk berbuat dosa dan bukan ukuran manusia jahil yang malu untuk berbuat kebaikan, seperti malu ke masjid, malu ke pengajian dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Rasulullah bertanya tentang kebajikan dan dosa, dan dijawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila kita malu berbuat kebaikan dan tidak malu berbuat dosa...&lt;br /&gt;Jangan-jangan kita adalah ummat yang akan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na'udzubillahi min dzaalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5163147532668535956?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5163147532668535956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5163147532668535956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/rasa-malu-yang-hilang-akan-membinasakan.html' title='Rasa Malu Yang Hilang Akan Membinasakan'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7812567265945933672</id><published>2011-02-09T07:35:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:36:08.261+07:00</updated><title type='text'>Hidayah Allah Datang Melalui Marwan Anakku Yang Bisu dan Tuli (Kisah Nyata di Madinah)</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Kadang apa yang tidak kita sukai, akan memberikan kebaikan yang banyak.&lt;br /&gt;Semuanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan memiliki anak yang cacat.&lt;br /&gt;Secara zhohir kita tidak suka, tetapi bisa jadi akan mendatangkan cinta kita kepadanya dan cinta kepada Allah yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah : 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga yang di alami seorang penduduk Madinah dewasa ini yang berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain. Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya: "Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya. Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah yang di langit melihatmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah. Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku. Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur'an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah. Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar, lalu ia shalat maghrib di hadapan saya. Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur'an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan" (QS. Maryam: 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya. Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setelah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh. Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepadanya, "Biar kita ke masjid dekat rumah saja." Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut. Dan Marwan selalu memandang saya.Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya', saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui" (QS An-Nuur: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya. Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, "Sudahlah wahai Abi!" Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, "Kamu jangan cemas." Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur'an dan menunjukkannya kepada saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu memantulkan cahaya Allah pada ayahnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dia buta dan tuli, tapi masih punya mata dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dia cacat tapi dia sempurna di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu pelajaran kita semua menilai orang itu jangan dari segi phisiknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita yang tidak cacat seharusnya lebih mudah menerima hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalau tidak mau memanfaatkan untuk mendapat hidayah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan hawa nafsu kita yang sudah dituhankan.﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (QS Al Jatsiyah : 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber cerita: Kembang Anggrek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7812567265945933672?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7812567265945933672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7812567265945933672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/hidayah-allah-datang-melalui-marwan.html' title='Hidayah Allah Datang Melalui Marwan Anakku Yang Bisu dan Tuli (Kisah Nyata di Madinah)'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3068600977564063237</id><published>2011-02-09T07:33:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:34:17.140+07:00</updated><title type='text'>HINA ZINA</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Penyakit AIDS sudah melanda negeri...&lt;br /&gt;Perselingkuhan biasa terjadi…&lt;br /&gt;Keperawanan sudah tidak berarti...&lt;br /&gt;Perzinaanlah yang merasuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia adalah ujian...&lt;br /&gt;Dunia penuh dengan tipuan...&lt;br /&gt;Dan tipuan yang paling besar adalah wanita...&lt;br /&gt;Allah ’Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran : 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah paling besar yang dihadapi di dunia adalah wanita, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ&lt;br /&gt;“Aku tidak meninggalkan fitnah (masalah) yang lebih besar atas kaum lelaki setelahku dibandingkan wanita”.&lt;br /&gt;[HR. Al-Bukhoriy dalam An-Nikah (no. 5096), dan Muslim dalam Adz-Dzikr wa Ad-Du'a' (no. 7880 &amp; 6881)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Sesungguhnya siapapun yang memahami HIKMAH..&lt;br /&gt;niscaya dia tidak akan berani mendekati ZINA.&lt;br /&gt;Allah subhanahhu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.: (QS Al Isra’(17): 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata itu bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan. Lidah itu bisa berzina dan zinanya adalah perkataan. Kaki itu bisa berzina dan zinanya adalah ayunan langkah. Tangan itu bisa berzina dan zinanya adalah sentuhan. Hati bisa berzina dengan keinginan dan angan-angan. Baik kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (H.R. Bukhari, Muslim, An-Nasai, dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melarang kita mendekati zina,&lt;br /&gt;Karena zina adalah susah dihindari bila sudah berhadapan.&lt;br /&gt;Sehingga bila kita tidak ingin terjebak zina,&lt;br /&gt;janganlah kita mendekati langkah-langkah ke arahnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Laki-laki dan wanita tidak menahan pandangan yang menimbulkan nafsu, tidak boleh melihat aurat, dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya..” (QS An-Nur : 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya memandang (wanita) adalah salah satu panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita karena takut pada-Ku, maka Allah mewariskan kelezatan iman di dalam hatinya.” (H.R. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Ali, janganlah engkau susuli pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memakai pakaian yang membuka aurat kepada yang bukan mahram. Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.&lt;br /&gt;“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Di waktu mengobrol wanita memperlihatkan perkataan yang merayu dan menggoda.&lt;br /&gt;“Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (QS Al Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Wanita memakai parfum yang menggoda laki-laki&lt;br /&gt;“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Di waktu berjalan hendaknya wanita jangan menggoda orang yang melihat.&lt;br /&gt;“Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya. (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”.&lt;br /&gt;(HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan mahram. Termasuk di sini suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiganya adalah setan. Seperti sabda nabi:&lt;br /&gt;"Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab setan menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Bukhari &amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Kita semua mengakui bahwa kita CIPTAAN Allah.&lt;br /&gt;Seharusnya kita semua juga mengakui bahwa kita MILIK Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sudah mengakui bahwa kita MILIK Allah,&lt;br /&gt;Seharusnya kita mengakui ATURAN dan HUKUM Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Allah itu ada yang harus diberlakukan di dunia,&lt;br /&gt;Dan ada yang diberlakukan di Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Allah di dunia adalah tergantung PENGUASA.&lt;br /&gt;Bila dia taat, dia melaksanakan hukum sesuai hukum buatan Allah,&lt;br /&gt;Bila dia tidak taat, dia melaksanakan hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;Tetapi hukum Allah di Akhirat PASTI akan dilaksankan.&lt;br /&gt;Karena Dia adalah ’Maliki Yaumiddiin’ (Raja Hari Pembalasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zina adalah dosa besar nomor 2 setelah syirik.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Allah sesudah syirik kepada Allah, dapat melebihi dosa orang yang menumpahkan air mani (sperma)nya pada perempuan yang tidak halal.” (HR Ahmad dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai kaum Muslimin! Takutlah kamu akan berbuat zina, sebab disitu ada enam perkara, yang tiga di dunia dan yang tiga di akherat. Adapun yang tiga di dunia adalah: 1. Hilangnya sinar wajahnya,&lt;br /&gt;2. Pendek umurnya,3. Berlangsung terus kekafirannya. Sedangkan yang tiga perkara lagi di akherat ialah: 1. Mendapat kemurkaan Allah SWT. 2. Hisab (hitungan amal) yang jelek, dan 3. Azab neraka. (HR Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu tercelanya para pezina ini, maka Allah menurunkan aturan untuk menjaga perkembangbiakan keturunan orang-orang yang beriman dari terkontaminasi farjinya para pezina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nuur (24): 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman bagi pezina di dunia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS An Nuur (24): 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hukum terbaik bagi para pezina ini diperjelas rinciannya oleh Rasulullah Saw:&lt;br /&gt;Dari Ubadah bin Shamit ra, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah (hukum) dari padaku! Ambillah (hukum) dari padaku! Karena sesungguhnya Allah telah bukakan jalan bagi mereka, yaitu gadis dan jejaka dera seratus kali dan pengasingan setahun, dan yang sudah pernah menikah dengan yang sudah menikah dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dari Nu’aim bin Hazzal : “Ma’iz bin Malik adalah seorang yatim dibawah asuhan bapakku. Lalu dia menzinahi seorang budak dari suku itu. Maka bapakku berkata kepadanya, “Pergilah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beritahukan kepada beliau apa yang telah engkau lakukan. Semoga beliau memohonkan ampun untukmu”.Bapakku menghendaki hal itu karena berharap Ma’iz memperoleh solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ma’iz mendatangi beliau dan berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah berzina. Maka tegakkanlah kitab Allah atasku”. Lalu beliau berpaling darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ma’iz mengulangi dan berkata, ““Wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah berzina. Maka tegakkanlah kitab Allah atasku”. Maka beliau berpaling darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ma’iz mengulangi dan berkata, ““Wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah berzina. Maka tegakkanlah kitab Allah atasku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dia mengulanginya empat kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau telah mengatakannya empat kali. Lalu dengan siapa ?. Dia menjawab, “Dengan si Fulanah”. Lalu beliau bersabda, “Apakah engkau berbaring dengannya?”. Dia menjawab, “Ya”. Lalu beliau bersabda, “apakah engkau menyentuh kulitnya?”. Dia menjawab, “Ya”. Lalu beliau bersabda, “Apakah engkau bersetubuh dengannya?”. Dia menjawab, “Ya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliau memerintahkan untuk merajamnya. Kemudian dia dibawa keluar ke Harrah [11]. Tatkala dia dirajam, lalu merasakan lemparan batu. Dia berkeluh kesah, lalu dia keluar dan berlari. Maka Abdullah bin Unais menyusulnya. Sedangkan sahabat-sahabatnya yang lain telah lelah. Kemudian Abdullah mengambil tulang betis unta, lalu melemparkannya, sehingga dia membunuhnya. Lalu dia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakanya kepada beliau. Maka beliau bersabda, “Tidakkah kamu membiarkannya, kemungkinan dia bertaubat, lalu Allah menerima tuabtanya!?” [Hadits Riwayat Muslim dan lainnya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACA LANJUTANNYA : http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;&amp;note_id=480983790848&amp;id=291202364354&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3068600977564063237?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3068600977564063237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3068600977564063237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/hina-zina.html' title='HINA ZINA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4669771410770101777</id><published>2011-02-09T07:33:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:33:21.048+07:00</updated><title type='text'>Memasuki Tahun Baru dengan Semangat Hijrah</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru Hijriyah&lt;br /&gt;Selamat memasuki bulan Muharam 1432 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Muharam adalah termasuk dalam BULAN HARAM.&lt;br /&gt;Yaitu bulan yang sangat dihormati selain bulan Dzulqaidah, Dzulhijah, dan Rajab, sehingga ummat Islam diharamkan berperang dan bermusuhan pada bulan itu. Bulan haram adalah merupakan bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. Islam harus sesuai dengan namanya yang berarti SELAMAT dan DAMAI&lt;br /&gt;sehingga tidak boleh mengobarkan api peperangan, kecuali jika diperangi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat BULAN HARAM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At Taubah : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Muharam adalah SYAHRULLAH (Bulan Allah).&lt;br /&gt;Para ulama memberikan apresiasi luar biasa terhadap bulan Muharram. Mereka berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah, seperti puasa sunnah, sedekah, sholat malam. Dengan harapan, mereka benar-benar memperoleh berkahyang sangat melimpah. Jika saja kita melakukan amal ibadah maka pahalanya akan dilipatgandakan sebaliknya jika kita melakukan maksiat maka dosanya pun dilipatgandakan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi Historis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada tanggal 10 Muharram (‘Asyura), Allah menyelamatkan umat Nabi Musa dari incaran pasukan Fir’aun.&lt;br /&gt;Sebelum datangnya bulan Ramadhan, shaum pada tanggal 10 Muharram hukumnya wajib namun setelah Allah mewajibkan shaum di bulan Ramadhan maka shaum di bulan Muharram tersebut menjadi sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dari Siti Aisyah RA yang diriwayatkan Imam Bukhori:&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ketika Nabi Saw datang ke Madinah, ia melihat seorang Yahudi yang sedang melaksanakan shaum satu hari, yaitu ‘Assyura (10 Muharram). Mereka berkata: “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Fir’aun. Maka Nabi Musa As berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah.” Rasul Saw bersabda: “Saya lebih berhak mengikuti Musa as dari pada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada kemiripan dengan shaumnya orang-orang Yahudi namun Rasulullah menegaskan dan juga memerintahkan kepada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah pun sempat diprotes oleh umat Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu (’Asyura) diagungkan oleh orang Yahudi.” Maksudnya, kenapa umat Islam mengerjakan sesuatu persis seperti yang dilakukan oleh umat Yahudi? Beliau lalu bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.” Setelah itu, tidak hanya disunnahkan puasa pada tanggal 10 tapi juga tanggal 9 Muharram. Sayang, sebelum datang tahun berikutnya Rasulullah telah wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal 9 dimaksudkan agar tidak persis seperti yang dilakukan oleh umat pada masa Nabi sebelumya, yakni Yahudi dan Nashrani. (Fathul Bari 4: 245)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Zaadul Ma’aad disebutkan bahwa shaum di bulan ‘Asyura dibagi menjadi tiga urutan, yaitu: urutan yang pertama, shaum pada tanggal 10 ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9-10-11). Urutan yang kedua, shaum tanggal 9 dan 10. Shaum pada tanggal tersebut banyak disebutkan dalam sejumlah hadits. Urutan yang ketiga yakni shaum pada tanggal 10 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga urutan di atas yang paling kuat menurut para ulama adalah shaum selama 3 hari (9,10, dan 11) dengan alasan kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat, maka shaum tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan shaum tasu’a (tanggal 9) dan ‘Asyuro (tanggal 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadhilah atau keutamaan puasa 'asyura :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ‘Asyura disandingkan dengan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW juga bersabda:&lt;br /&gt;Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan yang didambakan dari puasa ‘Asyura adalah dapat menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu. (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar keutamaan yang terkandung pada puasa di hari ini. Bahkan sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib. Namun berdasarkan hadits ‘Aisyah di atas, kalaupun puasa ini dihukumi wajib maka kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Khalifah Umar bin Khattab menjadikan bulan ini sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyyah.&lt;br /&gt;Pada awalnya ada di antara sahabat yang mengusulkan Rabi’ul Awal bulan nabi Muhammad lahir atau bulan Ramadhan sebagai awal bulan. Namun Umar Radliyallahu ’anhu sebagai Khalifah beserta sejumlah sahabat lainnya lebih memilih bulan Muharram sebagai bulan yang pertama dalam Islam karena pada bulan Muharram adalah bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. (Sebenarnya kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal). Hal ini adalah agar semangat HIJRAH Rasulullah membentuk masyarakat MUSLIM MADANI di Madinah dan meninggalkan masyarakat JAHILIYAH akan memberikan semangat pada setiap awal tahun baru Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal PERUBAHAN, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat-saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 pesan perubahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah ini, yaitu:&lt;br /&gt;1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun baru ini.&lt;br /&gt;2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, qiyamullail, bersedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, tilawah Al Quran, dll.&lt;br /&gt;3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah Spiritual dan Hijrah Amaliah&lt;br /&gt;Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti hijrahnya Rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu:&lt;br /&gt;Perpindahan secara spiritual dan intelektual,&lt;br /&gt;Perpindahan dari kekufuran kepada keimanan,&lt;br /&gt;dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah,&lt;br /&gt;Perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu,&lt;br /&gt;dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim dan membaca,&lt;br /&gt;Perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi,&lt;br /&gt;dengan kerja keras dan tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Memakai jilbab dan tutup aurat salah satu hijrah Spiritual dan amaliah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam di bumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat HIJRAH dari umat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dalam memasuki Tahun Baru Hijriah 1432 Hijriyah ini, semangat HIJRAH Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji seperti yang telah terjadi pada masa-masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, sehingga Allah memujinya dalam Al Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿Wallahu a’lam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4669771410770101777?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4669771410770101777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4669771410770101777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/memasuki-tahun-baru-dengan-semangat.html' title='Memasuki Tahun Baru dengan Semangat Hijrah'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6700915444589166308</id><published>2011-02-09T07:32:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:32:45.641+07:00</updated><title type='text'>Tawadhu’(Rendah hati)</title><content type='html'>Rasulullah SAW bersabda : “Tawadhu ( Rendah Hati),tidak akan menambah seseorang selain kemuliaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi ” Tidak akan masuk syorga seseorang yang apabila di dalam dirinya ( hatinya ) sekerat dari rasa sombong ( merasa diri pintar,hebat “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah mengatakan,” Tirulah Ilmu padi,semakin berisi semakin merunduk “.Dengan arti kata, semakin ia pintar,ilmunya bertambah,justru yang dirasakan dalam dirinya semakin rendah dimata Allah,karena ia yakin dan percaya sekali,kesombongan itu hanya milik Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lawannya pepatah mengatakan : ” Jangan tiru ayam dikandang,bertelor satu ribut sekampung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang semacam ini,persis kaya ayam dikandang, syukur kalau ia ayam kampung yang mencari makan itu sendiri,yang repotnya kalau ia ayam eropah,yang berada di dalam kandang terus,dikasih makan, besarnya cepat, namun gizinya dan khasiatnya tidak seperti ayam kampung,dapat makanan itu atas usahanya sendiri,bukan pemberian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu,sifat dan watak ayam betina pada umumnya,suka berkotek,yang mana bertelor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan arti kata,belum seberapa ilmu seseorang,masih sangat minim sekali,sudah merasa diri pintar. Kepintaran seseorang hanya bisa dirasakan oleh sekian banyak manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW,selalu mengingatkan kita manusia, agar selalu bersikap Tawadhu,karena yang didapatkan dari tawadhu itu,tidak lain,selain kemuliaan.Orang akan justru merasakan ketenangan, kekaguman, dan kemuliaan,karena pada dasarnya manusia yang punya aqal waras,tahu membedakan, mana baik,mana buruk,mana sebenarnya hakikat hidup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan manusia seperti ayam betina yang berkotek,belum apa-apa,sudah merasa diri hebat, berjasa, dan pintar, padahal, itu tiadalah arti apa-apanya sama sekali,bagi mereka yang mempunyai ilmu padi ,maka orang sekampungpun risih dibuat kotekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekedar makna Tawadhu,yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.Pantaslah beliau mengatakan : ” Aku akan meninggalkan dua warisan pada kamu ummat Islam,yang apabila kamu berpegang teguh pada&lt;br /&gt;keduanya,kamu tidak akan pernah sesat selamanya.Dua pegangan itu adalah Al Qur’an dan Sunnah “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk kategori orang-orang yang tawadhu,dan dihindarkan diri dari sikap ” Takabbur =&lt;br /&gt;Sombong “,agar kelak,syorga dan Ridha Allah saja yang kita terima,dan kita terhindar dari Api Neraka (Naudzubillahimindzalik ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mengusahakan diri,agar apapun kelebihan,ilmu yang luas,seluas lautan,yang bukan dua tiga orang saja mengakui kehebatan kita,namun masing-masing manusia merasakan kehebatan ilmu kita tersebut,namun,kita kembalikan semuanya adalah Rahmat dan Milik Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering-sering mengintropeksi diri sendiri,dan merasakan,bahwa tiada kekuatan, kehebatan, kepintaran, selain kehebatan Allah semata, namun tetaplah menjadi manusia yang suka memberi ilmu yang berfaedah,bermanfaat,dirasakan dan diamalkan sekian banyak manusia,karena bagaimanapun “Tangan diatas lebih baik,daripada tangan dibawah “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hati-hati,karena godaan,berupa pujian dan celaan,akan selalu menghadang dan menimpa diri manusia yang selalu berkembang dari zaman kezaman,semakin bertambah ilmunya,tapi ia tetap waspada,bahwa semua pujian dan cacian makian tidak lain hanyalah angin-angin,dan cobaan untuk semakin memperkokoh iman dan ilmunya belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita menjadi manusia yang utuh,punya hati,nurani,aqal yang waras,ruh ke Islaman dan jiwa yang tenang,tidak bergejolak ( karena air beriak tanda tak dalam ).Kita sadar sesadar-sadarnya,bahwa rasa tawadhu itu akan menambah kemuliaan kita kelak,dan yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang kita miliki semua milik Allah,kita hanya sebagai peminjam belaka,yang mana kelak,sang pemiliknya akan mengambilnya sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Muhammad NAshrun Qoriib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6700915444589166308?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6700915444589166308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6700915444589166308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/tawadhurendah-hati.html' title='Tawadhu’(Rendah hati)'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4658434154894498419</id><published>2011-02-09T07:30:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:30:37.021+07:00</updated><title type='text'>ISLAM adalah AGAMA KASIH</title><content type='html'>Sahabat Hikmah…&lt;br /&gt;Islam adalah agama Rahmatan lil ‘alamin.&lt;br /&gt;Artinya Islam adalah agama yang membawa Rahmah bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.&lt;br /&gt;Sesuai dengan firman Allah yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) Rahmah bagi semesta alam”. (QS Al-Anbiya : 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat atau Rahmah artinya adalah kasih sayang, cinta yang tulus, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL-ISLAM….mempunyai akar kata AS-SALAAM yang berarti KETENANGAN, KEDAMAIAN dan KETENTRAMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Rasulullah membawa Rahmah (cinta dan kasih) kepada seluruh alam, maka sudah selayaknya Allah menjadikan Rasulullah memiliki akhlak yang agung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali ‘Imran:159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ”Sesungguhnya Egkau (Muhammad saw) benar-benar berada dengan akhlak yang agung.” (QS Al Qalam : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara mu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”&lt;br /&gt;(QS Fushshilat [41]: 34-35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam yang dibawa Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap semua makhluk Allah. Islam menghormati hak binatang dan benda-benda. Dan apapun bentuk kesewenang-wenangan dan kezhaliman terhadap hewan, akan mendapat kecaman dari Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Misalnya sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa ada seorang wanita yang disiksa akibat kematian seekor kucing yang dikurung tanpa diberi makan, hingga akhirnya kucing itu mati karena kelaparan. (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;· Dan masih dalam konteks menghormati hak hewan, Rasulullah menyuruh kita menajamkan pisau yang akan digunakan menyembelih, hal dimaksudkan agar hewan yang disembelih tidak terlalu lama merasakan sakitnya penyembelihan. Sabda beliau, ”Ketika kalian menyembelih (hewan ternak), maka perbaguslah penyembelihanmu, dan hendaknya ia menajamkan pisaunya, dan buatlah hewan sembelihanmu merasa 'nyaman'.” (HR. Muslim)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa orang yang mengajarkan Islam akan mendapat sholawat (do’a) bukan hanya dari Allah dan para Malaikat, tetapi juga semua makhluk di bumi, semut dan ikan.&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”&lt;br /&gt;[ HR at-Tirmidzi (no. 2685) dan ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 7912), dalam sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan oleh hadits lain yang semakna. Hadits ini dinyatakan hasan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani rahimahullah dalam “Silsilatul ahaditsish shahihah” (4/467).].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan penghormatan kepada semua makhluk, apalagi dengan manusia. Islam datang untuk mengangkat derajat umat manusia ke tempat yang tinggi setelah begitu terpuruk pada masa jahiliyah. Islam sangat menghormati jiwa manusia dengan banyak memberikan perhatian terhadapnya.&lt;br /&gt;Islam bahkan sangat menghargai satu nyawa manusia, sehingga membunuh satu jiwa manusia tanpa kebenaran adalah sama dengan membunuh manusia seluruhnya, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..” (QS. Al Maidah : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini. Islam benar-benar mengajarkan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah yang di atas muka bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Tirmidzi, dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzi dan disahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah hanya akan menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau meriwayatkan:&lt;br /&gt;أَنَّ الأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“al-Aqra’ bin Habis suatu ketika melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium al-Hasan -cucu beliau-, maka dia berkata: ‘Saya memiliki sepuluh orang anak namun saya belum pernah melakukan hal ini kepada seorang pun di antara mereka.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafazh Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam menganjurkan saling menyayangi dan menjaga hubungan silaturahmi (tali kasih sayang) dan menyambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dari Abu Hurairah ra oa berkata, Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”. (HR Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dari Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, “Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dari seorang laki-laki dari Khos’amm berkata: “Saya mendatangi Rasulullah sawsedangkan beliau sedang bersama salah seorang sahabatnya, aku berkata: kamu mengaku bahwa engkau adalah Rasulullah? Rasulullah saw menjawab: “iya”, aku bertanya: amalan apa yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab; “Beriman kepada Allah swt ”, aku bertanya lagi, kemudian apa lagi ? beliau menjawab : “kemudian menyambung silaturahmi”. (HR Abu Ya’la dengan sanan Jayyid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dari Jubair bin Mut?im ra sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, ” Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan.”. Sufyan berkata : “yaitu yang memutus hubungan tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan JIHAD ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan dibaca LANJUTANNYA di fan page KKH dan memberikan komentarnya : http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/islam-adalah-agama-kasih/482855830848&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4658434154894498419?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4658434154894498419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4658434154894498419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/islam-adalah-agama-kasih.html' title='ISLAM adalah AGAMA KASIH'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6825491872667515138</id><published>2011-02-09T07:28:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:29:27.673+07:00</updated><title type='text'>Ketika Bangsa JIN Menjawab dan Bangsa MANUSIA Terdiam</title><content type='html'>Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan ?&lt;br /&gt;”Maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”&lt;br /&gt;(QS Ar Rahman :13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran surat Ar Rahman (Yang Maha Pengasih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ’Azza wa Jalla mengulang-ulangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu pertanyaan penting yang ditujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bangsa MANUSIA dan JIN sampai 31 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Allah mengulangi pertanyaan yang sama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sela-sela pertanyaan itu Allah menyebutkan ragam nikmat-NYa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan –untuk sesaat- rutinitas bisnismu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan obsesi-obsesimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bersama menyambut dan menjawab pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang diulang-ulang oleh Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat yang telah memberimu nafas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat yang telah memberimu jantung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat yang telah memberimu mata, tangan, kaki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan beraneka nikmat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat yang telah memberi tempat tinggal yang asri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap dengan isteri, suami dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat yang menghidupkan juga mematikanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan dan dimana serta bagaimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya Dia-lah yang menggenggam jiwamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena Dia-lah yang melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah bertanya kepadamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan ?&lt;br /&gt;(Maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kamu menjawabannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdillah radliyallahu ’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam ketika membacakan surat Ar Rahman ini kepada para sahabatnya, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa kalian terdiam saja? Sesungguhnya bangsa JIN lebih baik jawabannya ketika aku membaca Fabi ayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan ? (maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) mereka (bangsa jin) menjawab, ”Duhai Tuhan kami, tidak ada satu nikmatpun yang kami dustai, segala puji hanya bagi-Mu semata.” (Lihat: Al Mustadrak ’Ala ash-shahihain 2/515. Hadits ini menurut Imam Adz Dzahabi shahih sesuai syarat Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat ini Engkau tengah membuka mushaf Al Quran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah ...surat Ar Rahman...lalu bacalah...renungkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan terasa bagimu sentuhan lembut kalam ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu teduh menyapa nuranimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pertanyaan yang berulang-ulang itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertujuan untuk menggugah rasa TAKUTmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu bentuk ancaman bagi para durjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang coba-coba berani mengingkari nikmat-nnikmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qois bin ’Ashim Al-Munqariy pernah meminta kepada Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam, seraya berkata, ”Bacakanlah apa yang telah diwahyuka kepadamu!” Lalu Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam membacakan surat Ar Rahman. Qois bin ’Ashim Al-Munqariy meminta untuk diulangi. Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam pun mengulangi sampai tiga kali. Akhirnya Qois bin ’Ashim Al-Munqariy menyatakan keislamannya; ”Demi Allah, betapa indah dan manisnya, di bawahnya meengalir air yang berlimpah, sedang di permukaannya buah-buahan yang ranum...Apakah gerangan yang diucapkan orang ini (maksudnya Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam)? Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan sesungguhnya Engkau (Muhammad) adalah uttusan Allah.” (Lihat: Tafsir Al Munir, Az Zuhail : 27/200)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Ar Rahman ini Allah bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada masing-masing diri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang bagaimana kita bersikap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hadapan nikmat-Nya yang begitu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat TERBESAR yang diberikan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk hidup dan kehidupan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk manusia dan kemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah nikmat WAHYU (Al Quran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat wahyulah yang mampu menjelaskan manusia dan jin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;garis-garis besar aturan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wahyu perbedaan antara al-Haq dan al-Bathil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat teridentifikasi dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu pula-lah yang menuturkan kepada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana yang halal dan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari INDERA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita dapat mengidentifikasi segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tidak dapat diketahui oleh indera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan dijelaskan oleh AKAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang tidak terjangkau oleh akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan dituntun oleh WAHYU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyulah tempat bermuaranya segala jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pertanyaan-pertanyaan yang musykil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wahyu, segala pertanyaan akan terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa telah kita syukuri nikmat wahyu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayim rahimahullah menjelaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa SYUKUR memiliki tiga rukun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengakui nikmat tersebut secara bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menceritakannya secara zhahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menggunakannya dalam rangka taat kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tazkiyatun Nufus, Ibnu Qayim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin mengetahui kadar SYUKUR kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada nikmat WAHYU (Al Quran) ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka lihatlah bagaimana kwalitas dan kwantitas interaksi kita kepada Al Quran dan penjelasnya (As Sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sudah memanfaatkan secara maksimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anugerah Allah yang paling bermanfaat di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik ’Ilman wa ’amalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik sebagai disiplin ILMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau sebagai AMALAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS Al-A'raf : 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nas’alullaha al-’Afiah&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Abu Hilya Salsabila)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6825491872667515138?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6825491872667515138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6825491872667515138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/ketika-bangsa-jin-menjawab-dan-bangsa.html' title='Ketika Bangsa JIN Menjawab dan Bangsa MANUSIA Terdiam'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2602657168136591652</id><published>2011-02-09T07:28:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:28:17.838+07:00</updated><title type='text'>Berburuk sangka</title><content type='html'>Bismillaahirrahmaanirrahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikumwarahmatullaahiwabarakaatuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku rahimakumullahulakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman dalam kitabnya yang mulia : “ Wahai orang-orang beriman, jauhilah oleh kamu berburuksangka, karena buruksangka itu adalah suatu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan atau aib seseorang, dan janganlah kamu bergunjing sesama kamu, apakah kamu menyukai memakan bangkai daging saudaramu yang sudah (mati, atau busuk), sedangkan kamu&lt;br /&gt;membencinya……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu ayat diatas ada tiga hal yang harus kita hindari: Pertama berburuksangka, kedua mencari-cari aib atau kesalahan orang lain,&lt;br /&gt;ketiga bergunjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan berburuksangka dan bagaimana menghindarinya?&lt;br /&gt;Pertama, lebih baik sibukkan cacat diri sendiri ketimbang cacat orang lain Kedua, utamakan berbaik sangka lebih mendominasi pada pikiran kita apabila kita melihat suatu hal yang bisa jadi kita belum mengetahuinya, atau kita tidak menyukainya..&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa untuk menghindari buruksangka, maka berikan obsesi puluhan…oh..mungkin ia begini,..oh..mungkin ia begitu..oh..mungkin…dst..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama, maaf saya lupa namanya, namun ia ulama salaf mengatakan : “Berbaiksangka itu akan menenangkan jiwa dan hati kamu, menghindari sakit hati, walaupun dalam sangka baik itu tidak benar adanya, namun kebaikan tetap pada dirimu, sementara buruksangka itu akan menghitampekatkan hati kamu, membuat&lt;br /&gt;jiwamu risih, sibuk urusan orang lain, sementara dirimu terlupakan, walaupun buruksangka yang kamu lakukan itu benar adanya, namun tetap itu tak akan pernah menguntungkan dirimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan mencari-cari kesalahan dan aib orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sebuah peringatan “ Intropeksi diri kamu sebelum kamu mengintropeksi orang lain”. Dalam sebuah hadist shahih Rasulullah bersabda : “ Barangsiapa yang menutupi aib seseorang, kelak diakhirat Allah akan menutupi aibnya”.membuka aib seseorang dengan tujuan menjadikan suatu pelajaran untuk yang lainnya dibolehkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk menjatuhkannya, menghalangi, menggeserkan, melengserkan, serta tujuan jelek dunia lainnya, apalagi landasannya bukan keikhlasan, tetapi rasa lebih tinggi,lebih berjasa, lebih berjabat, lebih berkuasa, lebih memiliki, lebih tua, lebih berilmu dan lebih segala-galanya, dilarang dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah firman Allah tentang celakanya Abu Lahab dan istrinya yang suka merusak dakwah Rasulullah dengan menghalangi beliau berdakwah berbagai cara, hanya dikarenakan tidak suka Islam maju, merasa disaingi oleh saudara sendiri, dan merasa dialah yang lebih berhak memiliki, berjasa dan berkuasa, dan zaman semacam Abu Lahab dan istrinya ini akan terus ada sampai kapanpun dan oleh&lt;br /&gt;siapapun hanya caranya saja yang berbeda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan sengaja membuka-buka aib seseorang, suami/istri sangat-sangat dibenci dalam Islam, kecuali seorang suami/istri meminta fatwa(jalan keluar dalam problema RT), karena pernah terjadi beberapa orang perempuan mengadu pada Siti Aisyah dan menceritakan kekurangan atau aib suaminya masing-masing,&lt;br /&gt;tujuannya adalah bagaimana penyelesaiannya, atau tujuan baik tertentu, bukan suatu bentuk kekesalan, atau kebencian saja, karena Rasulullah bersabda “ sejelek-jelek manusia adalah mereka yang membeberkan aib pasangannya”(silahkan dibuka shahih Bukhari Muslim kisah dan hadist ini, sangat panjang lafaznya)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan bergunjing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu gunjing? Rasulullah bertanya pada para sahabatnya : “ Tahukah kamu apa itu ghibah? “, sahabat menjawab “ Allah dan RasulNya lebih mengetahui”.Kemudian ulas Rasulullah lagi “ Engkau menyebutkan tentang saudaramu pada oang lain, atau sesame kamu (dibelakangnya), apa-apa yang tidak ia sukai mendengarnya”. Ditanya&lt;br /&gt;lagi : “ Ya Rasulullah, bagaimana apabila yang disebutkan itu benar adanya?” apabila benar adanya pada dirinya maka kamu telah bergunjing, dan jika tidak benar, kamu telah menuduhnya yang bukan-bukan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bahaya dari penyakit ketiga diatas, asal muasalnya bisa dari buruksangka saja, akhirnya dicari-cari kesalahan, kemudian digunjingkan, maka berlipat-lipatlah dosanya, menjadi kelipatan entah keberapa. Dalam hal bergunjing ini ada beberapa yang dibolehkan dalam Islam, pertama bertujuan untuk mencheck recheck, kita bertanya dibelakangnya, atau tujuan baik lainnya, serta dibolehkan bergunjing apabila memang orang yang sudah terkenal kejahatannya, atau kejelekannya. (untuk penjelasan lengkap mengenai hal ini bisa dibaca dibuku tafsir-tafsir surah Al Hujuraat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian semoga bermanfaat buat kita bersama-sama dan mari bulatkan tekad menghindari penyakit-penyakit hati ini, karena sama sekali tidak menguntungkan diri kita sendiri, bahkan sangat-sangat merugikan kita, jangan sampai kita tertanam oleh lobang yang kita gali sendiri, cepatlah menyadari kesalahan dan bertaubat sebelum terlambat, dan untuk dosa sesama manusia harus lah menyelesaikannya dengan manusia itu sendiri dengan meminta maaf kepadanya, ketimbang kelak diakhirat kita dituntut pertanggungjawaban akan hal ini. Seharusnya masuk surga ngak jadi, terhalang karena banyak hutang pada orang lain. Hutang duit, hutang dosa , hutang kejahatan yang kita lakukan sadar ataupun tidak sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, terang-terangan dan&lt;br /&gt;tersembunyi, dan hutang lainnya. Naudzubillahimindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak maaf bila ada kata yang salah, wassalamu’alaikum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2602657168136591652?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2602657168136591652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2602657168136591652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/berburuk-sangka.html' title='Berburuk sangka'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-8585755230455050327</id><published>2011-02-09T07:26:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:27:15.368+07:00</updated><title type='text'>Wanita Pertama Masuk Syurga</title><content type='html'>Pernahkah terbersit dalam pikiran anda untuk bertanya “Siapa sih wanita yang pertama masuk surga di akhirat kelak?”. Sebuah pertanyaan iseng yang kalo dipikir-pikir sih ternyata membuat kita penasaran juga ya. Jika anda penasaran (seperti juga aku ketika itu), maka anda sama penasarannya dengan Siti Fatimah, putri Rasulullah Saw. Ia berniat menanyakan hal ini kepada ayahandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah anda menduga bahwa wanita yang pertama masuk surga itu adalah Siti Fatimah? Atau ibunda beliau Siti Khadijah, atau Siti Aisyah ataukah salah satu dari keluarga Rasulullah Saw lainnya? Mmm. Jika iya, jawaban anda ternyata salah. Inilah hebatnya Islam, tidak mengenal istilah ‘nepotisme’ (hehehe). Dalam sebuah ceramah agama, akhirnya aku tahu, ternyata wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Anda kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Mmm, pencarian pun dimulai, sodare-sodare…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah tersebut. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya Fatimah, putri Rasulullah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, iya. Ada keperluan apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hanya berkunjung saja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi Hasan masih anak-anak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia perempuan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, dia lelaki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi dia juga masih anak-anak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada keperluan apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, begitu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya… ternyata inilah rahasia itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masya Allah… Subhanallah…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-8585755230455050327?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/8585755230455050327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/8585755230455050327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/wanita-pertama-masuk-syurga.html' title='Wanita Pertama Masuk Syurga'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4606272967272879925</id><published>2011-02-09T07:26:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:26:32.492+07:00</updated><title type='text'>Taklukkan Diri Sendiri</title><content type='html'>Selama kita masih dibodohi oleh KEINGINAN-KEINGINAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mampu menaklukkan diri sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perbuatan yang menghinakan menghinakan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari KEBANGGAAN SEMU dengan banyaknya harta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh yang paling besar adalah diri kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng hitam yang paling kokoh adalah nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bersemayam di dalam dada ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklukkan diri sendiri niscaya akan dapat menaklukkan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangi hawa nafsu niscaya akan mendapat kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila syetan telah menggerogoti dada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memompa nafsu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggerayangi kalbu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga menjadi takut dan was-was dengan KEMISKINAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segeralah berlindung kepada Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syetan , maka berlindunglahkepada allah. Sesungguhnya allah maha mendengar dan maha mengetahui” (QS AL’Araaf (7) :200)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekan segala keinginan yang kurang bermanfaat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perteguh hati dengan perbuatan-perbuatan yang baik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benahi hati dari dendam kesumat, iri dan dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan rasa bangga terhadap diri sendiri dan merendahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketuklah pintu Rab-mu ketika marah, membenci sesuatu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa tergoncang dan jiwa labil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlaskan dan bertawakkallah kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat allah (zikrullah). ingatlah hanya dengan mengingat allah lah hati menjadi tentram (QS Ar-Ra’d (13) : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah-lah mata air ketentraman batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu menjadi dingin dengan melakukan perintah-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata menjadi sejuk dengan ber”tamu” kepada-NYA saat malam tiba;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertakwa kepada-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan berubah menjadi kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan mengingat-NYA ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mampu menekan hawa nafsu, egoisme dan kecongkakan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berhenti dari kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaitu orang-orang yang apabila mereka berbuat dosa dan menganiaya diri mereka sendiri, mereka segera ingat Allah dan langsung memohon ampun atas dosa-dosanya dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut." ( QS Ali Imran : 135)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menaklukkan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah terbebas dari penjara kesengsaraan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terhindar dari jalan yang berlubang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menyingkir dari badai yang menggulung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terbebas dari penyakit hati, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lepas dari ikatan kita dengan syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti camar yang menari diatas awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia jauh dari pemangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbahagia di lengkung indahnya pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bagaikan tali tali rantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengikat tawanan dengan kekuatan besinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan melepaskan diri darinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita akan menjadi sentosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab tidak akan ada lagi yang mengikat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terbang menuju kebahagiaan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seperti mawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan seperti benalu yang tidak berharga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan seperti debu yang tidak bernilai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan seperti batu yang terinjak-injak dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah keras seperti intan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bersemayam di persembunyiannya yang kokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hanya keluar untuk sang Pemilik-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemurnian intan selalu terjaga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejukan sinarnya melebihi embun pagi diujung daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lekukan wajahnya kian memancarkan ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia kokoh melebihi bebatuan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai cahayamu padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebuah bola api yang kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seekor serangga yang haus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola api dan serangga bukanlah halangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tetap melebarkan sayap keindahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kesulitan hidup membuatmu menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kehidupan itu berada ditengah-tengah bahaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kehidupan itu akan penuh dengan kesulitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menghindar darinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasilah kesulitan-kesulitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan selalu merupakan berkah yang tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena akan mendatangkan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada jalan lain yang harus kita lewati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jalan menuju Rahmat-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pintu yang kita ketuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seluruh pintu manusia tertutup untuk kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali Pintu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada tali yang kuat tuk tempat bergantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tali-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada karunia yang kita harapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali karuniaNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA Allah ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kami telah lelah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kami telah terkuras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmata telah melelehkan semangat kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kamipun telah gontai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bumi tempat kami berpijakpun telah bergoyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah yang sinar-Mu memenuhi Timur dan Barat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terangilah pula kiranya hati kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersihkan airmata kami dengan kesabaran dan ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatlah Hijab kesulitan yang membuat airmata kami menetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakanlah ingatan kami akan awan hitam yang melekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ringankanlah langkah kami yang gontai ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju ampunan dan keridloan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah sempurnakanlah sinar-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukilah dan bimbinglah kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarlah rasa maaf-Mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah dosa-dosa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi-Mulah segala puja dan puji....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bulan Cahaya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4606272967272879925?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4606272967272879925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4606272967272879925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/taklukkan-diri-sendiri.html' title='Taklukkan Diri Sendiri'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7692008321154896061</id><published>2011-02-09T07:23:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:25:10.681+07:00</updated><title type='text'>Ketika Harus Memilih</title><content type='html'>Saudaraku…&lt;br /&gt;Ada cerita menarik yang bisa diambil HIKMAHnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kelas extention, seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang&lt;br /&gt;sudah berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen: ”Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen: ”Silahkan Coret 2 lagi !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba Dosen Berkata : ”Silahkan Coret 1 lagi !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itupun menangis&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka.&lt;br /&gt;Karena isteri inilah yang telah memberikan segalanya.&lt;br /&gt;Dia telah memberikan kita anak, mengurus rumah, keuangan.&lt;br /&gt;Menyiapkan makanan, baju dan menjadi penghibur kita .&lt;br /&gt;Dan dia akan tetap setia menemani dan mengurus kita sampai ajal menjemput, walaupun yang lain telah pergi dengan urusannya.&lt;br /&gt;Biarpun tak secantik bintang, tetapi dia adalah isterimu.&lt;br /&gt;Dan dialah yang halal untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangi dan syukuri…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;"Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang patut. Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisaa:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, jika ia tidak suka salah satu akhlaq (istri)nya, ia menyukai daripadanya akhlaq yang lain” –atau beliau bersabda ; “sesuatu yang lainnya”. (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Berwasiatlah kepada wanita dengan baik, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka apabila kamu langsung meluruskannya maka kamu telah mematahkannya. Dan apabila kamu membiarkannya, maka dia akan bengkok selamanya, maka berpesan-pesanlah kepada wanita”. (HR.Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya (secara paksa) maka kamu mematahkannya, dan jika kamu mencari kepuasan daripadanya maka kamu akan mendapatkannya, dan padanya tetap ada yang bengkok”. (HR.Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mu’awiyah Ibn Haidah ra, dia berkata :”Saya bertanya kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang kami atas suaminya ?”. Beliau menjawab :”Kamu memberinya makan kalau kamu makan, kamu memberinya pakaian kalau kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan mencaci menjelek-jelekkan dan jangan berpisah ranjang dengannya kecuali dalam satu rumah”. *) (HR.Abu Daud, hadits hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abddullah Ibn Umar Ibn Al-Ash ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Dunia ini adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7692008321154896061?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7692008321154896061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7692008321154896061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/ketika-harus-memilih.html' title='Ketika Harus Memilih'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-5625714559955780671</id><published>2011-02-09T07:22:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:23:37.924+07:00</updated><title type='text'>PASANGAN</title><content type='html'>”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Rum : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Dalam memilih pasangan dan berkeluarga&lt;br /&gt;Tentu kita ingin mendapatkan yang terbaik.&lt;br /&gt;Tetapi kadang kita hanya ingin mempunyai pasangan yang terbaik.&lt;br /&gt;Tetapi diri kita belum baik...&lt;br /&gt;Apakah kita akan mendapatkannya ?&lt;br /&gt;Padahal yang namanya PASANGAN harus SESUAI satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” ( QS Adz Dzariyaat : 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah jodoh sudah ditentukan oleh Allah.&lt;br /&gt;Bila kita baik, maka pasangan kitapun akan baik.&lt;br /&gt;Bila kita tidak baik, maka pasangan kitapun akan tidak baik pula.&lt;br /&gt;Laki-laki yang sholeh menjadi pasangan wanita yang sholehah.&lt;br /&gt;Wanita yang sholehah menjadi pasangan laki-laki yang sholeh.&lt;br /&gt;Tidak mungkin laki-laki sholeh memilih isteri yang masih mengumbar aurat.&lt;br /&gt;Dan tidak mungkin wanita sholehah akan memilih suami yang tidak sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEBAH yang baik akan mendatangi BUNGA yang banyak madunya.&lt;br /&gt;LALAT yang paling menjijikkan akan mendatangi BANGKAI yang sudah busuk baunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi marilah perBAIKi diri, niscaya pasangan kitapun akan BAIK.&lt;br /&gt;Jadilah wanita sholehah dan laki-laki sholeh,&lt;br /&gt;niscaya pasangan kita pun akan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS An Nur:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab&lt;br /&gt;Semoga menjadi HIKMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-5625714559955780671?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5625714559955780671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/5625714559955780671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/pasangan.html' title='PASANGAN'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2240813847865684134</id><published>2011-02-09T07:21:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:22:30.774+07:00</updated><title type='text'>YESUS menurut ALLAH (Mengambil Hikmah dari Yesus)</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Muslim tanpa ilmu menghina Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus itu dari Yeshua Ha Masiach atau Isa Al Masih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya Maria adalah Maryam binti 'Imran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seharusnya kita secara HIKMAH menyikapi Yesus Kristus atau Isa a-Masih putera Maryam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subahanahu wa ta’ala telah memberikan wahyu melalui Rasulullah Muhammad Shalallaahu ’alaihi wa sallam dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 42-60 telah menjelaskan siapa Yesus Kristus atau Isa a-Masih putera Maryam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).(42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku`. (43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.(44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),(45) dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh."(46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.(47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.(48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."(49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta`atlah kepadaku.(50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".(51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (orang yang berserah diri).(52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".(53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.(54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".(55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.(56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.(57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Demikianlah (kisah `Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur'an yang penuh hikmah.(58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.(59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.(60) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat tersebut di atas kita dapat memahami bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Maryam ibu Yesus atau  Isa Al Masih adalah wanita suci dan Allah telah memilihnya, mensucikannya dan melebihkannya atas segala wanita di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Tsa’labi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saww bersabda kepada puterinya Fathimah as, ”Cukuplah bagimu bahwa Allah menjadikanmu sebagai salah seorang penghulu wanita yaitu : Maryam binti ‘Imran, Asiyah isteri Fir’aun, Khadijah binti Khuwailid, dan Fathimah binti Muhammad.” (Bihar al-Anwar 14 : 195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Ayat yang mengisahkan Kisah ini merupakan bukti kebenaran Rasulullah Muhammad shalallaahu ‘alaihi wa sallam yang mendapat wahyu dari Allah Subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.(QS Ali Imran : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demikianlah (kisah `Isa), Kami membacakannya kepada kamu (Muhammad) sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur'an yang penuh hikmah. " (QS Ali Imran : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Allah subahanahu wa ta’ala telah memuliakan Al Masih `Isa putera Maryam sebagai nabi dan rasul, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, dan memberikan mukjizat sehingga bisa berbicara dengan manusia dalam buaian dan termasuk di antara orang-orang yang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Maryam binti ’Imran adalah wanita suci yang belum tersentuh manusia,  tetapi atas kehendak Allah, Maryam yang suci hamil dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.(QS Ali Imran : 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (QS Ali Imran : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang-orang bani Israil yang telah menuduh Maryam binti ’Imran mempunyai anak karena telah berzina. Setelah mendengar berita bahwa Maryam melahirkan seorang laki-laki padahal dia belum pernah bersuami, maka kaum Bani Israil menuduh Maryam telah melakukan sesuatu yang munkar. Atas tuduhan ini, maka Maryam menyuruh mereka bertanya saja langsung kepada bayinya. Tentu saja mereka bingung karena bagaimana mungkin bayi yang masih berumur 40 hari bisa bicara ? Tetapi atas kehendak Allah, seperti yang disebutkan dalam al quran surat Al Maryam, bayi (Nabi Isa a.s) pun menjawab : ”Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku kitab (Injil) dan menjadikanku seorang nabi.” (Dalam tarikh At Thabari jilid 1 hal. 503)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula Nabi Isa Al Masih adalah anak Allah. Allah subhanahu wa ta’ala sangat murka terhadap orang yang mengatakan Allah punya anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak . Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (Maryam 88-92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Nabi Isa juga menegaskan dalam Al Quran Surat Maryam 35-36:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidaklah layak bagi Allah mempunyai anak. Maha suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berfirman “Jadilah” maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu juga. Maka sembahlah Dia (Alloh) oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Allah menjadikan Yesus atau Isa al-Masih sebagai Rasul (Utusan Allah) khusus bagi Bani Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil” (QS Ali Imran :48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Nabi Muhammad shalallaahu ’alaihi wa sallam yang dijadikan Rasul untuk seluruh manusia. Seperti dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah    (hai   Muhammad),   'Wahai   seluruh   manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk  kamu  semua'"  (QS Al-A'raf : 158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Allah telah memberikan mu`jizat kepada Yesus atau  Isa al-Masih dapat menghidupkan  burung dari tanah; menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; menghidupkan orang mati adalah bukan berarti Nabi Isa al-Masih  adalah Allah atau anak Allah, tetapi semuanya terjadi atas  seizin Allah dan atas Kuasa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."(49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Setiap Rasul datang, dia akan membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Demikian juga Yesus atau  Isa al-Masih membenarkan Taurat. Demikin juga Rasulullah Muhammad shalallaahu ’alaihi wa sallam telah membenarkan Kitab Zabur, Taurat dan Injil. Semua Nabi adalah Muslim (orang yang berserah diri) dan menyeru kepada kalimat Laa ilaaha illallaah dan Islam (berserah diri). Islam adalah agama Allah dan agama semua Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah telah Islam (berserah diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS Ali Imran : 83-85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. " (QS Ali Imran :19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu (Tuhan selain Allah).”  (QS. An Nahl [16]: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikut Yesus atau Isa al-Masih-pun menyebut sebagai orang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslimun (berserah diri).(QS Ali Imran : 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama Nabi Ibrahim, dan Ibrahim adalah seorang Muslim yang Hanif (lurus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang Muslim (berserah diri) yang Hanif (lurus) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman." (QS Ali Imran : 67-68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu (Muhammad) dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim sejak  dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (QS Al-Hajj : 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Yesus atau Isa al-Masih menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhannya, bukan menjelaskan bahwa dia adalah Allah atau anak Allah. Dan jalan yang lurus adalah hanya menjadikan Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Laa ilaaha illallaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus". (QS Ali Imran : 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS Ali Imran : 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun." (QS Al-Maidah 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu" ,dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (QS Al-Maidah : 116-117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Yesus atau Isa al-masih tidaklah dibunuh maupun disalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa." (QS An Nisa : 157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia, sedangkan Isa sendiri diangkat langsung ke surga dan musuhnya yang diserupakan tadi adalah orang yang disalib. Sementara pendapat lain (antara lain Ahmad Deedat dengan bersumber dari Alkitab) mengatakan bahwa Isa benar-benar disalib namun tidak hingga mati kemudian diangkat ke surga. Terdapat pula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan salah seorang pengikutnya yang berkhianat yaitu Yudas Iskariot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Yesus atau Isa al-Masih masih hidup dan berada di surga, suatu hari Ia akan datang kembali ke bumi untuk melawan Dajjal (atau Antikristus dalam agama kristen) dan menjelaskan atas berbagai prasangka, seperti atas ketuhanan Yesus atau Isa Al Masih, dan penyalibannya, serta merupakan salah satu tanda-tanda dekatnya akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (mewafatkanmu) dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya (tentang Tuhan anak dan ibu dan tentang siapa yang disalib dan dibunuh)." (QS Ali Imran:55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Yesus atau Isa al-Masih bukan merupakan penebus dosa manusia.  Setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah (suci dari dosa). Dosa Nabi Adam sebagai bapak manusia tidak diwariskan kepada anak cucunya. Tetapi manusia bertabiat cenderung untuk berbuat dosa sejak manusia pertama, Adam a.s., melanggar larangan Allah swt karena bisikan Iblis –kecuali para Rasul yang maksum (terjaga dari dosa). Dan Allah mengajarkan agar manusia selalu bertakwa dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya untuk menghapus dosa-dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”(QS Al-Anfal : 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian manusia masih juga berbuat dosa karena kelemahannya, maka Allah swt. memberikan jalan-jalan penghapus dosa, dari mulai istighfar sampai kepada taubat nasuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi,Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya Iblis dari Adam adalah Iblis melanggar perintah Allah swt. dan tidak bertaubat, sedangkan Adam melanggar larangan Allah swt. tapi menyadari dan bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah bersabda: “Kalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah swt. akan mengganti kalian dengan kaum yang lain pembuat dosa, tetapi mereka beristighfar dan Allah mengampuni mereka.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan kajian tentang Yesus ini bisa memberikan HIKMAH kepada kita semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlebih kepada saudara kita yang masih menjadikan Yesus atau Isa Al Masih putera Maryam sebagai Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan orang-orang yang selama ini menghina Yesus dan ibunya Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim (yang berserah diri kepada Allah)".  (QS Ali Imran : 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah menganugrahkan al Hikmah (ilmu yang mendalam) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).﻿" (QS Al Baqarah : 269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum mengucapkan Selamat Natal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn al-Qayyim -rahimahullah- dalam kitabnya: Ahkaam Ahli az-Zimmah (1/ 441) berkata: "Adapun memberi ucapan selamat atas syi'ar-syi'ar kafir yang sifatnya khusus, maka hukumnya adalah haram menurut kesepakatan ulama. Misalnya memberi ucapan selamat hari raya atau selamat berpuasa kepada mereka dengan mengatakan: Selamat hari raya atau lain sebagainya. Sebab hal ini, sekalipun orang yang mengucapkannya tidak sampai kepada kekafiran, namun perbuatan itu termasuk perbuatan yang diharamkan. Kedudukannya sama seperti mengucapkan selamat kepadanya karena ia sujud kepada salib, bahkan perbuatan itu lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih tercela daripada memberi ucapan selamat karena meminum khamr, membunuh orang, mengerjakan zina dan lain sebagainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2240813847865684134?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2240813847865684134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2240813847865684134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/yesus-menurut-allah-mengambil-hikmah.html' title='YESUS menurut ALLAH (Mengambil Hikmah dari Yesus)'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-1631926162150905887</id><published>2011-02-09T07:18:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:18:47.004+07:00</updated><title type='text'>Sebaik-baik Perpisahan</title><content type='html'>Sahabat Hikmah yang tercinta…&lt;br /&gt;Izinkan saya kembali belajar menulis dan berlatih berbagi lagi….&lt;br /&gt;Dalam sebuah pelatihan di sebuah perkantoran di bilangan Jakarta Timur, saya terkesima..&lt;br /&gt;Beberapa hadirin juga terlihat terpukau dan beberapa tak kuasa menahan tetesan air mata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana memang sangat mendukung sekali..ruangan yang nyaman dan sejuk, diiringi instrumentalia yang sangat lembut sehingga kata kata dari sang Ustadz sungguh menjadi sangat berpengaruh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat, sungguh benar perkataan mulia Rosulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;"Wa inna minal bayaani lasihran", "Sesungguhnya sebagian dari perkataan itu benar-benar dapat menyihir (memberi pengaruh kuat)." (HR Bukhori, at Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan yang disampaikan oleh sang Ustadz di kantor (smoga Allah memberikan keberkahan dan pahala melimpah dan menjadikan ilmunya al’ilm yuntafa’ubih bagi beliau) adalah kisah-kisah saat-saat terakhir sebelum baginda wafat. Kisah ini, mungkin sebagian dari sahabat yang pada saat kecil mengaji kitab klasik (kuning) sering mendengarnya…Kisah yang senantiasa menarik bagi pencinta khusnul khotimah..sebaik-baik akhir…kisahnya adalah sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rasulullah mengumpulkan para sahabatnya. Mereka berkumpul mengelilingi beliau.&lt;br /&gt;Rasul berkata : ”Wahai para shahabat hari ini, aku tawarkan kepada kalian. Barangsiapa di antara kalian pernah aku sakiti. Maka sekaranglah saatnya kalian mengqishash diriku ( membalasnya )”&lt;br /&gt;Para sahabat hening, tak ada satupun yang mampu bersuara.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul mengulangi lagi perkataannya ” Wahai shahabat, kalau kalian pernah merasa aku sakiti silahkan kali ini saatnya kalian membalasnya...”&lt;br /&gt;Para sahabat makin tertunduk...menangislah mereka...mereka merasa sebentar lagi masa-masa indah bersama Rasul tercinta akan berakhir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketiga kalinya Rasulullah berkata ” Silahkan siapa yang mau mengqishas diriku ”......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba muncullah Ukasah Radliyallahu 'anhu dan berkata.&lt;br /&gt;“ Saya ya Rasul…..saya akan mengqishas Anda ya Rasulullah…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Radliyallahu 'anhulangsung mencabut pedangnya sambil berkata “ Apa yang akan kamu lakukan wahai Ukasah…pedang Umar yang menebas kepalamu kalau engkau berani menyakiti Rosulullah “&lt;br /&gt;Baginda yang agung tersenyum “ Biarkan Ukasah ya Umar………. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Radliyallahu 'anhu pun maju, sambil berkata “ Wahai Ukasah, Abu Bakar dan keluarganya yang akan menebusnya ya Ukasyah “&lt;br /&gt;Akan tetapi Rasul pun melarang Abu Bakar membelanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ukasah berkata : ” Pada saat aku mengiringi engkau berperang, cambukmu pernah mengenai punggungku ya Rasul..untuk itu kali ini aku ingin mencambukmu ya rasul....”.&lt;br /&gt;Para sahabat terdiam menahan amarah................. akan tetapi Rasulullah dengan tersenyum mempersilahkan Ukasah mengambil cambuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai di situ...Ukasah berkata : ”Ya rasul, dulu sewaktu cambukmu mengenai punggungku...cambukmu saat itu langsung mengenai kulit punggungku, karena punggungku pada waktu itu tidak tertutup kain....untuk itu aku ingin kali ini, punggungmu dibuka juga ya Rasulullah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat makin geram dengan permintaan Ukasyah.&lt;br /&gt;Rasul tetap tersenyum dan kemudian membuka kain yang dikenakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat punggung baginda tercinta terbuka.... maka seketika itu juga Ukasyah menubruk punggung Rasulullah...,kemudian dia memeluk dan mencium punggung yang kemilau itu. Sambil menangis sesenggukan Ukasyah berkata&lt;br /&gt;” Wahai Rasul Allah....maafkan aku.....aku hanya ingin memeluk dan mencium tubuhmu untuk yang terakhir kali...dan Aku ingin tetap bersama-sama Engkau Ya Rasul sampai di akhirat kelak."&lt;br /&gt;Dan rasul pun berkata ” Doamu Insya Allah dikabulkan Allah wahai Ukasyah ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain malaikat Izrail pun kemudian datang mengucap salam.....&lt;br /&gt;...serta menyampaikan salam dari Allah swt, bahwa Allah rindu bertemu dengan Rasulullah.&lt;br /&gt;malaikat pun minta izin untuk mencabut ruh mulia beliau..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Ayyatuhan Nafsul Muthmainnah.&lt;br /&gt;Irji’i ila rabbiki raa dhiyatam mardhiyyah.&lt;br /&gt;Fadkhuli fi ’ibadi. Wadkhuli jannatii..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai jiwa yang tenang...&lt;br /&gt;Kembalillah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhoi-Nya.&lt;br /&gt;Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku.&lt;br /&gt;Dan masuklah ke dalam surga-Ku."&lt;br /&gt;( Qs Al Fajr : 27-30)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aalihi ashhabihii ajma'iin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat semua milikilah selalu azam untuk memiliki akhir yang sebaik-baiknya..&lt;br /&gt;Semoga kita semua nanti bisa bereuni di salah satu taman dari taman-taman surga-Nya&lt;br /&gt;Semoga kita bisa berkunjung, bertatap dan berjumpa wajah dengan orang yang paling kita sayangi, kita cintai Baginda Rosul dan juga para sahabat....Amin 3x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufti Arkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-1631926162150905887?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/1631926162150905887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/1631926162150905887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/sebaik-baik-perpisahan.html' title='Sebaik-baik Perpisahan'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6003335490130579762</id><published>2011-02-09T07:16:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:17:48.913+07:00</updated><title type='text'>It Always between You and Allah ( IKHLAS )</title><content type='html'>Sahabat Hikmah yang tercinta...&lt;br /&gt;Apakah Engkau pernah bingung dengan apa yang Engkau lakukan ?&lt;br /&gt;Engkau sudah berbuat baik tetapi orang lain memberikan respon yang tidak baik.&lt;br /&gt;Pokoknya seperti cerita orang tua, anak dan keledai.&lt;br /&gt;Sehingga apapun yang Engkau lakukan pasti ada yang komentar jelek.&lt;br /&gt;Dengan kondisi ini tentu membuat Engkau tidak nyaman.&lt;br /&gt;Merasa serba salah dan akhirnya merasa masa bodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah yang disayang Allah...&lt;br /&gt;Itulah pentingnya IKHLAS.&lt;br /&gt;Ikhlas adalah melakukan amal, baik perkataan maupun perbuatan...&lt;br /&gt;ditujukan untuk Allah semata.&lt;br /&gt;Ikhlas berarti Engkau tidak memanggil siapa pun...&lt;br /&gt;selain Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menjadi saksi atas perbuatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas menjadi benar-benar teramat penting&lt;br /&gt;yang akan membuat hidup ini menjadi indah, ringan, dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas akan membuat jiwa menjadi independen dan merdeka.&lt;br /&gt;Tidak dibelenggu pengharapan akan pujian dan penghargaan.&lt;br /&gt;Tidak takut akan celaan dan cemoohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah buah KEIMANAN yang mendalam.&lt;br /&gt;Yakin akan KEBENARAN yang sedang dilaluinya.&lt;br /&gt;Berdasarkan PETUNJUK Allah dan mengharap KERIDLOAN-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;"Kecuali orang-orang yang bertobat dan mengadakan perbaikan dan&lt;br /&gt;berpegang teguh pada (agama) Allah dan&lt;br /&gt;tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah.&lt;br /&gt;Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman&lt;br /&gt;dan kelak Allah akan memberikan kepada&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman pahala yang besar."&lt;br /&gt;(QS An-Nisa [4]: 146).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini ada kata-kata dari Ibu Theressa yang bisa kita mengambilnya sebagai HIKMAH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It Always between You and God&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau baik…&lt;br /&gt;Orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egoismu.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah bersikap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau jujur dan berterus terang...&lt;br /&gt;Orang mungkin akan menipumu.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah berbuat jujur dan berterus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau sukses...&lt;br /&gt;Mungkin engkau akan mendapat teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun...&lt;br /&gt;Mungkin akan dihancurkan oleh seseorang dalam semalam.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagian,&lt;br /&gt;Orang mungkin akan iri hati dan dengki.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang engkau lakukan hari ini...&lt;br /&gt;Mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan pada dunia milikmu yang terbaik...&lt;br /&gt;Dan mungkin itu tak akan pernah cukup.&lt;br /&gt;Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah...&lt;br /&gt;Pada akhirnya...&lt;br /&gt;Semua ini adalah masalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara engkau dengan Tuhanmu.&lt;br /&gt;Bukan antara engkau dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6003335490130579762?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6003335490130579762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6003335490130579762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/it-always-between-you-and-allah-ikhlas.html' title='It Always between You and Allah ( IKHLAS )'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-1096270633660623183</id><published>2011-02-09T07:16:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:16:48.896+07:00</updated><title type='text'>Andai Saja Dia Bicara</title><content type='html'>Sahabat Hikmah yang tercinta…&lt;br /&gt;Mushola di perumahan kami kecil adanya…&lt;br /&gt;Di sebuah kawasan pemukiman desa pondok aren.. di sebelah sudut barat laut Bintaro…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat guru dan juga sahabat kami, mengisi sebuah acara di mushola kecil kami…&lt;br /&gt;Untaian kalimatnya sangat eloquent (fasih) dan menggugah semangat (ghiroh)…&lt;br /&gt;Tiba di penghujung acara, beliau membacakan sebuah untaian kalimat indah tentang kitab suci kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tertunduk sahabat…hampir semuanya seperti sindiran pada perbuatan kami sendiri…&lt;br /&gt;Selepas acara, karena sangat berkesan…aku minta salinannya (beliau membacakan dari secarik kertas)..beberapa tetangga yang ikut kajian tersebut juga memintanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ..Ust. kami hanya punya 1 copy dan tidak punya filenya…&lt;br /&gt;Sebagai pemburu dan pencinta ilmu, aku menawarkan diri untuk mengetik ulang dan kemudian membaginya kepada tetangga yg meminta kalimat indah tersebut….&lt;br /&gt;Dan berikut ini, saya bagikan kepada sahabat semua….&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi ilmu yang memberikan manfaat pada Ust. kami (jazakallah Tadz)&lt;br /&gt;dan juga kita semua..…&lt;br /&gt;Kalimat indah tersebut adalah begini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, engkau laksana kawan sejatiku..&lt;br /&gt;Dengan wudhlu, kau sentuh aku dalam keadaan suci…&lt;br /&gt;Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari…&lt;br /&gt;Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari&lt;br /&gt;Setelah usai engkaupun menciumku mesra, mesra sekali…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah dewasa…&lt;br /&gt;Nampaknya kau tidak berminat lagi kepadaku..?&lt;br /&gt;Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah..?&lt;br /&gt;Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuan?&lt;br /&gt;Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku engkau simpan rapih sekali,&lt;br /&gt;hinga kadang engkau lupa dimana menyimpannya..&lt;br /&gt;Aku sudah engkau anggap sebagai perhiasan rumahmu saja,&lt;br /&gt;Kadang kala aku dijadikan maskawin agar engkau dianggap bertaqwa&lt;br /&gt;Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian&lt;br /&gt;Di atas lemari, didalam laci, aku engkau padamkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ..pagi pagi..di rumah-rumah engkau bacakan beberapa halamanku…&lt;br /&gt;Sore harinya, aku kau baca beramai-ramai bersama teman-temanmu di surau….&lt;br /&gt;Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi…&lt;br /&gt;Engkau bacakan koran pagi atau nonton berita tv..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu senggang kau sempatkan membaca buku karangan manusia&lt;br /&gt;Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah maha perkasa&lt;br /&gt;Engkau campakkan, engkau lupakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembukaan surat-suratku (basmalah)&lt;br /&gt;Di perjalanan engkau lebih asik menikmati musik duniawi&lt;br /&gt;Tidak ada kaset berisi ayat Allah yang terdapat dalam laci mobilmu&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan radiomu tertuju ke stasiun favoritmu&lt;br /&gt;Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja&lt;br /&gt;E-mail temanmu yang ada ayat-ayat ku pun kadang kau abaikan&lt;br /&gt;Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu…&lt;br /&gt;Benarkah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan tv&lt;br /&gt;Menonton pertandingan liga inggris, italia, musik, film atau sinetron laga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun cepat berlalu….aku semakin kusam dalam lemari&lt;br /&gt;Mengepul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu…&lt;br /&gt;Seingatku hanya awal bulan ramadhan engku membacaku kembali&lt;br /&gt;Itupun hanya beberapa lembar dariku…&lt;br /&gt;Dengan suara dan lafadl yang tidak semerdu dulu…&lt;br /&gt;Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi membaca..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah koran, tv, radio, komputer dapat memberimu pertolongan&lt;br /&gt;bila engkau dikubur sendirian menunggu kiamat tiba..??&lt;br /&gt;Engkaupun kan diperiksa oleh malaikat suruhannya…&lt;br /&gt;Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat berlalu ….kuranglah jatah umurmu..&lt;br /&gt;Dan akhirnya kubur senantiasa menunggumu&lt;br /&gt;Engkau bisa kembali pada Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;br /&gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu&lt;br /&gt;Bila aku kau baca selalu dan kau hayati&lt;br /&gt;Dikuburmu nanti….aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan&lt;br /&gt;Yang akan membantu engkau membela diri&lt;br /&gt;Bukan koran yang membantumu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalan di akhirat nanti akulah Qur’an kitab suci yang senantiasa menemani dan melindungimu&lt;br /&gt;Peganglah aku lagi…bacalah aku kembali setiap hari..&lt;br /&gt;Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci…&lt;br /&gt;Yang berasal dari Allah Tuhan yang maha mengetahui&lt;br /&gt;Yang disampaikan Jibril kepada Nabi..&lt;br /&gt;Sentuhlah aku kembali…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah…dan pelajari aku kembali lagi&lt;br /&gt;Setiap datangnya pagi dan sore&lt;br /&gt;Seperti dulu….dulu sekali…&lt;br /&gt;Jangan aku engkau biarkan sendiri dalam bisu dan sepi&lt;br /&gt;Maha Benar Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al Furqan : 30)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-1096270633660623183?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/1096270633660623183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/1096270633660623183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/andai-saja-dia-bicara.html' title='Andai Saja Dia Bicara'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7169580124852111918</id><published>2011-02-09T07:14:00.004+07:00</published><updated>2011-02-09T07:15:24.222+07:00</updated><title type='text'>Menahan MARAH untuk SURGA</title><content type='html'>Sahabat Hikmah yang tercinta...&lt;br /&gt;Ternyata surga dirempati oleh orang yang bisa menahan amarah.&lt;br /&gt;Surga ditempati orang yang senang memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda mau masuk surga?&lt;br /&gt;Mulai sekarang TAHAN AMARAH dan MAAFKANLAH !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR. Ahmad, Shohih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips menanggulangi kemarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah :&lt;br /&gt;(1) Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.&lt;br /&gt;(2) Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya&lt;br /&gt;(3) Mengambil sikap diam, tidak berbicara&lt;br /&gt;(4) Duduk atau berbaring&lt;br /&gt;(5) Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah&lt;br /&gt;(6) Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh&lt;br /&gt;(7) Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan:&lt;br /&gt;“Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan.&lt;br /&gt;Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Ghazali, kita memang tidak mungkin menghindari kemarahan. Kemarahan tidak secara normatif dianggap sebagai penyakit, demikian tulis Said Hawwa. Kemarahan yang penyakit – lanjutnya - adalah kemarahan yang zhalim dan cepat marah serta lambat reda. Kemarahan yang baik dipicu oleh hal-hal yang baik. Sedangkan kemarahan yang zhalim dipicu arogansi, ‘ujub, senda gurau, kesia-siaan, pelecehan, pencibiran, perdebatan, pertengkaran, penghianatan dan ambisi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita MENAHAN AMARAH, BERDAMAI dan MEMAAFKAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7169580124852111918?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7169580124852111918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7169580124852111918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/menahan-marah-untuk-surga.html' title='Menahan MARAH untuk SURGA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3029378356062374174</id><published>2011-02-09T07:14:00.003+07:00</published><updated>2011-02-09T07:14:53.277+07:00</updated><title type='text'>Antara Sabar Dan Mengeluh</title><content type='html'>Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.&lt;br /&gt;“Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, pasti dia tidak pernah risau dan bersedih hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau, dan orang-orang pasti setuju dengan sikapku l ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan saat itu aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab adiknya, “Baiklah kalau begitu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancur keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena badannya sehingga menghancurkan kulitya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah kawin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pingsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abul Hassan bertanya, “Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, “Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berdeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat dianjurkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah.&lt;br /&gt;Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:&lt;br /&gt;” Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda,: ” Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasib orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula, ” Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari uap api neraka.” (Riwayat oleh Imam Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3029378356062374174?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3029378356062374174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3029378356062374174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/antara-sabar-dan-mengeluh.html' title='Antara Sabar Dan Mengeluh'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2671758180045556790</id><published>2011-02-09T07:14:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:14:22.417+07:00</updated><title type='text'>Mengikhlaskan Anaknya Meninggal Dunia Demi Kecintaan Terhadap Allah Swt</title><content type='html'>Sam’un adalah jejaka tua yang menikah dengan seorang wanita di usia lanjut. Dari hasil pernikahan tersebut, ia dikaruniai seorang putri. Menginjak usia tiga tahun, anak ini sangat menyenangkannya hingga banyak waktu yang tersita olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam Sam’un bermimpi seolah telah terjadi hari kiamat. Berkibarlah bendera para nabi dan wali. Di belakang mereka berkibar pula bendera yang menjulang tinggi. Ketika ia tanyakan tentang bendera tersebut, dijawab, ” Itulah bendera orang-orang yang mencintai Allah penuh ikhlas . ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Sam’un merasa dirinya termasuk dalam golongan orang tersebut, namun ketika ia ingin bergabung ia justru diusir. Tentu saja ia protes dan bertanya, ” Mengapa aku harus diusir? Padahal aku termasuk orang yang demikian mencintai Allah? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat menjawab, ” Benar. Anda memang orang yang mencintai Allah, namun semenjak anda terlalu mencintai putrimu, Anda dihapus dari golongan ini. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan semacam itu menangislah Sam’un. Ia lantas bertadharru’ dalam tidurnya itu, ” Ya Allah, seandainya ia menjadi penghalang antara aku dan Engkau, jauhkanlah ia dari sisiku hingga aku kembali mendekat-Mu dengan kemulian-Mu. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan terdengar jeritan keras. Sam’un terbangun dan berteriak, ” Jeritan apakah itu “&lt;br /&gt;Orang-orang di rumah itu menjawab, ” Putrimu terjatuh dari atas. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam’un menemukan putri kesayangannya itu meninggal dunia. Ia kemudian berucap, ” Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penghalang antara aku dengan-Nya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Buku ” Permata Kisah Teladan Umat ” Karya K.H. Abdullah Zakiy Al-Kaaf &amp; Drs. Maman Abd. Djaliel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2671758180045556790?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2671758180045556790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2671758180045556790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/mengikhlaskan-anaknya-meninggal-dunia.html' title='Mengikhlaskan Anaknya Meninggal Dunia Demi Kecintaan Terhadap Allah Swt'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4902281465080331502</id><published>2011-02-09T07:13:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:13:40.801+07:00</updated><title type='text'>Melihat Kembali POLIGAMI dengan HIKMAH</title><content type='html'>Sahabat Hikmah..&lt;br /&gt;Kali ini saya perlu menjelaskan lebih jauh tentang poligami,&lt;br /&gt;Karena ada di antara kita sahabat yang anti poligami,&lt;br /&gt;dan ada juga sahabat yang mendukung dengan sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang anti poligami...&lt;br /&gt;Mereka telah membenci poligami dengan membabi buta.&lt;br /&gt;Padahal poligami adalah salah satu syariat Allah.&lt;br /&gt;Membenci poligami berarti membenci salah satu aturan Allah.&lt;br /&gt;Membenci aturan Allah berarti tidak ridlo dengan Allah.&lt;br /&gt;Membenci aturan Allah berarti tidak ridlo dengan Islam.&lt;br /&gt;Membenci aturan Allah berarti tidak ridlo dengan Rasulullah.&lt;br /&gt;Padahal Surga dimasuki orang ridlo kepada Allah dan diridloi oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS Al Bayyinah : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim kita harus ridlo Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi dan rasul (‘radhiitu billahi robban wa bil Islami diinan wa bi Muhammadin nabiyyan’ wa rasuulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang mendukung poligami dengan sangat...&lt;br /&gt;Mereka berkampanye tentang poligami.&lt;br /&gt;Mereka menganggap berpoligami adalah kemuliaan.&lt;br /&gt;Bahkan sebagian mengukur kebaikan agama seseorang,&lt;br /&gt;adalah bila dia berpoligami dan mau dipoligami.&lt;br /&gt;Karena mereka menganggap poligami adalah sunnah Rasul yang harus diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana melihat poligami dengan bil-hikmah ?&lt;br /&gt;Poligami adalah bagian dari aturan Allah,&lt;br /&gt;Poligami adalah salah satu solusi yang diberikan oleh Allah.&lt;br /&gt;Tetapi dalam pelaksanaannya harus dengan syarat yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;Dan tidak gampang untuk setiap orang bisa melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;”Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS An-Nisa, 4:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ayat tersebut turun...&lt;br /&gt;Poligami sudah menjadi budaya masyarakat saat itu.&lt;br /&gt;Bahkan memiliki isteri dan selir lebih dari empat.&lt;br /&gt;Dengan ayat ini Allah membatasi hanya empat isteri saja.&lt;br /&gt;Itupun dengan bil-hikmah Allah menawarkan ...&lt;br /&gt;Bagi orang yang takut tidak berlaku adil ...&lt;br /&gt;Maka hendaknya menikah dengan seorang isteri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut bukan memotivasi dan mengapresiasi poligami.&lt;br /&gt;Ayat tersebut adalah cara Allah mengajak hidup berkeluarga secara adil.&lt;br /&gt;Seperti proses Allah mengharamkan khomer...&lt;br /&gt;Yang sudah menjadi bagian dari budaya saat itu.&lt;br /&gt;Allah tidak langsung mengharamkannya.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan poligami.&lt;br /&gt;Para sahabat disuruh memilih yang terbaik buat mereka&lt;br /&gt;Jadi hukum poligami adalah mubah (boleh) dengan syarat.&lt;br /&gt;Dan syaratnya adalah orang tersebut yakin dapat berlaku adil.&lt;br /&gt;Bila syarat tidak bisa dipenuhi...&lt;br /&gt;maka berubah menjadi makruh (dibenci) atau haram (dilarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menambah isteri berarti menambah amanah,&lt;br /&gt;Menambah tanggung jawab, beban dan ujian.&lt;br /&gt;Dan bila memahami makna hidup adalah ujian...&lt;br /&gt;Maka jangan sekali-kali meminta diuji atau minta amanah.&lt;br /&gt;Seperti halnya meminta jabatan.&lt;br /&gt;Kecuali diberi amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan langit, bumi dan gunung pun enggan memikul amanah...&lt;br /&gt;kecuali manusia yanga mau mau menerima...&lt;br /&gt;Bahkan meminta dan memperebutkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”( QS Al-Ahzab : 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Kullukum raa’in wa kullukum mas’uulun ’an ra’iyyatihi’&lt;br /&gt;”Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudia apa yang dimaksud adil ?&lt;br /&gt;Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu yang seharusnya.&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu sesuai kehendak Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;Lawan dari adil adalah zhalim,&lt;br /&gt;yang berarti berbuat aniaya dan dosa.&lt;br /&gt;Jadi adil tidak jauh berbeda dengan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Maidah:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran Allah menjelaskan bahwa berlaku adil dengan isteri-isteri adalah sangat susah :&lt;br /&gt;”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri- isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa, 4:129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena untuk berlaku adil adalah tidak mudah,&lt;br /&gt;Maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;Yaitu hanya orang-orang yang sangat bertaqwa saja yang bisa berlaku adil.&lt;br /&gt;Sehingga apabila belum bisa adil dan bertaqwa dengan satu isteri...&lt;br /&gt;Mengapa berani menambah isteri lagi?&lt;br /&gt;Bila ingin lebih mudah dalam menjalani ujian hidup...&lt;br /&gt;Dan takut berlaku tidak adil...&lt;br /&gt;Bukankah lebih baik beristeri satu saja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan...&lt;br /&gt;Orang yang berpoligami dengan sembunyi-sembunyi&lt;br /&gt;karena dia telah berbohong dan berdusta,&lt;br /&gt;Yang berarti dia telah berbuat zhalim kepada dirinya,&lt;br /&gt;isteri-isterinya dan anak-anaknya...&lt;br /&gt;serta orang-orang lain yang telah dibohongi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan...&lt;br /&gt;Orang yang tidak bisa adil dan bertaqwa dengan satu isteri...&lt;br /&gt;Kemudian dia menambah isteri lagi...&lt;br /&gt;Satu amanah saja tidak bisa memenuhi hak-haknya ?&lt;br /&gt;Apatah lagi dengan lebih dari satu isteri ?&lt;br /&gt;Bukankah ini adalah kezhaliman dengan diri ...&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang menjadi tanggungannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan….&lt;br /&gt;Orang yang berpoligami tanpa keputusan bersama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keputusan bersama adalah awal dari keadilan.&lt;br /&gt;Karena Keluarga harus penuh keharmonisan dan kebersamaan.&lt;br /&gt;Dan keadilan juga berdasarkan keharmonisan dan kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan…&lt;br /&gt;Bila berpoligami hanya menuruti hawa nafsu saja..&lt;br /&gt;Karena menuruti hawa nafsu selalu bertentangan dengan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keadilan…&lt;br /&gt;Bila dengan poligami hilang kebahagiaan&lt;br /&gt;Karena kebahagiaan adalah cermin Keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poigami sunnah Rasulullah ?&lt;br /&gt;Poligami memang sunnah Rasul...&lt;br /&gt;Karena poligami merupakan bagian dari pernikahan.&lt;br /&gt;Dan menikah adalah sunnah Rasul.&lt;br /&gt;(’Sunnah’ menurut Imam Syafi'i adalah penerapan Nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa sallam terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Rasulullah sedang mengejawantahkan surat An-Nisa ayat 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Sehingga dari sekian perkawinannya Rasulullah menikah denga janda mati, kecuali dengan Aisyah binti Abu Bakar Radliyallahu ’anha.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Hukum asal poligami adalah sama dengan menikah yaitu mubah.&lt;br /&gt;Dan bisa berubah menjadi sunnah, wajib, makruh, bahkan haram.&lt;br /&gt;Jadi bukan seperti sholat sunnah atau puasa sunnah….&lt;br /&gt;Sehingga orang termotivasi untuk melakukan poligami...&lt;br /&gt;Seperti termotivasi untuk melakukan amalan sunnah (nawafil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melakukan banyak amalan sunnah (nawafil)…&lt;br /&gt;akan membuat baik agamanya,&lt;br /&gt;dan Allah akan semakin mencintainya.&lt;br /&gt;Akan tetapi orang yang telah melakukan poligami&lt;br /&gt;belum tentu menjadikan baik agamanya.&lt;br /&gt;Kalau dia bisa adil dan bertaqwa baru akan membuatnya mulia.&lt;br /&gt;Tetapi bila dia tidak adil maka akan membuat dia celaka.&lt;br /&gt;Ketaqwaannya bukan diukur dengan pelaksanaan poligami tersebut,&lt;br /&gt;tetapi dari keadilannya (baca taqwanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana Rasulullah melakukan poligami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Silahkan dibaca LANJUTANNYA dan memberi KOMENTAR disini dengan klik 'like'/'suka' terlebih dahulu : http://www.facebook.com/notes/kata-kata-hikmah/melihat-kembali-poligami-dengan-hikmah/501733605848&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4902281465080331502?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4902281465080331502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4902281465080331502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/melihat-kembali-poligami-dengan-hikmah.html' title='Melihat Kembali POLIGAMI dengan HIKMAH'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-911437572785482848</id><published>2011-02-09T07:12:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:12:45.947+07:00</updated><title type='text'>Walau DIMADU tapi TETAP BAHAGIA ( KUNCI KEBABAHAGIAAN )</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin berbagi dan belajar hidup bahagia&lt;br /&gt;Dengan seorang sahabat KKH...&lt;br /&gt;Dia tetap fun saja, walaupun dia sudah dipolygami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya posting tulisan tentang IKHLAS,&lt;br /&gt;Dia mengirim pesan ke inbox fb saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;assalaamu 'alaikum pak ogy......&lt;br /&gt;barusan tadi saya baca ttg ikhlas yg bpk tulis....&lt;br /&gt;alhamdulillah......menyejukkan hati.&lt;br /&gt;tggl 7 des (1 muharram) suamiku berterus terang&lt;br /&gt;kalo dia udah menikahi janda tanpa anak pd tggl 4 maret 2010&lt;br /&gt;bertepatan anakku yg bungsu dirawat di rmh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah........gak ada amarahku saat itu.&lt;br /&gt;aku justru lega...&lt;br /&gt;berarti aku gak perlu suhuzhon&lt;br /&gt;dan suamiku gak hrs membohongiku trs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak2 sudah kukasih tahu........&lt;br /&gt;kuajak mereka ’tuk tetap santun ke ayah dan istrinya.&lt;br /&gt;aku gak melihat ini sbg keburukan,&lt;br /&gt;justru aku melihat Allah ingin memberikan&lt;br /&gt;nilai kemuliaan kepadaku dan anak2.&lt;br /&gt;saya dan anak2 sdh sering ketemu istri ayahnya.......&lt;br /&gt;sejauh ini fun2 aja.&lt;br /&gt;mohon doanya agar aku dan anak2 dpt sabar dan ikhlas&lt;br /&gt;dlm menjalani ini semua.......thx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengatakan:&lt;br /&gt;kata orang bijak.......&lt;br /&gt;"kalo kamu mencari kebahagiaan,&lt;br /&gt;itu gak akan kamu temukan,&lt;br /&gt;tapi.......kalo kamu bersyukur dgn apa yg kamu terima......&lt;br /&gt;itulah kebahagiaan yg sesungguhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah.....&lt;br /&gt;Allah ngingetin aku agar ga bergantung pd makhluk,&lt;br /&gt;krn ada Allah yg memelihara aku.&lt;br /&gt;kalo Allah sdh kita jadikan sandaran hidup kita,&lt;br /&gt;insyaallah hidup ini akan sangat nyaman tuk dijalani.&lt;br /&gt;aku berterima kasih bnyk.......&lt;br /&gt;dgn seringnya aku membaca "kata2 hikmah".........&lt;br /&gt;bnyk ilmu yg aku bisa serap.....&lt;br /&gt;jazakumullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah yang tercinta...&lt;br /&gt;Yang menjadi titik perhatian bukan masalah polygaminya.&lt;br /&gt;Tetapi bagaimana agar kita mendapatkan ’kebahagiaan’ dalam kondisi apapun.&lt;br /&gt;Sungguh dengan ini saya belajar dengan pesan tersebut.&lt;br /&gt;Dalam ’realita’ bukan hanya dalam ilmu.&lt;br /&gt;Dari dia kita belajar untuk hidup ’bahagia’, bahwa:&lt;br /&gt;”Kebahagiaan bukan untuk dicari,&lt;br /&gt;Tetapi....apabila kita bersyukur dengan apa yang di terima......&lt;br /&gt;itulah kebahagiaan yg sesungguhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan insya Allah dia bisa begitu karena memahami tulisan-tulisan ”KATA-KATA HIKMAH” yang telah diposting, seperti dalam tulisan :&lt;br /&gt;1) TIPS agar SABAR dan IKHLAS menerima KENYATAAN (http://www.facebook.com/note.php?note_id=459543320848)&lt;br /&gt;2) It Always Between You and God ( IKHLAS ) (http://www.facebook.com/note.php?note_id=498603015848)&lt;br /&gt;3) Menahan AMARAH untuk SURGA (http://www.facebook.com/note.php?note_id=499678160848)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Al-Quran dan hadits yang terkait adalah:&lt;br /&gt;"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia." (QS Fushilat ,41: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat salut dengan dia...&lt;br /&gt;Memang KEBAHAGIAAN akan didapat...&lt;br /&gt;Pada saat kita bisa BERBAGI dengan saudaranya yang lain...&lt;br /&gt;BERSYUKUR dengan apa yang ada...&lt;br /&gt;BERDAMAI dan MEMAAFKAN orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBAHAGIAAN bukan DICARI…&lt;br /&gt;Kebahagiaan diTEMUkan di dalam DIRI..&lt;br /&gt;Dalam sikap MENERIMA apapun yang terjadi&lt;br /&gt;Yaitu dengan berSYUKUR dan berSABAR dengan apa yang ada.&lt;br /&gt;Dan dengan dorongan IKHLAS hanya mengharap Ridlo Allah semata.&lt;br /&gt;Serta menjadikan Allah satu-satunya tempat ’berTAWAKKAL’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa mengambil HIKMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.F.A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-911437572785482848?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/911437572785482848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/911437572785482848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/walau-dimadu-tapi-tetap-bahagia-kunci.html' title='Walau DIMADU tapi TETAP BAHAGIA ( KUNCI KEBABAHAGIAAN )'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-4760222285310482926</id><published>2011-02-09T07:11:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:12:11.401+07:00</updated><title type='text'>HANYA SEMENTARA</title><content type='html'>Setelah khusuk berdoa…&lt;br /&gt;Pria tua itu menceritakan masa lalunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu aku adalah seorang pemabuk.&lt;br /&gt;Dua atau tiga guci tidaklah cukup untukku.&lt;br /&gt;Aku juga sering melacur.&lt;br /&gt;Dua kali sepekan ku pergi ke lokalisasi.&lt;br /&gt;Seorang, dua atau tiga wanita sekaligus kupesan.&lt;br /&gt;Oh, betapa bergairahnya saat itu.&lt;br /&gt;Dan… dulu aku juga seorang penjudi.&lt;br /&gt;Kelihaianku menjadikan aku kaya raya&lt;br /&gt;Semua kuhabiskan ‘tuk berfoya-foya.&lt;br /&gt;Oh, betapa nikmatnya dunia ini.&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika…kuhentikan semuanya…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa Anda berhenti?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena aku KETAGIHAN,” jawabnya dengan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksud anda?” Tanya seorang temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku benar-benar MENYUKAI semua kesenangan itu.&lt;br /&gt;Sehingga Aku INGIN MENIKMATINYA SEPANJANG MASA.&lt;br /&gt;Adapun caranya, pernah kubaca dalam sebuah buku tua&lt;br /&gt;Bahwa aku, SEMENTARA WAKTU, di dunia ini saja.&lt;br /&gt;Hanya MENGGANTI semua KESENANGAN itu dengan AMAL SHALEH&lt;br /&gt;Dan, PASTI KESENANGAN yang ABADI kan KUDAPAT&lt;br /&gt;Kelak di hari kemudian, untuk SELAMA-LAMANYA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdiri dan bersiap melanjutkan perjalanan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tua itu berkata: ”Adakalanya…&lt;br /&gt;LEMBAH MAKSIAT merupakan JALAN dan PROSES menuju KESHALEHAN&lt;br /&gt;Namun TIDAK PERLU dan JANGAN MENCOBA melaluinya&lt;br /&gt;Untuk menjadi orang yang SHALEH!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman , bertaubatlah kepada allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Pada hari ketika allah tidak menghinakan nabi-nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia..sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan ,ya tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu." (qs at-tahrim:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah seraya berpaling dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat taubat:&lt;br /&gt;-Menyesali perbuatannya&lt;br /&gt;-Menjauhkan diri dari perbuatan dosa&lt;br /&gt;-Tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri taubat yang diterima :&lt;br /&gt;-Setelah melakukan taubat, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya&lt;br /&gt;-Takut akan azab Allah&lt;br /&gt;-Menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menerima taubat kita dan mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat… Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Bulan Cahaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-4760222285310482926?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4760222285310482926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/4760222285310482926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/hanya-sementara.html' title='HANYA SEMENTARA'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7767243692985412746</id><published>2011-02-09T07:09:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:11:32.795+07:00</updated><title type='text'>Jagalah MULUTMU Seperti Menjaga KEMALUANMU</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Ada suatu kisah seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, dengan hikmah ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama anak itu telah melakukan 32 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memaku paku ke pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahukan ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.&lt;br /&gt;“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu dan perbuatanmu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;AMARAH adalah suatu FITRAH yang ada dalam diri manusia&lt;br /&gt;Tetapi bila kita TIDAK meLUAPkannya...&lt;br /&gt;Maka itu adalah lebih UTAMA...&lt;br /&gt;Karena luapan kemarahan hanya akan MENYAKITI orang lain yang akan 'terus MEMBEKAS'&lt;br /&gt;Dan menjadi 'PENYESALAN' diri kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yangbertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya danmema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Jagalah MULUTmu...&lt;br /&gt;Seperti menjaga KEMALUANmu !&lt;br /&gt;Karena keBANYAKan penduduk NERAKA...&lt;br /&gt;Bukan hanya orang yang tidak bisa menjaga KEMALUANnya...&lt;br /&gt;Tetapi juga orang yang tidak bisa menjaga MULUTnya *.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perkara yang paling BANYAK mengANTARkan orang masuk ke NERAKA&lt;br /&gt;adalah MULUT dan KEMALUAN." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa berIMAN kepada ALLAH dan HARI AKHIR...&lt;br /&gt;Maka berKATAlah yang BAIK atau DIAM." (HR. Bukhori-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OFA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* (menjaga mulut bukan hanya dari ucapan yang tidak baik seperti ucapan yang menyakitkan, ghibah (gosip), fitnah, namimah (mengadu domba), panggilan yang buruk dll, tetapi juga menjaga dari makanan yang syubhat dan haram)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7767243692985412746?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7767243692985412746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7767243692985412746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/jagalah-mulutmu-seperti-menjaga.html' title='Jagalah MULUTMU Seperti Menjaga KEMALUANMU'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3712569478185452652</id><published>2011-02-09T07:08:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:09:25.994+07:00</updated><title type='text'>Hafshah, Dibela Jibril Lantaran Tekun Ibadah</title><content type='html'>Selain Aisyah, Hafshah dikenal sebagai istri Rasulullah Saw. yang pencemburu. Seringkali ia membuat ulah untuk menarik perhatian Rasulullah. Suatu hari, ketika Rasulullah menemuinya, Hafshah bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa mulutmu bau maghafir (minuman dari getah yang berbau busuk)?” “Aku baru saja minum madu, bukan maghafir,” jawab Nabi penuh tanda tanya. “Kalau begitu, engkau minum madu yang sudah lama,” timpal Hafshah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranan Rasulullah makin bertambah ketika Aisyah yang ditemuinya mengatakan hal serupa. Saking kesalnya, Rasulullah mengharamkan madu buat dirinya untuk beberapa waktu. Beliau tak tahu kalau Hafshah telah “berkomplot” dengan Aisyah untuk “ngerjain” Rasulullah. Keduanya cemburu lantaran Nabi tinggal lebih lama dari jatah waktunya di rumah Zainab binti Jahsy. Waktu itu Nabi tertahan karena Zainab menawarkan madu kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan kehidupan Hafshah binti Umar bin Khattab tak bisa lepas dari sifat pencemburunya yang besar. Sebenarnya, sifat cemburunya itu lahir dari rasa cintanya yang mendalam kepada Rasulullah. Ia takut kalau-kalau Rasulullah kurang memberi perhatian dan cinta yang cukup kepadanya. Namun, sifat pencemburunya itu terkadang melahirkan ulah yang menjengkelkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, dalam sebuah perjalanan Hafshah dan Aisyah dibawa serta. Kedua istri Nabi itu duduk dalam sekedup (tandu di atas punggung unta) yang berbeda. Selama perjalanan, Rasulullah lebih sering berada dalam sekedup di atas unta Aisyah. Pada waktu istirahat, Hafshah yang terbakar api cemburu meminta Aisyah untuk berpindah tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai istirahat, Rasulullah naik kembali ke sekedup Aisyah yang sudah ditempati Hafshah dan mengajak bicara. Beliau tak tahu kalau yang menjawabnya dengan jawaban-jawaban pendek itu Hafshah. Dan … betapa kesalnya Rasulullah setelah ia tahu dirinya dipermainkan kedua istrinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seringnya Hafshah membuat ulah, lantaran cemburu, Rasulullah pernah berniat akan menceraikannya. Namun, Jibril datang mencegah Nabi. Rasulullah malah mendatangi anak Umar bin Khattab itu dan berkata, “Ya Hafshah, hari ini Jibril datang kepadaku dan memerintahkan kepadaku “irji’ ilaa Hafshah, fainnaha hiya showwama, qowwama wa hiya azawaajuka fil jannah” (kembalilah kepada Hafshah, sesungguhnya ia wanita yang senantiasa puasa, mendirikan shalat, dan ia adalah istrimu kelak di surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Hafshah binti Umar, wanita yang mendapat pembelaan Jibril tatkala hendak diceraikan Rasulullah lantaran sifat pencemburunya. Jibril memberi penilaian obyektif atas diri Hafshah. Meski memiliki kelemahan dan kekurangan dengan sifat cemburunya, tapi Hafshah adalah wanita yang tekun beribadah. Ia rajin puasa sunnah dan tak pernah meninggalkan shalat tahajjud. Maka Jibril pun membelanya, bahkan menyampaikan jaminan Allah bahwa Hafshah termasuk salah satu istri Nabi di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan istri-istrinya sebenarnya dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan manusiawi oleh Rasulullah. Apalagi, beliau dikenal orang yang paling sabar dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk ulah istri-istrinya. Namun, yang membuatnya marah adalah jika rasa cemburu itu mendorong istri-istrinya atau dirinya melakukan maksiat kepada Allah. Rasulullah pernah ditegur Allah lantaran mengharamkan madu dan istrinya Maria akibat ulah Hafshah. Rasa cemburu yang seperti inilah yang tidak dibenarkan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat rasa cemburunya yang berlebihan itu, Hafshah ditegur langsung oleh Allah melalui firman-Nya dalam surat At-Tahrim ayat 3 dan 4. Tapi, putri Umar bin Khattab itu pulalah yang dibela Jibril ketika hendak dicerai oleh Rasulullah karena memiliki kelebihan-kelebihan dalam sisi peribadatannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3712569478185452652?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3712569478185452652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3712569478185452652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/hafshah-dibela-jibril-lantaran-tekun.html' title='Hafshah, Dibela Jibril Lantaran Tekun Ibadah'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-35755080369973998</id><published>2011-02-09T07:08:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:08:50.043+07:00</updated><title type='text'>Sahabiyah dalam Medan Jihad</title><content type='html'>Thabarani memberitakan dari Ummu Sulaim ra. dia berkata: Pernah Rasulullah SAW keluar berjihad dan ikut bersamanya sebilangan kaum wanita dari kaum Anshar, maka merekalah yang memberikan minum kepada orang-orang yang sakit, memberi obat kepada orang-orang yang luka-luka. (Majmauz-Zawa'id 5:324)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim dan Termidzi telah memberitakan dari Anas ra. dia berkata: Pernah Rasulullah SAW keluar berjihad dengan membawa Ummu Sulaim ra. dan beberapa orang wanita dari kaum Anshar yang ditugaskan untuk menyediakan air minum dan menguruskan orang-orang yang luka-luka dalam peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari telah mengeluarkan berita dari Ar-Rabik binti Mu'awwidz ra. dia berkata: Kami pernah ikut Nabi SAW keluar berjihad, lalu kamilah yang menguruskan luka-luka para pejuang, dan mengangkat orang-orang yang gugur syahid ke kemah kami. Suatu berita lain darinya juga, katanya: Kami pernah keluar dengan Nabi SAW ke medan perang, dan kamilah yang memberikan minum kepada para pejuang, menguruskan semua keperluan mereka, dan mengangkat mereka yang mati terbunuh atau yang luka kembali ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ummu Athiyah Al-Anshariyah ra. dia berkata: Aku pernah keluar belihad bersama-sama Rasulullah SAW sebanyak tujuh peperangan, aku menjaga kemah-kemah mereka, memasak makanan buat mereka, mengobati orang-orang yang luka, dan membantu orang- orang tua yang sudah tidak terdaya lagi. (Al-Muntaqa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thabarani meriwayatkan dari Laila Al-Ghifariyah ra. dia berkata: Aku pernah keluar berjihad bersama Rasulullah SAW dan aku mengobati orang-orang yang luka. (Maima'uz-Zawa'id 5:32,4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari telah memberitakan dari Anas ra. dia berkata: Pada hari peperangan Uhud ramai orang Islam yang terkocar-kacir dan terpisah dari Nabi SAW Dan aku lihat Aisyah binti Abu Bakar rha dan Ummu Sulaim rha. tergesa-gesa membawa kantung Qirbah (terbuat dari kulit kambing) yang berisi air, memberi minum orang-orang yang dahaga dalam pertempuran itu. Sesudah habis mereka pergi lagi mengisi air dan memberi minum kepada tentara Islam yang berperang itu. (Baihaqi 9:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari telah memberitakan dari Tsaklabah bin Abu Malik ra. bahwa Umar bin Al-Khatthab ra. telah membagi-bagikan kain antara kaum wanita, dan ada sisa sepotong kain yang agak baik sedikit, maka berkata orang-orang yang di sisi Khalifah Umar ra.: Wahai Amirul Mukminin! Kain potong yang lebih ini berikanlah kepada cucunda Rasulullah SAW yang menjadi isterimu - maksudnya Ummu Kultsum binti Ali ra. Tetapi mereka dijawab oleh Khalifah Umar ra.: Ummu Sulaith lebih berhak darinya (Ummu Kultsum), dan Ummu Sulaim seorang wanita Anshar, di antara yang membaiat Rasulullah SAW. Tambah Umar ra. lagi: Karena dia pernah memberi kita minum pada hari peperangan Uhud. (Kanzul Ummal 7:97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud memberitakan dari Hasyraj bin Ziyad dari neneknya ra. bahwa mereka pernah keluar berjihad bersama-sama Nabi SAW di medan Hunain, dan mereka mengatakan: Kami mendendangkan syair-syair yang memberi semangat kepada para pejuang membantu keperluan mereka, mengobati para pejuang yang luka, memberi mereka panah dan menyediakan bubur sawiq, dari Abdul Razzak dari Az-Zuhri, dia berkata pula, bahwa kaum wanita ada yang menyaksikan pertempuran di medan perang, memberi minum para pejuang, mengobati mereka yang luka. (Fathul Bari 6:51)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-35755080369973998?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/35755080369973998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/35755080369973998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/sahabiyah-dalam-medan-jihad.html' title='Sahabiyah dalam Medan Jihad'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-7703731784225212214</id><published>2011-02-09T07:07:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:08:09.428+07:00</updated><title type='text'>Wanita Yang Teguh Menggenggam Tauhid</title><content type='html'>Semoga muslimah sekalian bisa mengambil hikmah dan mengikuti jejak keduanya, meninggal dalam keadaan teguh menggenggam “Tauhid.” “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di negeri Mesir, Fir’aun terakhir yang terkenal dengan keganasannya bertahta. Setelah kematian sang isteri, Fir’aun kejam itu hidup sendiri tanpa pendamping. Sampai cerita tentang seorang gadis jelita dari keturunan keluarga Imran bernama Siti Asiah sampai ke telinganya. Fir’aun lalu mengutus seorang Menteri bernama Haman untuk meminang Siti Asiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Asiah bertanya kepada Siti Asiah, “Sudikah anakda menikahi Fir’aun ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana saya sudi menikahi Fir’aun. Sedangkan dia terkenal sebagai raja yang ingkar kepada Allah ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haman kembali pada Fir’aun. Alangkah marahnya Fir’aun mendengar kabar penolakan Siti Asiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haman, berani betul Imran menolak permintaan raja. Seret mereka kemari. Biar aku sendiri yang menghukumnya !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir’aun mengutus tentaranya untuk menangkap orangtua Siti Asiah. Setelah disiksa begitu keji, keduanya lantas dijebloskan ke dalam penjara. Menyusul kemudian, Siti Asiah digiring ke Istana. Fir’aun kemudian membawa Siti Asiah ke penjara tempat kedua orangtuanya dikurung. Kemudian, dihadapan orangtuanya yang nyaris tak berdaya, Fir’aun berkata, “He, Asiah. Jika engkau seorang anak yang baik, tentulah engkau sayang terhadap kedua orangtuamu. Oleh karena itu, engkau boleh memilih satu diantara dua pilihan yang kuajukan. Kalau kau menerima lamaranku, berarti engkau akan hidup senang, dan pasti kubebaskan kedua orangtuamu dari penjara laknat ini. Sebaliknya, jika engkau menolak lamaranku, maka aku akan memerintahkan para algojo agar membakar hidup-hidup kedua orangtuamu itu, tepat dihadapanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ancaman itu, Siti Asiah terpaksa menerima pinangan Fir’aun. Dengan mengajukan beberapa syarat, yaitu Fir’aun harus membebaskan orangtuanya, Fir’aun harus membuatkan rumah untuk ayah dan ibunya, yang indah lagi lengkap perabotannya dan Fir’aun harus menjamin kesehatan, makan, minum kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Aisyah bersedia menjadi isteri Fir’aun. Hadir dalam acara-acara tertentu, tapi tak bersedia tidur bersama Fir’aun. Sekiranya permintaan-permintaan tersebut tidak disetujui, Siti Asiah rela mati dibunuh bersama ibu dan bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Fir’aun menyetujui syarat-syarat yang diajukan Siti Asiah. Fir’aun lalu memerintahkan agar rantai belenggu yang ada di kaki dan tangan orangtua Siti Asiah dibuka. Singkat cerita, Siti Asiah tinggal dalam kemewahan Istana bersama-sama Fir’aun. Namun ia tetap tak mau berbuat ingkar terhadap perintah agama, dengan tetap melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari Siti Asiah selalu mengerjakan shalat dan memohon pertolongan Allah SWT. Ia senantiasa berdoa agar kehormatannya tidak disentuh oleh orang kafir, meskipun suaminya sendiri, Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kehormatan Siti Asiah, Allah SWT telah menciptakan iblis yang menyaru sebagai Siti Asiah. Dialah iblis yang setiap malam tidur dan bergaul dengan Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir’aun mempunyai seorang pegawai yang amat dipercaya bernama Hazaqil. Hazaqil amat taat dan beriman kepada Allah SWT. Beliau adalah suami Siti Masyitoh, yang bekerja sebagai juru hias istana, yang juga amat taat dan beriman kepada Allah SWT. Namun demikian, dengan suatu upaya yang hati-hati, mereka berhasil merahasiakan ketaatan mereka terhadap Allah. Dari pengamatan Fir’aun yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, terjadi perdebatan hebat antara Fir’aun dengan Hazaqil, disaat Fir’aun menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang ahli sihir, yang menyatakan keimanannya atas ajaran Nabi Musa a.s. Hazaqil menentang keras hukuman tersebut. Mendengar penentangan Hazaqil, Fir’aun menjadi marah. Fir’aun jadi bisa mengetahui siapa sebenarnya Hazaqil. Fir’aun lalu menjatuhkan hukuman mati kepada Hazaqil. Hazaqil menerimanya dengan tabah, tanpa merasa gentar sebab yakin dirinya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazaqil menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan tangan terikat pada pohon kurma, dengan tubuh penuh ditembusi anak panah. Sang istri, Masyitoh, teramat sedih atas kematian suami yang amat disayanginya itu. Ia senantiasa dirundung kesedihan setelah itu, dan tiada lagi tempat mengadu kecuali kepada anak-anaknya yang masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Masyitoh mengadukan nasibnya kepada Siti Asiah. Diakhir pembicaraan mereka, Siti Asiah menceritakan keadaan dirinya yang sebenarnya, bahwa iapun menyembunyikan ketaatannya dari Fir’aun. Barulah keduanya menyadari, bahwa mereka sama-sama beriman kepada Allah SWT dan Nabi Musa a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika Masyitoh sedang menyisir rambut puteri Fir’aun, tanpa sengaja sisirnya terjatuh ke lantai. Tak sengaja pula, saat memungutnya Masyitoh berkata, “Dengan nama Allah binasalah Fir’aun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan ucapan Masyitoh, Puteri Fir’aun merasa tersinggung lalu mengancam akan melaporkan kepada ayahandanya. Tak sedikitpun Masyitoh merasa gentar mendengar hardikan puteri. Sehingga akhirnya, ia dipanggil juga oleh Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Masyitoh menghadap Fir’aun, pertanyaan pertama yang diajukan kepadanya adalah, “Apa betul kau telah mengucapkan kata-kata penghinaan terhadapku, sebagaimana penuturan anakku. Dan siapakah Tuhan yang engkau sembah selama ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul, Baginda Raja yang lalim. Dan Tiada Tuhan selain Allah yang sesungguhnya menguasai segala alam dan isinya.”jawab Masyitoh dengan berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban Masyitoh, Fir’aun menjadi teramat marah, sehingga memerintahkan pengawalnya untuk memanaskan minyak sekuali besar. Dan saat minyak itu mendidih, pengawal kerajaan memanggil orang ramai untuk menyaksikan hukuman yang telah dijatuhkan pada Masyitah. Sekali lagi Masyitoh dipanggil dan dipersilahkan untuk memilih, jika ingin selamat bersama kedua anaknya, Masyitoh harus mengingkari Allah. Masyitoh harus mengaku bahwa Fir’aun adalah Tuhan yang patut disembah. Jika Masyitoh tetap tak mau mengakui Fir’aun sebagai Tuhannya, Masyitoh akan dimasukkan ke dalam kuali, lengkap bersama kedua anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyitoh tetap pada pendiriannya untuk beriman kepada Allah SWT. Masyitoh kemudian membawa kedua anaknya menuju ke atas kuali tersebut. Ia sempat ragu ketika memandang anaknya yang berada dalam pelukan, tengah asyik menyusu. Karena takdir Tuhan, anak yang masih kecil itu dapat berkata, “Jangan takut dan sangsi, wahai Ibuku. Karena kematian kita akan mendapat ganjaran dari Allah SWT. Dan pintu surga akan terbuka menanti kedatangan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyitoh dan anak-anaknyapun terjun ke dalam kuali berisikan minyak mendidih itu. Tanpa tangis, tanpa takut dan tak keluar jeritan dari mulutnya. Saat itupun terjadi keanehan. Tiba-tiba, tercium wangi semerbak harum dari kuali berisi minyak mendidih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Asiah yang menyaksikan kejadian itu, melaknat Fir’aun dengan kata-kata yang pedas. Iapun menyatakan tak sudi lagi diperisteri oleh Fir’aun, dan lebih memilih keadaan mati seperti Masyitoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Isterinya, Fir’aun menjadi marah dan menganggap bahwa Siti Asiah telah gila. Fir’aun kemudian menyiksa Siti Asiah, tak memberikan makan dan minum, sehingga Siti Asiah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Siti Asiah sempat berdoa kepada Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya, “Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi_mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (Q.S. At-Tahrim [66] : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kisah Siti Asiah dan Masyitoh. Semoga muslimah sekalian bisa mengambil hikmah dan mengikuti jejak keduanya, meninggal dalam keadaan teguh menggenggam “Tauhid.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-7703731784225212214?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7703731784225212214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/7703731784225212214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/wanita-yang-teguh-menggenggam-tauhid.html' title='Wanita Yang Teguh Menggenggam Tauhid'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-3956944304114169124</id><published>2011-02-09T07:04:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T07:05:44.179+07:00</updated><title type='text'>Buat sahabat para muslimah.</title><content type='html'>Pandanglah kata-kataku ini dengan pandangan&lt;br /&gt;kasihnya seorang saudara terhadap saudara yang lain.&lt;br /&gt;Renunglah dengan mata hatimu setulusnya.&lt;br /&gt;Janganlah dek kerana peribadi burukku,&lt;br /&gt;menghalang dirimu melakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri dan demi keagungan agama Allah.&lt;br /&gt;Ambillah mutiara kata yang baik buat teladan dan tinggalkan kata-kataku yang menyimpang daripada landasan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudari Seakidahku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula hari ini binalah sebuah kehidupan baru.&lt;br /&gt;Jadilah manusia berhati mulia dan tegakkanlah sinar keislaman dalam dirimu,&lt;br /&gt;semoga nur Ilahi akan membening seluruh perjalannan hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai sahabat muslimahku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keremajaanmu menyegarkan pandangan,&lt;br /&gt;dan melimpahkan nyaman pada malam.&lt;br /&gt;Dengan keremajaanmu, kau bisa sahaja menakluk dunia dalam lalai dan leka tanpa kesedaran.&lt;br /&gt;Ingatlah, kau bukan dilahirkan sebagai penggoda yang melekakan dunia.&lt;br /&gt;Kesegaran dan kejelitaanmu adalah fana belaka.&lt;br /&gt;Kelembutan yang menghiasi gerak langkah dan&lt;br /&gt;lentuk tubuhmu bakal menyaksikan kau cepat terdedah kepada bahaya dan bahana maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peliharalah keindahan yang kau miliki kerana Allah mengujimu&lt;br /&gt;dgn menerbitkan kau pada bentuk yang teramat indah,&lt;br /&gt;halus dan sempurna. Berhati-hatilah kerana sesungguhnya kaum Adam&lt;br /&gt;akan menilaimu dgn pandangan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya keriangan di wajahmu adalah kilauan senjata yang menawan.&lt;br /&gt;Madu yang menitiskan sarinya meresapkan manisnya&lt;br /&gt;dari bibir langsung ke hati adalah suara lembut sang gadis.&lt;br /&gt;Elokkanlah nada suaramu dan perlahankan gema bahasamu.&lt;br /&gt;Berhati-hatilah menggunakan lidahmu,&lt;br /&gt;jangan sampai bibirmu menutur bait-bait tajam yang akan menyakiti hati orang lain.&lt;br /&gt;Fikirlah dengan akalmu sebelum bersuara dan pandanglah teman bicara.&lt;br /&gt;Tertib dan sopanmu bagai hembusan angin yang menyamankan,&lt;br /&gt;yang bakal ditanggapi menyamai keindahan yang&lt;br /&gt;kau miliki setanding dengan ketulusan peribadimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat muslimahku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah matamu kerana pandangan mata akan mengalir ke hati&lt;br /&gt;dan terbiaslah sesuatu dari panahan syaitan durjana.&lt;br /&gt;Jangan sesekali kau memandang mata lelaki dengan sejenak renungan.&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka mentafsirkan makna yang bukan kau mahukan.&lt;br /&gt;Pandanglah tanpa memberi sebarang makna.&lt;br /&gt;Jadikanlah ghadul basar sebagai hiasan matamu.&lt;br /&gt;Rebahkan pandanganmu, renunglah setiap inci bumi,&lt;br /&gt;nescaya kau berjaya menghindari dosa yang cuba merapati mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti yang dikasihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali, mendongaklah ke langit dan lihatlah kerdipan bintang-bintang,&lt;br /&gt;nescaya kau kan temui berjuta keagungan ciptaan Rabbul A`lamin.&lt;br /&gt;Betapa hidup ini berjalan di atas makna hikmah dan terselindung daunan pengertian.&lt;br /&gt;Hari-hari yang dilalui sebenarnyamenyembunyikan banyak hakikat dan makrifat.&lt;br /&gt;Sedarlah, hidupmu ini hanyalah secebis dari erti kehidupan.&lt;br /&gt;Selamilah dasar hatimu dan berbisiklah pada diri;&lt;br /&gt;Alangkah kosongnya jiwa, alangkah hinanya roh tanpa hiasan apa-apa.&lt;br /&gt;Salutilah tubuhmu dengan iman.&lt;br /&gt;Kerana ia sangat manis pada pandangan jua perhiasan.&lt;br /&gt;Bersihkanlah hatimu, kemanisan iman sukar dikecapi tanpa janji Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seorang muslimah yang gemar merenung kejadian yang berlaku&lt;br /&gt;dan memerhati hikmah dengan mata hati.&lt;br /&gt;Muslimah sejati adalah mereka yang selalu berhikmah dalam berkata-kata&lt;br /&gt;dan meletakkan perasaan rendah diri sebagai asas mencari ketaqwaan.&lt;br /&gt;Zuhud dalam pencarian dunia dengan meletakkan tasawuf ke akhirat&lt;br /&gt;sebagai pedoman serta melupakan sifat cintakan dunia yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serikandi muslimah sejati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya di saat-saat kau dilanda kau tega mengutip akar-akar kemelaratan&lt;br /&gt;dan teguh mengukir senyum buat pengubat kerungsingan.&lt;br /&gt;Tatkala kau dalam dilema permasalahan yang meruncing&lt;br /&gt;serta kau berasa putus harap dengan dunia,&lt;br /&gt;maka sebutlah dan zikirlah berkali-kali ke hadrat Ilahi&lt;br /&gt;moga-moga kau bakal bertemu kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucikan wajahmu dengan air wuduk dan basahkan matamu dengan airmata keinsafan.&lt;br /&gt;Tundukkanlah sepenuh hatimu jua dahimu ke tikar sejadah beserta lafaz&lt;br /&gt;dan doa kau hembuskan seikhlas jiwa, semurni sanubari memohon keampunan.&lt;br /&gt;Renunglah, resapkan kekaguman&lt;br /&gt;dan kuatkan keyakinan bahawa hayatmu setiap detik di bawah naungan Allah swt.&lt;br /&gt;Kecintaan Tuhan melimpah dan melaut di segenap penjuru alam,&lt;br /&gt;walaupun pada yang lupa erti kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, roh ketenangan akan mendakap dirimu hingga kau&lt;br /&gt;terasa tiada tabir yang menabiri setiap kali pertemuan kau dan Dia.&lt;br /&gt;Ketaqwaan hendaklah dipupuk agar matlamat&lt;br /&gt;dan cita-cita yang kau bawa akan tercapai suatu masa kelak dengan izinNya, Insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkhirul kalam, ingatlah!!, walau setinggi manapun kedudukanmu di mata masyarakat,&lt;br /&gt;jangan sesekali menyombong diri. Sesungguhnya wanita itu lemah.&lt;br /&gt;Dan dijadikan ar-rijal sebagai pelindung buatmu.&lt;br /&gt;Carilah lelaki yang baik budinya dan teguh imannya.&lt;br /&gt;Inilah yang bakal mengukuhkan akar kebahagiaan rohani dan tunjang kecintaan kepada Ilahi, Insya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-3956944304114169124?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3956944304114169124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/3956944304114169124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/buat-sahabat-para-muslimah.html' title='Buat sahabat para muslimah.'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-834084125037753513</id><published>2011-02-09T07:04:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T07:04:51.052+07:00</updated><title type='text'>Kisah-Kisah Ayah Ibu</title><content type='html'>Hak Ibu Lebih Besar Dari Pada Hak Ayah Kisah-Kisah Ayah Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat Al-Ahqaf ayat 15 Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran terendah mengandung sampai melahirkan adalah 6 bulan (pada umumnya adalah 9 bulan 10 hari) di tambah 2 tahun menyusui anak jadi 30 bulan, sehingga tidak bertentangan dengan surat Lukman ayat 14. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar dari pada kepada bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (Al-Fath 10/401) No. 5971, Muslim 2548]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz-Dzhabai dalam kitabnya Al-Kabair berkata:&lt;br /&gt;“Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik. Dia selalu mendo’akanmu dengan taufiq, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat di sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat. Dan rasanya berat atasmu memeliharanya padahal adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek. Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut. Dan engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘Aalamin. Dan Allah berfirman di dalam surat Al-Hajj ayat 10 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : (Akan dikatakan kepadanya), ‘Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tanganmu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak pernah berbuat zhalim kepada hamba-hambaNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung. Ketika Ibnu Umar menemui seseorang yang menggendong ibunya beliau mengatakan, “Itu belum bisa membalas”. Kemudian juga beberapa riwayat[1] disebutkan bahwa seandainya kita ingin membalas jasa orang tua kita dengan harta atau dengan yang lain, masih juga belum bisa membalas. Bahkan dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kamu dan hartamu milik bapakmu” [Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Jabir, Thabrani dari Samurah dan Ibnu Mas'ud, Lihat Irwa'ul Ghalil 838]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-834084125037753513?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/834084125037753513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/834084125037753513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/kisah-kisah-ayah-ibu.html' title='Kisah-Kisah Ayah Ibu'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6176291846173190057</id><published>2011-02-09T06:51:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T07:04:04.693+07:00</updated><title type='text'>Kisah Wali Allah Yang Sholat Di Atas Air</title><content type='html'>Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk para pedagang bertolak dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah badai dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dari terjangan ombak besar, namun semua usaha mereka sia-sia saaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang teronbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan sholat di atas air.&lt;br /&gt;Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!” Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, “Ada apa ?” Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, “Wahai wali Allah, bagaimanakah caranya untuk menghindari kapal yang hampir tenggelam ini?”&lt;br /&gt;Wali itu berkata, “Dekatkan dirimu kepada Allah.”&lt;br /&gt;Para penumpang itu berkata, “Apa yang mesti kami buat?”&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, “Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat.”&lt;br /&gt;Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, “Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata lagi, “Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah.”&lt;br /&gt;Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan meng hampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandung muatan beratus juta itu pun tenggelam ke dasar laut.&lt;br /&gt;Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, “Siapakah kamu wahai wali Allah?”&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, “Saya ialah Awais Al-Qarni.”&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata lagi, “Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang diantar oleh seorang jutawan Mesir.”&lt;br /&gt;WaliAllah berkata, “Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?”&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata, “Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan sholat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah SWT agar kapal itu ditimbulkan kembali bersama-sama hartanya.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang.&lt;br /&gt;Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membagi-bagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal. Wallahu a’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-6176291846173190057?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6176291846173190057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/6176291846173190057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/02/kisah-wali-allah-yang-sholat-di-atas.html' title='Kisah Wali Allah Yang Sholat Di Atas Air'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2143739040476482727</id><published>2011-01-13T07:32:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T07:32:49.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>BERSYUKUR dengan APA yang TIDAK DISUKAI</title><content type='html'>"Aku TAK SELALU MENDAPATKAN apa yang KUSUKAI,&lt;br /&gt;Oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI apapun yang aku DAPATKAN."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Kata-Kata Diatas merupakan wujud SYUKUR.&lt;br /&gt;Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.&lt;br /&gt;Dengan BERSYUKUR kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan BAHAGIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, perasaan TAK BERSYUKUR akan senantiasa membebani kita.&lt;br /&gt;Kita akan selalu merasa kurang dan TAK BAHAGIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ....&lt;br /&gt;Seandainya sudah, apalagi yang harus diINGINkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...&lt;br /&gt;Karena itu memberimu kesempatan untuk BELAJAR ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...&lt;br /&gt;Di masa itulah kamu TUMBUH ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...&lt;br /&gt;Karena itu memberimu kesempatan untuk BERKEMBANG ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...&lt;br /&gt;Karena itu akan membangun KEKUATAN dan KARAKTERmu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...&lt;br /&gt;Itu akan mengajarkan PELAJARAN yang berharga ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...&lt;br /&gt;Karena itu kamu telah membuat suatu PERBEDAAN ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...&lt;br /&gt;Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif...&lt;br /&gt;Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu…&lt;br /&gt;Dan semua itu akan menjadi BERKAH bagimu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Lutfi S Fauzan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2143739040476482727?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2143739040476482727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2143739040476482727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/01/bersyukur-dengan-apa-yang-tidak-disukai.html' title='BERSYUKUR dengan APA yang TIDAK DISUKAI'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-2955912781686499043</id><published>2011-01-13T07:29:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T07:30:35.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>THE MIRACLE OF GIVING (Kisah Kakak Beradik yang Saling Memberi)</title><content type='html'>Sahabat Hikmah yang tercinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya ikut belajar menulis dan berlatih berbagi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kadang kita takjub dengan balasan yang diberikan oleh seseorang kepada kita untuk sebuah perbuatan yang menurut kita pada saat melakukannya adalah “biasa-biasa saja”. Namun balasan (yang sebenarnya kita tidak mengharapkannya) yang diberikan dahsyatnya luar biasa…apalagi ketika melakukannya dengan penuh keikhlasan, penuh cinta dan kasih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada sebuah cerita yang diambil dan ditulis ulang dari sebuah ebook kumpulan motivasi…semoga bermanfaat dan dapat menambah kecintaan kita pada saudara-saudara kita…menambah semangat untuk terus memberi dan terus berbagi…dan semoga bisa melembutkan hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ceritanya begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari , orangtuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang mencuri uang ayah?!!!” Beliau bertanya. Aku terpaku terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. Beliau mengatakan lagi “ Baiklah kalau begitu kalian berdua layak dipukul!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adiku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Sesudah itu beliau duduk di ranjang dan memarahi kami. ”Kamu sudah belajar mencuri dari rumah, hal memalukan apalagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang ? kamu layak dipukul, kamu pencuri tidak tahu malu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku, tubuhnya luka, tetapi ia tidak menitikan airmata setetespun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba menangis meraung-raung.. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, ”Kak, jangan menangis lagi sekarang, semuanya sudah terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terus membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan baru seperti kemarin. Aku tidak pernah lupa tampang adikku ketika melindungiku. Waktu itu, adiku berusia 8 tahun. Aku berusia 11 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengar dia berkata lirih, ” Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik”. Ibu mengusap airmatanya yang mengalir dan menghela nafas, ” Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga adikku berjalan ke hadapan ayah dan berkata, ”Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah marah besar dan berkata : ” Mengapa kamu mempunyai jiwa yang begitu lemah!!! Bahkan kalau aku harus mengemis di jalanan akan aku lakukan, kamu berdua harus sekolah sampai selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit makanan. Dia menyelinap di samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: ”Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu adiku berusia 17 tahun dan aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dan uang dari adiku hasilkan dari mengangkut semen pada lokasi konstruksi, akhirnya aku sampai akhir tahun ketiga kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk memberitahukan, ” Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor. Aku menanyakannya,”Mengapa kamu tidak bilang pada temanku kamu adalah adikku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tersenyum dan menjawab, ”Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu aku adalah adikmu? Apa mereka tidak akan mentertawakanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh dan airmata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari badan adikku dan sambil tersekat aku berkata ”Aku tidak peduli omongan siapapun! Kamu adalah adikku apapun juga Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku dan terus menjelaskan, ”Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kakak harus memilikinya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Menariknya ke dalam pelukanku dan menangis....Tahun itu ia berusia 20 dan aku 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali aku membawa teman-teman kuliahku ke rumahku, kaca jendela yang pecah telah diganti dan semuanya kelihatan bersih.Setelah teman-temanku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. ”Bu, ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi katanya sambil tersenyum ”Itu adalah pekerjaan adikmu, dia pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkkah kamu melihat luka ditangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus , seratus jarum terasa menusuk hatiku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. ”Apakah sakit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak kok Kak...Aku biasa kena batu-batu kak.” Ditengah kalimatnya aku membalikan punggungku karena air mata mulai menggenang dimataku....Tahun itu adikku 23 tahun dan aku berusia 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Aku berkali-kali mengundang orangtuaku datang dan tinggal dirumahku, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka sudah merasa dibesarkan di dusun dan tidak tahu harus berbuat apa kalau seandainya keluar dari dusun. Adikku juga mengatakan ”Kak jagalah mertuamu saja, saya yang akan menjaga ibu dan ayah disini..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabrik. Kami menginginkan adiku kerja di pabrik, akan tetapi adiku tak pernah mau, dia ingin tetap menjaga ayah ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari adiku jatuh dari sebuah tangga untuk memperbaiki kabel, ketika dia terkena sengatan listrik dan dia masuk ke rumah sakit. Aku dan suamiku menjenguknya, dan melihat gips putih dikakinya. Aku berkata ”Mengapa kamu menolak kerja menjadi manajer pabrik di tempat kakakmu. Coba kalau kau terima, tentu kamu tidak akan mengalami seperti ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tanpang serius dia menjawab ”Kak, pikirkan nama baik kakak ipar kak. Ia baru saja menjadi Direktur, sedangkan saya tidak berpendidikan, nanti apa kata orang kalau saya menjadi manajer ? Kasihan kakak ipar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi airmata, dan kemudian aku berkata ” Tapi kamu kurang berpendidikan itu juga karena aku, kakakmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kakak membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu ia berusia 26 tahun dan aku 29 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian menikahi seorang gadis pada usia 30 tahun. Dalam acara itu pembawa acara perayaan bertanya kepadanya, ”Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa berpikir panjang adikku menjawab ”Kakakku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ketika kami sekolah SD. Saya dan kakakku sekolah SD di tempat yang cukup jauh dari tempat tinggal kami, di sebuah dusun yang berbeda. Setiap hari aku dan kakakku berjalan selama kurang lebih dua jam untuk pergi dan pulang ke sekolah. Suatu hari aku kehilangan satu sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai sebuah sarung tangan di tangannya, padahal kami berjalan sangat jauh dan cuaca sedang musim sangat dingin. Ketika kami tiba dirumah, tangan kakakku begitu gemetaran, sehingga ketika makan dia tidak bisa memegang sendoknya.......Sejak hari itu aku bersumpah, selama saya masih hidup aku akan menjaga kakakku dan aku akan selalu baik kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kemudian kata-kata begitu susah keluar dari bibirku, ”Dalam hidupku..orang yang paling berjasa padaku adalah adikku..orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia itu..di depan kerumunan perayaan itu..air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat hikmah yang tercinta....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah mencintai dan mengasihi.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Shahih Shahihul Jami’ no. 5445, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berbagi, sekecil apapun bentuknya.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, " Khoirunnaasi anfa'uhum linnaas” "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR Daruquthni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Ebook Kumpulan Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk Adik2-ku &amp; Kakak2-ku terkasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by OFA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Semoga kita selamat dunia akhirat&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12005070-2955912781686499043?l=muslimahcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2955912781686499043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12005070/posts/default/2955912781686499043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslimahcorner.blogspot.com/2011/01/miracle-of-giving-kisah-kakak-beradik.html' title='THE MIRACLE OF GIVING (Kisah Kakak Beradik yang Saling Memberi)'/><author><name>UmmU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05636740128245421475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i4.photobucket.com/albums/y115/ummuok/Atjeh/ummuok.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12005070.post-6050953013344351702</id><published>2011-01-13T07:18:00.002+07:00</published><updated>2011-01-13T07:18:58.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Harapan Penduduk SURGA dan NERAKA untuk Kembali ke DUNIA</title><content type='html'>Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Dunia itu hanyalah bayangan yang tidak lama lagi akan hilang.&lt;br /&gt;Dunia hanyalah setetes air bila dibandingkan lautan luas tak bertepi.&lt;br /&gt;Sebanyak apapun yang engkau rengkuh di di dunia ini,&lt;br /&gt;Maka ia hanya setetes dari laut
